.

.

Monday, 20 February 2017

SDN 256 Pabuntang Kekurangan Rumbel, Siswa Terpaksa Belajar Pagi dan Siang Hingga Sore

Kepala SDN 256 Pabuntang Aris AK, S.Pd

WALMAS,
Tabloid SAR- Sekolah Dasar Negeri (SDN) No 256 Pabutang yang berada di Kelurahan Bulo, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel) termasuk sekolah yang over kapasitas siswanya.

Pasalnya, sekolah tersebut hanya memiliki 10 ruangan belajar (Rumbel) sementara siswanya sebanyak 395 orang.

Jika mengacu pada regulasi yang mengatur bahwa jumlah siswa dalam setiap Rumbel minimal 25 dan maksimal 32 orang, maka di sekolah tersebut rata-rata setiap Rumbelnya terisi 39 hingga 40 orang siswa.

Karena faktor kekurangan Rumbel itulah, membuat para tenaga pendidik di sekolah ini mengambil keputusan bersama untuk membagi dua kelompok siswanya, setiap kelas. Ada kelompok siswa yang masuk pagi belajar mulai pukul 07.30 hingga 12.05 Wita dan kelompok siang masuk dari pukul 13.00 hingga 17.00 Wita.

Hal itu diungkapkan Kepala SDN 256 Pabuntang Aris AK, S.Pd saat ditemui awak media ini di ruanga kerjanya pada Senin (20/2/2017) siang.

Aris mengatakan, jika hal tersebut tidak dilakukan pihak sekolah, maka kapasitas Rumbel tidak dapat menampung jumlah siswa setiap kelasnya.

“Yaa apa boleh buat, siswa harus dibagi menjadi dua kelompok setiap kelas. Karena Rumbel kurang maka sebagian masuk pada waktu pagi dan sebagiannya lagi masuk siang,” kata Aris.

Dengan demikian, para tenaga pengajar juga harus dibagi menjadi dua kelompok, ada yang masuk pagi hingga siang untuk mengajar dan sebagian pula masuk siang hingga sore, tambahnya.

Terkait dengan kurangnya Rumbel di sekolah ini, Aris berharap kepada pihak pemerintah, khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu selaku stakeholder terkait untuk dapat menganggarkan atau mengusulkan penambahan Rumbel di sekolah tersebut.

“Kami dari pihak sekolah berharap agar laporan berkala yang kami kirim ke Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu dicermati, sehingga pihak dinas bisa memahami kondisi sekolah ini,” ujar Aris sembari mengatakan setiap bulannya mereka mengirim laporan berkala ke dinas terkait, yang di dalamnya ada keterangan jumlah siswa dan jumlah Rumbelnya.    

Beruntung, kata Aris di sekolah yang dinahkodainya ini, terdapat 21 tenaga pengajar termasuk dirinya, 8 diantaranya sudah berstatus PNS dan 13 lainnya masih honorer atau sukarela. Jika dibagi dua masih cukup untuk mengcover jam belajar masuk pagi dan siang, tandasnya.  

Untuk diketahui, jumlah siswa Kelas VI di sekolah tersebut sebanyak 80 orang yang akan mengikuti ujian mendatang. Sejak pertengahan Januari lalu, 80 siswa tersebut sudah mulai mengikuti jam belajar tambahan atau bimbingan belajar, guna mempersiapkan diri menghadapi soal-soal ujian nantinya.

Penulis   : William Marthom
Editor     : Zottok

No comments:

Post a Comment

.

.