.

.

Saturday, 4 February 2017

Siswa SMKN 1 Walenrang Siap Mengikuti Ujian

Kepala SMKN 1 Walenrang Drs. Damis Asang, M.Pd

WALMAS,
Tabloid SAR- Tahun ini sebanyak 243 siswa-siswi SMKN 1 Walenrang, yang berada di Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel), siap menghadapi sejumlah tahapan ujian menjelang penyelesaian studynya.

Untuk memastikan kesiapan para murid Kelas XII (Kelas 3 SMKN 1 Walenrang- red) dalam menghadapi Ujian Kompetensi (ujian praktek- red), Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN), Ujian Akhir Sekolah (UAS) dan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), pihak sekolah tersebut mengadakan bimbingan belajar (Bimbel) atau tambahan jam belajar.

Hal itu diungkapkan Kepala SMKN 1 Walenrang Drs. Damis Asang, M.Pd, saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (04/02/2017) siang.

Menurutnya, sejak minggu kedua Januari 2017 pihak SMKN 1 Walenrang sudah mulai melakukan Bimbel bagi siswa-siswinya yang akan mengikuti sejumlah tahapan ujian penyelesaian study di sekolah itu.

“Sejak minggu kedua Januari tahun ini, kami sudah mulai menggelar Bimbel bagi para murid Kelas 3 yang akan mengikuti ujian mendatang. Bimbel itu dilaksanakan setiap hari, mulai pada pukul 15.00 hingga pukul 17.00 Wita kecuali Minggu,” kata Damis.

Lanjutnya, bahwa tambahan jam belajar untuk Bimbel itu, dilakukan sebagai upaya mempersiapkan secara maksimal dan untuk memastikan kesiapan siswa-siswinya dalam menghadapi ujian mendatang.

Damis menyebutkan, bahwa pada tanggal, 3 s/d 15 Maret mendatang murid Kelas 3 di sekolah yang dipimpinnya itu, akan mengikuti Ujian Kompetensi, kemudian lanjut USBN tanggal, 16 s/d 18 Maret, lalu lanjut UAS tanggal 20 s/d 25 Maret, dan terakhir mengikuti UNBK tanggal 3 s/d 6 Apri 2017.

“Insyah Allah siswa-siswi kami di sini siap menghadapi ujian, kita juga berharap hasil ujiannya sesuai harapan, tukasnya.

Sementara, mengenai sarana dan prasarana khusus untuk pelaksanaan UNBK, seperti computer dan jaringan internet menurut mantan Kepala SMA Negeri 1 Lamasi itu, juga sudah dipersiapkan.

“Fasilitas khusus untuk penyelenggaraan UNBK seperti computer dan jaringan internet sudah kita upayakan sesuai dengan standar yang ditentukan oleh pemerintah,” jelasnya.
Kendati demikian, Damis mengakui di SMKN 1 Walendrang juga masih ada problem lain, diluar masalah persiapan dan kesiapan menghadapi ujian.

Problem tersebut adalah menyangkut kurangnya tenaga pendidik (guru- red) di sekolah tersebut, pasalnya dari 63 guru, baru 24 yang sudah PNS, 39 lainnya masih berstatus guru honorer.

Damis berharap, kendala kekurangan guru tersebut sedapat mungkin segera diatasi oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel, mengingat hal demikian sangat urgen dan termasuk paling menentukan out put alumnus sekolah itu nantinya.

“Yaa terkait persoalan kekurangan guru yang berstatus PNS di sini kita berharap dinas terkait di provinsi secepatnya dapat mengatasi hal itu, karena sejak Januari 2017 seluruh SMKN di Indonesia sudah resmi diambil alih oleh provinsi penanganannya, bukan lagi tanggungjawab Pemerintah Kabupaten,” terangnya.

Meski demikian, Damis mengatakan bahwa pihaknya bukan meragukan SDM (Sumber Daya Manusia- red) atau skil para guru honorer di SMKN 1 Walenrang, akan tetapi jam terbang atau pengalaman mengajar para guru PNS secara umum tidak diragukan lagi, tandasnya.

Untuk diketahui, di SMKN 1 Walenrang jumlah keseluruhan muridnya sebanyak 843 orang yang terbagi pada 5 jurusan, yakni jurusan Tehnik Komputer dan Jaringan (TKJ), Akutansi, Kendaraan Ringan (mobil- red), Kendaraan Sepeda Motor dan jurusan Tehnik Pengelasan.

Menariknya dari 5 jurusan tersebut 4 diantaranya sudah terakreditasi dengan nilai A oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN), tinggal jurusan Tehnik Pengelasan yang belum terakreditasi. Namun tahun ini proses akreditasi jurusan tersebut sudah sementara berlangsung

Penulis   : William Marthom
Editor     : Zottok

No comments:

Post a Comment

.

.