.

.

Monday, 13 March 2017

Mahasiswa Toraja Unjukrasa Desak Nico- Victor Wujudkan Janji Politiknya

Puluhan massa yang mengatas-namakan dirinya Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Peduli Tana Toraja, menggelar aksi unjukrasa di depan Kantor DPRD Tana Toraja, Senin (13/3/2017) siang

TATOR,
Tabloid SAR- Puluhan massa yang mengatas-namakan dirinya Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Peduli Tana Toraja, menggelar aksi unjukrasa di depan Kantor Bupati Tana Toraja (Tator) dan Gedung DPRD Tator, Senin (13/3/2017).

Pengunjukrasa menyebut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tator yang sudah satu tahun dinahkodai Bupati Nicodemus Biringkanae dan Wakil Bupati Victor Datuan Batara, belum mewujudkan janji politiknya sebagaimana Visi dan Misi yang mereka sampaikan kepada masyarakat sewaktu melaksanakan kampanyenya dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tator beberapa waktu lalu.

“Meski sudah satu tahun berkuasa, namun Bupati dan Wakilnya belum mewujudkan janji politik mereka kepada masyarakat Tator. Dalam kampanyenya pada Pilkada lalu Pak Nico dan Pak Victor menjanjikan 22 program dalam Visi dan Misi-nya, yang hingga saat ini belum ditunaikan,” tegas orator aksi dalam orasinya.

Selain itu, para pengunjukrasa juga menyoroti kinerja pemerintah pada bidang kesehatan.

“Bukti kegagalan Bupati dan Wakilnya saat adalah belum direalisasikannya Puskesmas rawat inap pada 19 Kecamatan di Tator, termasuk masih kurangnya tenaga medis di daerah ini,” kata Koordinator Aksi Restu Tangaka dalam orasinya.

Pengunjukrasa juga menyoroti kinerja Pemkab pada bidang pendidikan dan infrastruktur di Tator.

Pada sektor pendidikan, pengunjukrasa mengatakan pendidikan di daerah Tator sangat terbelakang jika dibandingkan dengan daerah lain. Mereka juga mempersoalkan pembayaran honor para tenaga honorer di Tator.

Sedangkan terkait infrastruktur massa meminta pemerintah untuk segera mendesak kontraktor yang mengerjakan proyek pelebaran jalan Trans Toraja - Makassar di Kecamatan Mengkendek yang belum rampung hingga saat ini.

“Pemerintah harus segera mendesak kontraktor yang mengerjakan proyek Jalan Trans Toraja - Makassar untuk menyelesaikan pekerjaannya, karena mengakibatkan polusi karena debu proyek tersebut membuat warga sesak dan susah bernafas,” sebut para orator.

Massa juga meminta pemerintah untuk memberikan perhatian khusus untuk wilayah Simbuang dan Mappak, utamanya pembangunan infrastruktur karena daerah tersebut merupakan wilayah pelosok di Kabupaten Tator.

“Semua tuntutan yang kami sebutkan tadi adalah bukti kegagalan Bupati dan Wakilnya dalam mewujudkan Visi dan Misi mereka,” ketus Restu.

Usai menyampaikan orasinya di depan Kantor Bupati Tator, massa kemudian konvoi menuju Gedung DPRD Tator untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Di Kantor Wakil Rakyat itu, para pengunjukrasa diterima langsung oleh Ketua DPRD Tator Welem  Sambolangi’ beserta sejumlah Anggota DPRD dan Kepala Kesbangpol Tator Army Lenggo yang mewakili Bupati.

Saat menemui massa, Welem mengapresiasi para pegunjukrasa karena menurutnya apa yang mereka sampaikan adalah bagian dari tanggungjawab bersama untuk diperjuangan guna mensejatrakan masyarakat Tator.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa atas kepeduliannya untuk mengawal kinerja pemerintah. Karena sejatinya apa yang kalian perjuangkan adalah kewajiban kita bersama untuk membangun dan mensejatrakan masyarakat Tator,” kata Welem mengapresiasi para mahasiswa saat menyampaikan aspiranya.

Sementara, Army yang mewakili Bupati Tator  mengatakan aspirasi yang disampaikan oleh pengunjukrasa segera akan diberitahukan kepada Bupati dan Wakilnya.

Puluhan massa yang berunjukrasa tersebut berasal dari sejumlah lembaga atau organisasi mahasiswa dan pemuda yang ada di Kabupaten Tator, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Mereka berasal dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Kristen Indonesia Toraja (BEM UKIT), Badan Eksekutif Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (BEM STAKN) Toraja, Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Toraja, Ikatan Mahasiswa Toraja Barat (IMTB) dan Ikatan Pemuda Simbuang Mappak (IPSM).

Editor : William Marthom

No comments:

Post a Comment

.

.