.

.

Monday, 24 April 2017

BPBD Luwu Benahi Tanggul Jebol dan Akses Jalan yang Terputus di Pompengan

Tampak alat berat excavator yang diturunkan oleh BPBD Kabupaten Luwu memperbaiki tanggul Sungai Pompengan yang jebol, mulai bekerja pada Minggu (23/4/2017

Hasral, ST : Tanggul Kami Benahi dan Plat Dukker yang Ambruk Kita Ganti dengan Box Culvert

LUWU, Tabloid SAR- Setelah beberapa kali dilanda musibah banjir selama musim hujan di sepanjang tahun 2016. Pada awal Maret 2017, Desa Pompengan, Kecamatan Lamasi Timur, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali dilanda bencana.

Kali ini, tanggul Sungai Pompengan yang selama ini menjadi andalan warga sebagai benteng untuk melindungi mereka dari luapan air sungai, jebol sepanjang 50 meter.

Tanggul jebol di Dusun Terpadu tersebut, tidak hanya menjadi jalur luapan air sungai saat masuk menyapu Desa Pompengan dan sekitarnya, namun juga membuat sebuah plat dukker (dekker- red) ambruk.

Fatalnya, plat dukker yang hanyut disapu banjir itu adalah akses atau jalan utama bagi warga Desa Pompengan dan Desa Pompengan Tengah, serta Desa Bulu Londong (Pompengan Utara- red).

Jalur tersebut merupakan akses utama bagi warga dari tiga desa itu, saat hendak menuju Ibukota Kecamatan Lamasi Timur yang berada di Desa To’ Lemo. Sejak tanggul jebol, warga dari tiga desa tersebut terisolir karena jalur ini tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.

Jembatan darurat  terdiri dari tiga batang pohon yang dibuat warga secara bergotong royong pasca hanyutnya plat dukker di Dusun Terpadu itu, hanya dapat dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Itupun kalau pengedaranya nekat, karena jembatan darurat tersebut tergolong extrim untuk dilintasi kendaraan roda dua.

PPK dari BPBD Kabupaten Luwu Hasral, ST (kiri) dan Kepala Desa Pompengan Alim Bachru (kanan) bersama para Pendamping Desa meninjau plat dukker yang ambruk akibat banjir karena tanggul Sungai Pompengan jebol, Minggu (24/4/2017)

Kendati demikian, warga sudah dapat merasa lega karena tanggul yang jebol sudah mulai dibenahi oleh Badan Penanggulangan Becana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu dengan menggunakan alat berat jenis excavator, sejak Minggu (23/4/2017). Sedangkan, plat dukker yang ambruk akan mulai dikerjakan pada Senin (24/4/2017).

Menurut, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari BPBD Kabupaten Luwu, Hasral, ST, bahwa plat dukker itu akan diganti dengan Box Culvert (jembatan khusus- red) untuk daerah yang kontruksi tanahnya labil.

“Plat dukker ini, akan kami ganti dengan box culvert, semacam jembatan beton khusus untuk daerah yang kontruksi tanahnya labil. Karena tanah di sini berpasir dan lembab, tentu kontruksi tanahnya labil, sehingga bukan plat dukker yang akan kita bangun sebagai gantinya tapi box culvert,” jelas Hasral sembari menunjuk plat dukker yang roboh disapu banjir saat ditemui di lokasi.

Ia menambahkan, pihaknya akan berupaya secapatnya dan semaksimal mungkin untuk memulihkan kondisi di Desa Pompengan pasca bencana alam itu, dengan memperbaiki tanggul yang jebol dan mengganti plat dukker yang hanyut disapu banjir dengan box culvert.
“Anggaran yang dibutuhkan BPBD Luwu untuk memulihkan situasi pasca bencana ini, sekitar Rp 200 juta untuk memperbaiki tanggul yang jebol dan membangun box culvert,” sebut Hasral.

Hal senada juga disampaikan Kepala Desa (Kades) Pompengan Alim Bachru saat ditemui di lokasi ketika mendampingi PPK dari BPBD Luwu, pihaknya sepakat dengan pihak BPBD Luwu untuk mengganti plat dukker yang hanyut terbawa arus banjir akibat tanggul jebol itu diganti dengan box culvert.

“Pada prinsipnya kami, sepakat dengan design (rancangan- red) yang dibuat oleh BPBD Luwu, untuk mengganti plat dukker dengan box culver karena struktur tanah di daerah kami ini memang labil,” jelasnya.

Selain itu, Alim Bachru juga berharap kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu untuk segera mengambil langkah konkrit dalam mengantisipasi bencana susulan dengan cara segera memperbaiki tanggul yang rawan jebol pada sejumlah titik di Dusun Bakong Desa Pompengan.

Menurutnya, di Dusun Bakong ada tiga titik rawan jebol yang perlu penanganan secara dini sebagai upaya dalam mengantisipasi banjir susulan.

“Saya bersama warga Desa Pompengan berharap agar Pemkab Luwu khususnya stakeholder terkait, segera melakukan normalisasi Sungai Pompengan dan penguatan tebing sungai dengan memasang bronjong pada sejumlah titik rawan di Dusun Bakong,” ujar Alim Bachru dengan penuh harap.

Tampak menyertai Kades Pompengan dan BPBD Luwu saat meninjau lokasi bencana, para Pendamping Desa dari Kecamatan Lamasi Timur Saripuddin bersama pendamping desa setempat, Ismal dan Wagiono.

Penulis   : William Marthom
Editor     : Zottok

No comments:

Post a Comment

.

.