.

.

.

Senin, 03 April 2017

DPRD Lutra Gelar Rapat Paripurna Membahas Laporan Hasil Reses

Dari kanan kekiri Wakil Ketua II DPRD Lutra Andi Sukma S.Sos, Wakil Ketua I DPRD Lutra Rahmat Laguni ST, Ketua DPRD Lutra Drs. H.Mahfud Yunus MM, Sekda Lutra H.Abdul Mahpud yang mewakili Bupati Lutra

LUTRA
, Tabloid SAR- Ketua DPRD Luwu Utara (Lutra) H Mahfud Yunus, membuka secara resmi rapat paripurna pembahasan hasil reses anggota DPRD Lutra. Rapat tersebut berlangsung di ruang paripurna Kantor DPRD Lutra, Kelurahan Kasimbong, Kecamatan Masamba, Kabupaten Lutra, Sulawesi Selatan,   Senin (27/3/2017).

Rapat ini, dihadiri seluruh anggota DPRD Lutra, Sekda Lutra H Abdul Mahpud yang mewakili Bupati Lutra Indah Putri Indriani, para Kepala SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lutra.

Saat membuka rapat tersebut, Mahfud Yunus menyatakan tujuan pelaksanaan kegiatan itu adalah sebagai bentuk pertanggung-jawaban baik secara politis, maupun secara timbal balik antara para anggota DPRD Lutra dengan masyarakat yang diwakilinya dalam rangka mengkomunikasikan keinginan konstituennya, serta turut mengambil langkah kebijakan pembangunan yang akan dilaksanakan oleh Pemkab Lutra.

Usai membuka rapat itu,  Mahfud Yunus mempersilahkan masing-masing anggota DPRD Lutra yang mewakili daerah pemilihan (Dapil)-nya, baik dari Dapil I dan II, maupun dari Dapil III dan IV untuk memaparkan laporan hasil resesnya.

Setelah dipersilahkan untuk menyampaikan laporan hasil resesnya,  anggota DPRD Lutra, Sudirman Salomba dari Dapil I membacakan laporannya reses di Kecamatan Sukamaju, Bone-Bone dan Tana Lili.

Menurut Sudirman, pelaksanaan reses yang kedua oleh anggota DPRD Lutra di Dapil I, lebih fokus pada pelaksanaan atau realisasi program kegiatan yang sudah dilaksanakan tahun 2016 lalu, sebagai bentuk pengawasan DPRD Lutra yang kemudian menjadi dokumen dalam proses pembahasan selanjutnya dengan Pemkab Lutra nantinya.

“Pelaksanaan reses di Dapil  I yang dilaksanakan selama enam hari, mulai dari tanggal 20-25 Maret 2017, menghasilkan beberapa poin diantaranya adalah lampiran usulan beberapa program dan kegiatan,” kata Sudirman.

Ia juga menyatakan bahwa, selama reses di Dapil I berlangsung ditemukan beberapa masalah pembangunan dan pelayanan, seperti pembangunan kegiatan pengaspalan Jalan Poros Tolangi dan Rawamangun yang dilaksanakan pada tahun 2016 lalu di Kecamatan Sukamaju, meski baru satu bulan selesai dikerjakan namun sudah mengalami kerusakan dan berlubang.
“Terkait hal tersebut, diharap komisi yang membidangi masalah ini, diharapkan segera melakukan pemanggilan sejumlah pihak terkait,” tegas Sudirman.

Selain itu, terdapat pula perbedaan jumlah data penerima bantuan Raskin (beras untuk masyarakat miskin- red) yang diberikan Kepala Desa. Kepala Desa harus mengulangi pendataan penerima Raskin, supaya datanya lebih valid seiring berjalannya waktu untuk menghindari kecemburuan sosial pada tingkat masyarakat, jelas politisi partai Hanura tersebut.

“Demikian pula dengan pencairan Kartu KIS oleh siswa penerima mengalami kesulitan di bank, sehingga proses pencairan dana tersebut terhambat dan belum bisa disalurkan hingga saat ini, akibat pelayanan bank yang berbelit-belit jadi diharapkan komisi terkait segera mengambil langkah yang diperlukan,” pintanya.

Sementara anggota DPRD Lutra Abdul Muis  dari Dapil II yang meliputi wilayah Kecamatan Malangke dan Malangke Barat, saat membacakan laporan resesnya menyampaikan beberapa hal yang menjadi topik pembahasan dalam resesnya.

“Dalam pelaksanaan reses kami, masyarakat mengusulkan sejumlah program dan kegiatan untuk menjadi skala prioritas pembangunan karena dianggap sangat penting dan mendesak yakni, terkait infrastruktur seperti lanjutan pembangunan jalan beton ruas Amassangan- Cenning di Kecamatan Malangke Barat dan pembangunan jalan beton ruas Tolada, Takkalala dan Pattimang di Kecamatan Malangke,” sebut politisi PKS itu.

Di tempat yang sama, Paulus Palino  dari Dapil III yang meliputi Kecamatan Baebunta, Limbong, Seko dan Sabbang, menyatakan bahwa dalam reses anggota DPRD Lutra memiliki strategi yang sangat penting untuk memperjuangkan aspirasi rakyat yang diwakili.

“Adapun permasalahan yang muncul dan mencuak di Dapil III adalah problem pelaksanaan proyek kegiatan fisik yang dilaksanakan, umumnya tidak memasang papan proyek di lokasi,” ujar Paulus.

Paulus, juga menyebutkan temuan adanya sejumlah proyek pembangunan jembatan di Desa Pompaniki yang sudah dinyatakan selesai, namun belum bisa dimanfaatkan karena timbunan dikedua ujung jembatan tidak memadai.

Selanjutnya, Filosopis Rusli dari Dapil IV yang meliputi Kecamatan Masamba, Mappideceng, dan Rampi mengatakan adapun rumusan dari pokok fikiran yaitu dibutuhkan keseriusan terkait distribusi secara profesional tenaga pendidik dan belum singkronnya antara beberapa program kegiatan dengan Dinas Pendidikan Lutra.

Penulis   : Dedhy
Editor     : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.