.

.

.

Senin, 10 April 2017

Dua Tokoh Pemuda Putra Keturunan Bastem Bakal Warnai Suksesi Pilkada Luwu ?


Patahuddin & Rusli Sunali, Antara “Rumah Kita” dengan “Bergerak Bersama Rakyat” untuk Raih Elektabilitas Publik

Penulis : Julianty Putri

“Sang Rodoan Tinting Sang Tirimbakan Pajo-Pajo, Mesa Kada Dipatuo Pantan Kada Dipomate” merupakan sebuah filosofi warisan leluhur bagi komunitas masyarakat Basse Sangtempe (Bastem) yang sudah semakin rapuh tergilas oleh perputaran roda zaman.

Padahal filosofi warisan dari semenjak era peradaban mula tau ini sangat mengandung makna sebagai simbol pemersatu, khususnya untuk senantiasa menjaga eksistensi atas keluhuran jati diri terkait tatanan nilai terhadap sistem penyelenggaaan politik (kekuasaan adat) dari generasi ke generasi pada masa lampau.

Pasalnya, filosofi warisan leluhur Bastem ini, disebut-sebut mengandung pengertian dalam bentuk ungkapan “Satu Komando untuk Menggerakkan Semua Potensi, Makanya Bersatu Kita Kuat Bercerai Kita Runtuh”, betul-betul terimplementasi secara nyata hingga mampu mengangkat kebesaran peradaban Bastem pada masa lampau, menurut pase-pase zamannya.

Namun seiring dengan perputaran roda zaman, sampai pada generasi kekinian maka filosofi ini, seolah hanya dijadikan sebagai ungkapan-ungkapan simbolik yang semakin tidak lagi memiliki makna sebagai spirit pemersatu di tengah-tengah komunitasnya.

Padahal komunitas masyarakat Bastem yang dikenal sebagai penegak bagi pilar-pilar tatanan kehidupan (kekuasaan) adat pada masa lampau. Akibatnya menjadi tertinggal jauh dalam mengadaptasi alam kehidupan demokrasi tentang kondisi perpolitikan pada era reformasi sekarang ini, khususnya dalam hal suksesi Pilkada langsung di Kabupaten Luwu selama ini.

Jika melihat populasi masyarakat atau keturunan warga Bastem di Kabupaten Luwu tersebut. Andaikan kembali untuk memegang teguh filosofi tentang “Sang Rodoan Tinting Sang Tirimbakan Pajo-Pajo, Mesa Kada Dipatuo Pantan Kada Dipomate” maka bukan tidak mungkin akan senantiasa menduduki tampuk pemerintahan di Kabupaten Luwu, seandainya filosofi ini dapat menjadi paradigma berpolitik bagi komunitas masyarakat Bastem secara konsisten.

Sehubungan pula dengan itu, sehingga melalui Pilkada Serentak 2018 ke depan, nampaknya ada dua tokoh pemuda asal putra keturunan Bastem yang akan bakal mewarnai suksesi Pilkada Luwu, masing-masing bernama Patahundin dan Rusli Sunali.

Meskipun masih ada beberapa yang lainnya muncul melalui sosialisasi banner, seperti yang telah terpasang di sejumlah tempat. Akan tetapi hanya kedua tokoh pemuda asal putra keturunan Bastem inilah yang justru secara gamblang dan masif melakukan sosialisasi di tengah masyarakat.

Keduanya, bahkan secara terbuka telah menyampaikan kepada publik akan maju pada Pilkada Luwu 2018 nantinya, baik sebagai bakal calon bupati maupun sebagai bakal calon wakil bupati.

Adapun Rusli Sunali yang tak lain adalah anggota DPRD Kabupaten Luwu, sekaligus Ketua DPC partai berlambang Ka’bah Kabupaten Luwu ini, bukanlah sosok yang asing bagi komunitas masyarakat Bastem. Ia ingin memiliki target politik untuk maju menjadi calon wakil bupati pada Pilkada Luwu 2018 nantinya.

Sementara Patahuddin, justru masih sangat sedikit yang mengenalnya sebagai putra asal keturunan Bastem. Padahal kakek dan neneknya, dengan kata lain adalah orang tua dari ibu kandungnya adalah orang Bastem asli.

Diketahui bahwa kakeknya dari garis keturunan ibu kandungnya adalah keturunan masyarakat adat Langi’ di Bastem, melalui garis kesilsilahan Kaparenggesan Libusan. Halnya neneknya dari garis keturunan ibu kandungnya, juga merupakan warga masyarakat adat Bastem dari Tabang dan Ulusalu, Kecamatan Latimojong.

Pada awal-awal pemberontakan DI/ITII, kakek dan neneknya tersebut lalu menyingkir ke Bonelemo, Bajo Barat. Kemudian pindah ke Noling Kecamatan Bupon, setelah memasuki masa-masa aman. Akhirnya salah satu putrinya, kawin dengan seorang pria Kamanre yang berdomisili di Cilallang, sehingga melahirkan Patahuddin bersaudara.

Begitulah sekelumit tentang asal-usul Patahuddin selaku putra keturunan Bastem, tapi belum diketahui secara luas di tengah komunitas masyarakat Bastem di Kabupaten Luwu.

Sebagai generasi muda asal keturunan Bastem, maka Patahuddin melalui karier politiknya selaku Ketua Harian AMPG Kabupaten Luwu, justru akan digadang-gadang untuk menjadi calon bupati pada Pilkada Luwu 2018 yang tinggal kurang lebih setahun lagi akan digelar.

Nampaknya, baik Patahuddin dengan tagline “Rumah Kita” maupan Rusli Sunali melalui tagline “Bergerak Bersama Rakyat,” akhir-akhir ini kelihatannya sudah semakin gencar mensosialisasikan diri pada desa-desa, tak lain untuk meraih elektabilitas publik sebagai syarat untuk memperoleh paket politik, menuju Pilkada Luwu 2018.

Selain itu, pun masih ada putra keturunan Bastem yang juga ramai menjadi wacana publik, salah satunya adalah Hasman R. Djano, saat ini menduduki jabatan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Luwu.

Hanya saja birokrat karier dalam lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu ini, belum secara gamblang menyatakan diri untuk maju dalam Pilkada Luwu untuk periode 2018-2023. Meskipun sudah tidak sedikit tokoh Bastem sangat menaruh harapan terhadap dirinya.

Kendati demikian, tentunya masih sangat terlalu dini untuk mengatakan, bahwa yang mana antara putra asal keturunan Bastem ini yang lebih berpeluang menjadi kontestan pada Pilkada Luwu akan datang. Pasalnya, keduanya masih menunggu rekomendasi dukungan Parpol, sebagaimana halnya bagi bakal calon-calon lainnya.

Sudah barang tentu pula bahwa sudah menjadi sebuah harapan, jika salah satu diantara keduanya mendapat paket dukungan dari Parpol pengusung. Pada gilirannya, melalui filosofi “Sang Rodoan Tinting Sang Tirimbakan Pajo-Pajo, Mesa Kada Dipatuo Pantan Kada Dipomate” sehingga kelak lahir putra asal keturunan Bastem yang kelak dapat tampil di atas tampuk kepemimpinan Kabupaten Luwu.

Olehnya itu, saya selaku putri keturunan asal Bastem di Jakarta, menyampaikan pesan politik bagi komunitas masyarakat Bastem di kampung halaman Bapak saya tercinta, supaya tidak lagi terkotak-kotak yang justru akan mengecilkan warisan kebesaran peradaban Bastem dari masa lampau.

Ayo!!!! Mari bersatu dalam menghadapi perhelatan suksesi Pilkada Serentak 2018, nantinya. Karena kemajuan daerah Bastem yang masih terisolir itu akan dapat terwujud, hanya ditentukan dengan kecerdasan komunitas masyarakat Bastem sendiri dalam memilih kepemimpinan Luwu untuk periode ke depan.

*) Penulis adalah Alumni Universitas Indonesia (UI) Berdarah Keturunan Bastem

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.