.

.

Rubrik

.

Jumat, 28 April 2017

Manfaatkan Dana Desa Kades Pompengan Genjot Pembangunan Sejumlah Infrastruktuk di Desanya


Kades Pompengan Alim Bachru (kanan) bersama PPK dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu dan Tim Pendamping Desa saat meninjau sebuah plat dekker yang ambruk diterjang banjir di Dusun Terpadu, Desa Pompengan, Kecamatan Lamasi Timur, Kabupaten Luwu.

Alim Bachru : Tahun Ini Kami Programkan Pengkrikilan Jalan dan Normalisasi Saluran Pembuangan

LUWU, Tabloid SAR- Pemerataan pembangunan infrastruktur pada seluruh wilayah Negara  Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) mulai nampak terlihat dan sudah dapat  di rasakan oleh segenap rakyat Indonesia hingga ke pelosok desa, mulai dari Sabang sampai Merauke dan dari Miangas hingga Rote.

Pemerataan tersebut dapat terwujud melalui penggelontoran Dana Desa yang disalurkan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia (Kemendes PDTT- RI) dengan jumlah puluhan trilliun rupiah setiap tahunnya.

Pengucuran Dana Desa merupakan realisasi janji politik Presiden Jokowi pada Pilpres 2014 lalu, yang menjanjikan pemerataan pembangunan mulai dari daerah pinggiran dan desa-desa di seluruh wilayah NKRI. Demi mewujudkan kesejatraan rakyat Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Desa (Kades) Pompengan Alim Bachru, saat ditemui baru-baru ini.

Menurutnya, harapan pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejatraan rakyat Indonesia dapat terwujud sesuai dengan harapan Presiden Jokowi, jika seluruh jajajaran pemerintah mulai dari pusat hingga daerah bahkan sampai pelosok desa mendukungnya.

“Pengelolaan dan pemanfaatan Dana Desa secara profesional sesuai ketentuan yang disertai dengan ketulusan hati untuk menjalankan amanah dalam membangun desa, bangsa dan negara, dapat terwujud jika didukung oleh seluruh warga negara Indonesia, khususnya jajaran pemerintah mulai dari pusat hingga pelosok desa” kata Alim Bachru.

Ia menjelaskan bahwa dengan semangat dan prinsif itulah, dirinya selama menahkodai Desa Pompengan, pihak selalu berupaya untuk menggunakan dan memanfaatkan Dana Desa sebagai mana mestinya.

Tahun ini, Kades Pompengan memprogramkan sejumlah kegiatan fisik dan non fisik dalam pemanfaatan Dana Desa yang jumlahnya sekitar Rp 800 juta.

“Kegitan fisik yang akan dilaksanakan tahun ini, antara-lain pengkrikilan jalan desa sepanjang 5 Km dengan estimasi anggaran sekitar Rp 500 juta dan normalisasi saluran pembuangan sepanjang 4 Km dengan anggaran sebesar Rp 250 juta. Sedangkan, kegiatan non-fisiknya adalah program pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang bergerak dalam bidang usaha tani, seperti penjualan pupuk dan racun bagi petani. Program ini dibiayai dengan menggunakan Dana Desa sebanyak Rp 50 juta,” terang Alim Bachru.

Sementara, penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun ini yang berjumlah sekitar Rp 353 juta, selain untuk biaya rutin Pemerintah Desa, seperti opersaional, honor dan tunjangan aparat desa, serta pengadaan Alat Tulis Kantor (ATK). ADD tahun 2017 juga akan digunakan untuk perbaikan lantai Kantor Desa Pompengan yang sudah dua tahun dibangun secara bertahap, jelasnya.

Selain itu, Alim Bachru juga menerangkan bahwa pada tahun 2016 lalu pihaknya menggunakan Dana Desa yang totalnya sebesar Rp 670 juta, untuk membangun draenase sepanjang 1.406 meter dan pembangunan lima unit plat dukker (dekker- red).

Dan pengunaan ADD tahun 2016 sebesar Rp 365 juta, selain untuk membiaya kebutuhan rutin Pemerintahan Desa, pihaknya juga menggunakan ADD tersebut untuk merehap kantornya, sebut Alim Bachru.

Desa Pompengan secara administratif berada di Kecamatan Lamasi Timur, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Terdiri dari lima dusun yakni Dusun To’ Kaili, Bakong, Terpadu, Lemoe dan Kayu Datu.

Desa tersebut luas wilayah-nya 12,18 Km² (kilo meter persegi- red) yang dihuni 276 Kepala Keluarga (KK) dengan total penduduk sebanyak 1.800 jiwa, 189 KK diantaranya tercatat sebagai penerima Raskin.  

Penulis   : William Marthom
Editor     : Zottok

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.