.

.

Tuesday, 4 April 2017

Oknum PNS Aniaya Wartawan, Bupati Lutra Meminta Maaf

Bupati Lutra Indah Putri Indriani, saat menggelar pertemuan dengan sejumlah wartawan di ruang pertemuan Wakil Bupati, Senin (3/4/2017)

LUTRA
, Tabloid SAR- Bupati Luwu Utara (Lutra) Indah Putri Indriani, menggelar pertemuan dengan sejumlah wartawan yang tergabung dalam Solidaritas Wartawan  Luwu Raya (Swara) di ruang Pertemuan Wakil Bupati, Senin (3/4/2017).

Pertemuan tersebut digelar oleh orang nomor satu di Kabupaten Lutra itu, untuk mengklarifikasi insiden penganiayaan wartawan Harian Fajar Syahruddin Syah, yang dianiaya oleh salah satu staf Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Lutra, pada Jumat (31/3/2017) sore.

Dalam pertemuan itu, Indah menyatakan pihaknya sangat menyayangkan insiden penganiayaan wartawan yang dilakukan oleh staf Disdukcapil Lutra yang bernama Said, apa lagi pelaku adalah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Kami sangat menyayangkan terjadinya aksi pemukulan terhadap Pak Syahruddin, padahal wartawan adalah mitra pemerintah daerah (Pemda) Lutra. Apa lagi kejadiannya dalam kompleks perkantoran Pemda Lutra dan pelakunya adalah oknum PNS,” kata Indah seraya meminta maaf kepada para wartawan dalam pertemuan itu.

Bupati cantik ini, juga menyebutkan bahwa pelaku saat itu, sudah menjalani proses hukum di Polres Lutra dan pihaknya juga menegaskan telah memerintahkan Inspektorat Lutra untuk memproses pelaku secara administratif sesuai regulasi yang berlaku bagi Aparatul Sipir Negara (ASN) atau PNS.

“Tidak ada toleransi untuk tindak kekerasan yang terjadi dalam lingkungan kerja Pemda Lutra, baik peristiwa antar sesama ASN di lokasi, maupun dengan wartawan, termasuk juga bagi masyarakat umum. Intinya tidak boleh ada tindak kekerasan di tempat pelayanan dan tidak ada jastifikasi pembenaran, kenapa kejadian itu, bisa terjadi walaupun secara personal yang bersangkutan dalam kondisi kurang stabil,” tegas Indah.

Sementara, Kepala Disdukcapil Lutra Sri Suswati, mengakui jikalau Said adalah salah satu stafnya.

“Yaa memang, pelaku adalah staf saya di Disdukcapil. Meski demikian, saya berkewajiban memberitahukan bahwa Said sedikit mengalami gangguan mental, atau kurang waras. Tapi tolong digaris-bawahi, pernyataan ini bukan bermaksud membela pelaku,” kata Sri Suswati dalam pertemuan itu.

Ia juga menerangkan, jika selama ini, Said selalu disiplin menjalankan tugas yang diberikan kepadanya.

“Selama ini jika Said minum obatnya, semua pasti baik-baik saja, mungkin insiden ini terjadi karena pelaku lupa makan obatnya,” tandas Sri Suswati sambil meminta maaf kepada wartawan.

Untuk diketahui, wartawan yang menjadi korban aksi kekerasan oknum PNS di Lutra ini, dianiaya oleh pelaku saat menjalankan tugasnya sebagai seorang jurnalis, ketika korban hendak melakukan wawancara dengan Kepala Disdukcapil Lutra Sri Suswati terkait masalah progress perekaman e-KTP.

Penulis   : Dedhy
Editor     : William Marthom

No comments:

Post a Comment

.

.