.

.

Saturday, 15 April 2017

Para Kepala Desa di Luwu Resah “Diperas” Sekelompok Oknum LSM

Tampak tiga personil LSM-LPPRI (depan) foto bersama dengan salah satu kepala desa di Kecamatan Kamanre Kabupaten Luwu.

LSM LPPNRI : Itu Tidak Benar, Kasat Reskrim Polres Luwu : Kita Proses Jika Ada Laporan

LUWU, Tabloid SAR – Para kepala desa di Kabupuaten Luwu Sulawesi Selatan (Sulsel), menjadi resah akibat diintimidasi oleh sekelompok oknum LSM dan diduga kuat melakukan pemerasan terhadap para kepala Desa di daerah yang dijuluki Bumi Sawerigading ini.

Korbannya, selain para kepala desa di Kecamatan Latimojong, juga beberapa kepala desa di Kecamatan Bajo Barat. Sekelompok oknum LSM tersebut, bahwa disebut-sebut memungut dana dengan cara mengintimidasi, antara Rp 3 juta hingga Rp 7 juta pada setiap kepala desa.

Ironisnya lagi, bahwa menurut informasi yang dihimpun Tabloid SAR, bahwa sekelompok oknum LSM dalam melancarkan aksinya tersebut, disebut-sebut mengaku sebagai utusan dari Badan Pemeriksa Kuangan (BPK).

Hal tersebut, dikemukakan oleh sejumlah kepala desa di Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Luwu. “Kami mengadukan hal ini di Kantor DPMD atas adanya ulah beberapa oknum LSM LPPNRI (Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara RI, red) yang sangat meresahkan dengan cara memaksakan diri meminta uang, dengan memperatasnamakan BPK.

“Ya, kami terpaksa berikan sebab mereka (oknum LSM) tersebut menyebut-menyebut diri selaku utusan BPK. Jika tidak diberikan, mereka mengancam akan melapor kepada pihak aparat penegak hukum, atas pengelolaan dana desa,” tutur sejumlah kepala desa saat melaporkan kejadian ini di Kantor DPMD Kabupaten Luwu, Senin (10/04-2017).

Menurut sejumlah kepala desa menuturkan, bahwa sudah ada rekan-rekan kami sejumlah kepala desa, utamanya di Kecamatan Latimojong, mengaku telah dimintai uang antara Rp 3 juta hingga Rp 7 juta. “Kami sangat mengharapan pada pihak DPMD agar dapat mencarikan solusi supaya tidak turun ke desa-desa melakukan dugaan pemerasan seperti itu.” bebernya.

“Kita jadi sangat resah dan sangat tidak nyaman, jika pihak LSM meneror terus begini,” jadi bagaimanalah cara pihak pemerintah Kabupaten Luwu, melalui DPMD dan pihak berwenang agar diambil langkah-langkah tegas yang semestinya,” ujar Kepala Desa Buntu Awo, Raswil yang tampil selaku juru bicara bagi para kepala desa yang datang mengadu di Kantor DPMD Kabupaten Luwu tersebut.

Namun Raswil, tak lain adalah salah satu kepala desa di Wilayah Kecamatan Walenrang Utara Kabupaten Luwu ini, mengaku belum pernah didatangi para oknum LSM tersebut. “LSM tersebut belum datang di desa saya, jika datang minta uang apalagi sebanyak itu maka pasti saya akan laporkan ke pihak kepolisian dalam kasus pemerasan,” terangnya.

Raswil pun sangat menyayangkan para rekan-rekannya sesama kepala desa yang mau saja meladeni permintaan oknum-oknum LSM seperti ini. “Jika merasa diperas , lalu kenapa tidak melapor kepada pihak kepolisian,” tandas Kepala Desa Buntu Awo tersebut.

Kasi Keuangan Aset Desa DPMD Kabupaten Luwu Rahmat SE, membenarkan jika terdapat sejumlah kepala desa telah menyampaikan keluhannya, atas adanya oknum LSM-LPPNRI yang diduga kuat melakukan pemerasan tersebut, antara lain sejumlah kepala desa di Kecamatan Latimojong dan beberapa kepala desa di wilayah kecamatan lainnya di Kabupaten Luwu ini.

Menurutnya, hal ini kita akan koordinasikan dengan pihak Inspektorat dan Kesbangpol agar diambil langkah-langkah semestinya. “Kita juga sangat mengharapkan pihak Aktivis Pembela Arus Bawah, supaya dapat membantu untuk mendampingi para kepala desa dari tindakan pemerasan oknum-oknum LSM seperti ini,” ujar Rahmat.

Menyikapi hal ini, Direktur Eksekutif Aktivis Pembela Arus Bawah, Rahmat K Foxchy sangat mengecam adanya oknum LSM yang diduga melakukan pemerasan pada sejumlah kepala desa di Kabupaten Luwu tersebut.

“Ini bukan soal jeruk makan jeruk tapi itu mesti diusut secara hukum, jika informasi ini benar adanya, sebab tindakan seperti ini sudah sangat menyalahi visi dan misi LSM itu sendiri, maka tindakan oknum-oknum LSM seperti ini harus dikecam,”tandas aktivis yang selama ini dikenal vokal menyoroti kasus-kasus korupsi tersebut.

Aktivis yang pernah menggelar aksi demonstrasi di KPK dan Kejaksaan Agung dan lain-lainnya di Jakarta itu, mengaku setiap saat siap mendampingi para kepala desa yang diduga menjadi korban pemerasan sejumlah oknum LSM, untuk melapor kepada pihak kepolisian.

“Sebaiknya para kepala desa yang merasa diperas agar melapor di Polres Luwu. Saya setiap saat siap memberikan pendampingan pada para kepala desa yang diduga korban pemerasan oknum LSM tertentu, supaya dapat diproses secara hukum,”kata Ories.

Ini bukan soal jeruk makan jeruk, lanjut Ories menuturkan, tapi LSM itu sejatinya adalah sebagai lembaga pemerhati kebijakan publik dan mendorong terwujudnya pemberdayaan masyarakat. “Jika sifatnya sudah melakukan tindakan pemerasan, itu namanya sudah kriminal dan mesti pula dikasuskan secara hukum,” tandasnya.

Sementara Hisbul Wathan SH, dalam kartu namanya tertera sebagai Tim 7 Investigasi dan Intelejensi LPPNRI, saat dikonfirmasi melalui nomor handphone (HP) yang tercantum dalam kartu nama yang diberikan oleh salah seorang kepala desa, minta tidak disebut namanya.

Namun Hisbul membantah keras atas adanya tudingan yang dilontarkan oleh sejumlah kepala desa di Luwu tersebut. “Itu tidak benar, jadi tidak ada pemerasan seperti itu,” jawab Hisbul dengan singkat saat dikonfirmasi melalui nomor HPnya, Jumat (14/04-2017), mengaku berada di Makassar.

Sedangkan Kasat Reskrim Polres Luwu, AKP Muhammad Hatta, saat juga dihubungi melalui telepon selulernya, untuk dimintai tanggapannya terkait adanya dugaan sejumlah oknum LSM yang diduga melakukan pemerasan kepada para kepala desa. Ujarnya bahwa, apabila memang ada laporan maka kami akan proses menurut ketentuan hukum yang berlaku.

Penulis : Tim Redaksi

No comments:

Post a Comment

.

.