.

.

Saturday, 15 April 2017

Persaudaraan Dai Indonesia Sukses Gelar Silahturahmi dan Dialog Kerakyatan di Palopo

Tampak ratusan warga menghadiri acara Silaturahmi dan Dialog Kerakyatan dengan Tema "Luwu  : Dulu, Kini & Esok" yang diselenggarakan oleh Persaudaraan Dai Indonesia di Gedung Soedenrae Convention Centre (SCC) Palopo, Jumat (14/4/2017)

Ratusan Warga Hadiri Dialog Kerakyatan yang Bertema “Luwu : Dulu, Kini & Esok”

PALOPO, Tabloid SAR- Persaudaran Dai Indonesia (Pos Dai) sukses menggelar Silahturahmi dan Dialog Kerakyatan yang digelar di Gedung Saodenrae Convention Centre (SCC), Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat (14/4/2017).

Pos Dai boleh dikatakan sukses dalam menyelenggarakan kegiatan ini, karena selain mampu menghadirkan ratusan warga Luwu Raya (Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur dan Kota Palopo- red), acara itu juga mampu mengugah kesadaran politik para peserta yang hadir.

Dialog yang digagas oleh Pos Dai tersebut dikemas dengan tema “Luwu : Dulu, Kini & Esok” menghadirkan tiga pembicara termuka asal Tana Luwu (Luwu Raya) yang telah dikenal oleh masyarakat Sulsel dan Indonesia pada umumunya.

Ketiga narasumber kondang itu, antara-lain Datu Luwu H. Andi Maradang Mackulau Opu To Bau, SH dan mantan Rektor Universitas Andi Djemma (Unanda) Palopo Prof. DR. Lauddin Marsuni, SH, MH, serta Anggota DPD asal Sulsel DR. Ir. Adul Aziz Qahhar Musakkar, M.Si.

Andi Maradang Mackulau dalam dialog tersebut memaparkan sejarah masa lampu Kerajaan Luwu (Kedaun Luwu- red) yang cukup tersohor mulai dari era sebelum masa penjajahan hingga masa pasca kemerdekaan Indonesia.

Sedangkan, Lauddin Marsuni mempersentasekan materinya yang diberi judul “Positioning Bija To Luwu dalam Pemilihan Gubernur Sulsel 2018”.

Akademisi ahli hukum ilmu negara dan ilmu tata Negara, serta ahli perundang-udangan itu, menjelaskan bahwa pengertian judul positioning pada materinya itu mengandung pengertian tindakan untuk merancang bakal calon yang dapat ditawarkan oleh Bija To Luwu kepada penduduk, partai politik (Parpol) dan pemilih untuk didukung, diusung dan dipilih dalam pemilihan Gubernur Sulsel 2018 mendatang.

Ia juga menjelaskan makna Bija To Luwu yang menurutnya adalah orang yang memiliki ikatan emosional dengan Luwu berdasarkan garis keturunan atau kelahiran.

Sementara, Ustadz Abdul Aziz yang merupakan senator asal Sulsel dalam acara tersebut menyebutkan bahwa daerah Tana Luwu sangat terkenal dengan kekayaan alamnya.

“Luwu selain terkenal sebagai wilayah kerajaan tertua di jazirah Sulsel dan Indonesia yang kaya akan berbagai macam keunggulan peradabannya, Tana Luwu juga terkenal dengan kekayaan alamnya seperti mineral Nickel yang ada di Kabupaten Luwu Timur,” ujar Abdul Aziz.

Kendati demikian, tambah putra kharismatik Kahar Muzakkar itu, keunggulan-keunggulan Tana Luwu tidak berbanding lurus dengan posisi Bija To Luwu dalam pemerintahan di Sulsel.

“Saya juga heran, kenapa Bija To Luwu sangat susah atau sulit menempati sejumlah posisi strategis seperti jabatan Kepala Dinas atau Badan dalam pemerintahan di Provinsi Sulsel. Padahal SDM masyarakat Luwu juga tidak ketinggalan jika dibandingkan dengan masyarakat lainnya yang ada di Sulsel,” ketusnya.

Oleh karena itu, masyarakat Tana Luwu sudah seharusnya menyamakan persepsi bahwa jangan berharap akan ada orang yang akan memperbaiki orang Luwu kalau bukan Bija To Luwu itu sendiri, tegas Abdul Aziz.     

Menariknya dialog ini, dipandu oleh Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, DR. Aswar Hasan, M.Si yang juga pakar ilmu komunikasi politik.

Pada session tanya-jawab para peserta dialog, berlomba-lomba mengangkat tangan mereka untuk bertanya kepada para narasumber.

Dari pantauan wartawan media ini, para peserta yang bertanya begitu puas karena pertanyaan mereka dijawab secara lugas, tuntas, singkat, padat dan jelas oleh para pembicara dalam dialog tersebut.

Meski demikian, pihak penyelenggara kegiatan masih berkecil hati karena dari empat Kepala Daerah dan Wakilnya di Luwu Raya yang diundang, hanya Walikota Palopo Drs. HM Judas Amir, MH bersama Wakilnya DR. Akhmad Syarifuddin, M.Si, yang menghadiri kegiatan tersebut.

“Kalau kepuasan panitia kegiatan ini, ditanyakan oleh kawan-kawan Pers, dari antusias masyarakat yang hadir kami tentu puas. Tetapi dibalik rasa puas itu, ada juga rasa kecewa karena dari empat kepala daerah dan wakil kepala daerah yang diundang panitia, Cuma Pak Wali (Walikota Palopo- red) dan Wakilnya yang hadir,” kata Ketua Panitia Abdul Jaffar saat ditemui seusai kegiatan tersebut ditutup.

Dalam kesempatan ini, Walikota Palopo HM Judas Amir diberi kesempatan untuk menyerahkan Plakat Pos Dai bagi para narasumber dalam penghujung acara itu.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 14.00 Wita tersebut, baru ditutup secara resmi dengan tepuk tangan meriah ratusan peserta yang hadir, sekitar pukul 17.30 Wita menjelang waktu shalat magrib.

Penulis   : William Marthom
Editor     : Zottok

No comments:

Post a Comment

.

.