.

.

Rubrik

.

Rabu, 26 April 2017

Raskin Tak Kunjung Disalurkan, Aktivis Minta Kadis Sosial Palopo Dicopot

Tampak Raskin tersusun rapi dalam sebuah gudang milik Bulog

LSM Aktivis Pembela Arus Bawah : Copot Kadis Sosial Karena Tidak Mampu Mengimplementasikan Kebijakan Walikota

PALOPO, Tabloid SAR- Beras bantuan pemerintah untuk rumah tangga miskin yang lebih populer dikenal dengan istilah Raskin di Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel) hingga akhir April 2017 belum juga disalurkan kepada masyarakat penerima manfaat.

Hal tersebut membuat sejumlah warga Kota Palopo mulai kesal dan geram kepada Kepala Dinas (Kadis) Sosial selaku stakeholder terkait. Kadis Sosial Andi Baso Najamuddin dinilai tidak mampu menindaklanjuti atau mewujudkan program Raskin gratis sesuai dengan kebijakan Walikota Palopo HM Judas Amir.

Tidak hanya masyarakat penerima bantuan Raskin yang menginginkan pencopotan Andi Baso Najamuddin, akan tetapi Direktur LSM Aktivis Pembela Arus Bawah Rahmat Karim Foxchy dengan tegas meminta Walikota Palopo untuk mencopot Kadis tersebut.

Menurut Rahmat, yang bersangkutan mestinya segera dicopot dari jabatannya karena telah gagal dan tidak mampu mengimplementasikan kebijakan Walikota Palopo untuk mewujudkan penyaluran Raskin gratis kepada masyarakat miskin di Kota Palopo.   

“Kegagalan dan ketidak mampuan Kadis Sosial dalam mewujudkan Raskin gratis bagi warga miskin di Kota Palopo, sesuai kebijkan Pak Wali (Judas Amir- red) dapat berakibat buruk secara politis bagi Walikota,” kata Rahmat.

Sebab, Walikota bisa kehilangan kepercayaan di mata masyarakatnya dan boleh jadi dianggap telah membohogi masyarakat Palopo. Pasalnya, Pak Judas Amir sejak awal Januari 2017 hampir dalam setiap kesempatan di depan warganya, selalu mensosialisasikan kebijakan Raskin gratis untuk masyarakat yang kurang mampu secara ekonomis di Kota Palopo, jelas Rahmat.

“Teman-teman wartawan kan biasa mendengar langsung Pak Judas Amir ketika berbicara di depan warga Palopo selama ini. Beliau selalunya ngomong gini, penerima Raskin patut bersyukur karena Pemerintah Kota Palopo telah mengratiskan Raskin mulai Januari 2017 tahun ini. Tebusan Raskin sebesar Rp 24 ribu per zak yang isinya 15 Kg atau Rp 1.600 untuk setiap Kg-nya telah ditanggung melalui  APBD Kota Palopo tahun 2017,” kata Rahmat menirukan bahasa Walikota ketika membawakan sambutannya pada sejumlah kegiatan selama memasuki tahun 2017.

Celakanya, jika Kadis Sosial tidak segera dicopot oleh Walikota atas persoalan ini, tentu berpotensi mempengaruhi elektabilitas dan popularitas, serta kredibilitas Walikota Palopo di mata masyarakatnya. Apa lagi, saat ini situasi politik jelang Pilwalkot Palopo sudah mulai memanas meski Pilwalkot Palopo baru akan dihelat tahun 2018 mendatang, tambah aktivis yang malang melintang di Luwu Raya dan Jakarta itu.

“Sebagai petahana Pilwalkot Palopo, Pak Judas Amir dapat dirugikan dengan problem semacam ini, apa bila tidak segera disikapi secara tegas. Copot Kadisnya dan ganti dengan pejabat yang lebih mampu mengakselerasikan kebijakan Raskin gratis,” tegasnya.

Sementara, Kadis Sosial Kota Palopo, Andi Baso Najamuddin saat hendak dikonfirmasi di ruang kerjanya, yang bersangkutan tidak berada di tempat. Menurut sejumlah stafnya, bahwa Andi Baso Najamuddin sudah dua hari tidak masuk kantor karena kurang sehat.

“Pak Kadis, tidak ada Pak. Beliau sudah dua hari tidak masuk kantor karena sakit,” kata sejumlah staf Dinas Sosial kepada wartawan media ini.

Berhubung, karena Kadis Sosial tidak berada ditempat, wartawan media ini kemudian berupaya mengonfirmasi Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin (Kabid Dayasos dan PFM) Dinas Sosial, Nasrul Annas, Rabu (26/4/2017).

Meski demikian, Nasrul Annas enggan berkomentar banyak terkait keterlambatan penyaluran Raskin kepada masyarakat Kota Palopo.

“Raskin hingga kini belum dapat disalurkan kepada masyarakat karena datanya masih sementara dalam tahap proses di Kementrian Sosial. Kami sudah tiga kali bolak balik ke Jakarta untuk pengurusan hal tersebut,” ujar Nasrul Annas seraya mengatakan pihaknya tidak dapat memberikan keterangan lebih jauh terkait persoalan tersebut tanpa seizin atasannya (Kadis Sosial- red).

Hingga berita ini dipublikasikan, wartawan media ini belum mengonfirmasi langsung Walikota Palopo HM Judas Amir terkait persoalan tersebut.

Penulis   : William Marthom
Editor     : Zottok

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.