.

.

.

Senin, 22 Mei 2017

H. Lahmuddin, Berniat Maju Pilkada Luwu Melalui Jalur Perseorangan

 
Contoh design baliho H. Lahmuddin, SH, MH, yang akan mulai dipasang dan disebar pada sejumlah titik strategis dalam wilayah Kabupaten Luwu, saat dirinya kembali Umroh dari Tana Suci. 
Sekembalinya dari Umroh akan Mulai Memasang Baliho

LUWU, Tabloid SAR- Pasca menyampaikan pernyataan sikapnya untuk maju Pilkada Luwu 2018. Kepala Inspektorat Kabupaten Luwu, H Lahmuddin SH MH, menggelar acara syukuran keluarga, Kamis (13/04/2017) di kediamannya yang berada di Kelurahan Radda Tampumia, Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Hadir pada acara syukuran tersebut Ketua Penggerak PKK Kabupaten Luwu, Hj Andi Tenri Karta istri Bupati Luwu, Andi Mudzakkar di dampingi sejumlah istri pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu. Hadir pula beberapa pejabat dan pegawai Pemerintah Kabupaten Luwu serta masyarakat.

Jadi melalui acara syukuran inilah, Lahmuddin mengemukakan niatnya maju bertarung pada Pilkada Luwu, melalui jalur independen (perseorangan- red).

Alasan paling mendasar bagi Putra Tampumia ini, sehingga lebih memilih maju melalui jalur perseorangan, karena dirinya masih birokrat aktif di lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu.

“Apalagi saya ini bukan kader politik sebab masih aktif sebagai birokrat. Jadi saya akan menggarap dukungan dari masyarakat sebagai syarat pencalonan melalui jalur perseorangan,” tutur Lahmuddin kepada Tabloid SAR, di sela-selah suasana santai pada acara syukuran di rumahnya.

Kata birokrat yang dikenal sangat familiar dan merakyat ini, kendati dirinya belum mendapat dukungan salah satu Parpol (Partai Politik), maka pihaknya akan melalui jalur alternatif yakni sistem perseorangan.

“Niat saya maju Pilkada Luwu 2018, semata-mata untuk merespons dukungan dan desakan yang kuat dari berbagai lapisan masyarakat Luwu,” ujarnya.

Tuturnya lagi, siapa tahu dukungan yang semakin kuat dari masyarakat jika melalui jalur perseorangan tersebut, sehingga nantinya ada Parpol yang berminat untuk dijadikan sebagai kendaraan politik.

“Ahok, selaku petahana saja, awalnya justru garap pencalonan dirinya melalui jalur perseorangan, tapi akhirnya didukung oleh koalisi beberapa partai, sehingga lolos menjadi Calon Gubernur DKI periode berikutnya,” begitu Lahmuddin memberikan contoh.

Kemudian dia mencontohkan lagi, halnya Anies Baswedan yang sama sekali bukan orang partai, karena memiliki tingkat eletabilitas yang baik, akhirnya mendapat tiket dukungan dari Partai Gerindra dan PKS melawan Ahok sebagai calon patahana.

“Jadi untuk mendapat tingkat elektabilitas yang memadai dari masyakarat, maka saya akan menggarap dukungan melalui jalur perseorangan sebagai jalur alternatif,” tukasnya.

Sambung dia, Insya Allah besok (Jumat, 14 April 2017) saya akan berangkat Umroh. Setelah kembali, kita baru akan memasang baliho mulai dari Walmas hingga ke Larompong Selatan.

“Tentunya pula, kita akan membentuk tim dalam rangka menggarap dukungan perseorangan dari masyarakat,” tandasnya.

Doakan yah Dinda, tambah dia, semoga kepergian saya melaksanakan ibadah Umroh dapat kembali dengan selamat, sehingga apa yang menjadi niat baik kita untuk maju pada Pilkada Luwu 2018 dapat diridhohi oleh Allah SWT, demikian harapan Lahmuddin kepada Tabloid SAR, sekaligus mengakhiri komentarnya.

Penulis   : Ories
Editor     : Zottok

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.