.

.

Monday, 22 May 2017

Rusli Sunali, Jadi Magnet Pemersatu Bagi Warga Bastem untuk Menuju Pilkada Luwu 2018

Ir. Rahmat Sajerih, mantan anggota DPRD Kabupaten Luwu saat tampil menjadi salah satu pembicara dalam memberikan dukungan terhadap pencalonan Rusli Sunali untuk bertarung pada Pilkada Luwu 2018 mendatang di hadapan ribuan warga keturunan Bastem dan Toraja pada acara silaturahim di Padang Sappa, Kecamatan Ponrang, Kabupaten Luwu, Sabtu (20/05/2017).
Mengalir Pula Dukungan dari Warga Toraja

LUWU, Tabloid SAR- Pilkada serentak 2018 mendatang, nampaknya mulai membuka mata hati bagi komunitas Bastem di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatann (Sulsel). Hal tersebut, justru sangat berbeda dengan penyelenggaraan Pilkada pada periode-periode sebelumnya.

Pasalnya, bahwa dalam menghadapi penyelenggaraan Pilkada Luwu 2018 mendatang, dimana sosok seorang Rusli Sunali semakin tampil menjadi magnet pemersatu bagi warga Bastem pada umumnya.

Bahkan warga Toraja pun, tidak ketinggalan pula untuk memberikan dukungannya terhadap salah satu tokoh pemuda terbaik asal Bastem yang satu ini, agar maju bertarung pada Pilkada Luwu 2018 nantinya.

Walaupun figur seorang Rusli Sunali adalah dikenal sebagai politisi yang berkiprah pada Partai Islam, menurut kapasitasnya selaku Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pambangunan (DPC PPP) Kabupaten Luwu dan telah mengantarnya menjadi anggota DPRD selama dua periode di daerah yang dijuluki Bumi Sawerigading ini.

Akan tetapi, justru tidak menjadi penghalang baik bagi warga Bastem maupun bagi warga Toraja, khususnya bagi kalangan beragama Kristen yang telah berdomisili di Kabupaten Luwu, untuk memberikan dukungannya secara totalitas terhadap Rusli Sunali, sebagai salah satu Bakal Calon (Balon) Bupati untuk maju bertarung pada Pilkada Luwu 2018 mendatang.

Hal tersebut dibuktikan pada kegiatan acara silaturahim yang digelar, pada Sabtu, (20/05/2017) lalu di Padang Sappa, Kecamatan Ponrang, Kabupaten Luwu. Tampak hadir sejumlah tokoh agama Kristen, tak lain adalah rumpun keluarga dari Balon Bupati Luwu yang satu ini.

Adapun diantara tokoh agama Kristen dan Toraja yang tampil menjadi pembicara pada acara silaturahim yang dihadiri kurang lebih tiga ribuan warga di Padang Sappa tersebut, antara lain Andarias Kalo, Ilyas Petrun dan Lipus Kalapadang.

Menurutnya, bahwa Rusli Sunali memiliki magnet pemersatu terhadap rumpun Bastem dan Toraja. “Saya yakin beliau akan melakukan perubahan, bilamana kelak memimpin Luwu ke depan,” ujar Andarias Kalo dengan lantangnya.

Sementara itu, Ilyas Petrun pun mengimbau kepada semua rumpun keluarga Bastem dan Toraja baik to membuntunna maupun yang di dataran rendah agar to mammesa mendukung Rusli Sunali karena selain dia masih muda, orangnya sederhana, merakyat dan bentuk kepeduliannya kepada rumpun keluarga sudah tidak di ragukan lagi.

Himbauan senada pun juga disampaikan oleh mantan Kepala Desa Tumale, Lipus Kalapadang. Ia mengaku dihadapan hadirin jika dirinya, juga pernah menjadi Caleg (Calon Legislatif) tingkat Kabupaten Luwu tapi gagal.

Ujarnya, baik warga Bastem maupun warga Toraja di Luwu ini, mari kita bersama-sama mendukung Rusli Sunali untuk maju bertarung pada Pilkada Luwu 2018 mendatang.

“Jika kedua rumpun besar ini bersatu, jangankan kosong dua maka kosong satupun kita bisa raih,” tandas Lipus Kalapadang yang dikenal sebagai salah satu tokoh masyarakat Toraja di Kabupaten Luwu ini.

Hal tersebut, kemudian dipertegas oleh Yunus Renta, salah satu masyarakat Bastem dari Walenrang Lamasi (Walmas) dan juga dikenal aktif sebagai aktivis LSM selama ini, menuturkan bahwa apa yang telah disampaikan pembicara sebelumnya, harus kita apresiasi dalam bentuk sebuah kebulatan tekad demi mendukung Rusli Sunali untuk menuju Pilkada Luwu pada tahun 2018 nantinya.

Menurutnya, sudah waktunya sekarang ini kita selaku keturunan Bastem mendukung Rusli Sunali untuk maju pada Pilkada Luwu periode 2018-2023.

“Jika kita bersatu, jangkan kosong dua maka kosong satupun mampu diduduki Rusli Sunali,” ucap Yunus Renta, kembali mempertegas statemen Lipus Kalapadang sebelumnya.

Lanjut ia menuturkan, ini harga diri kita sebagai warga Bastem khususnya dan warga Toraja pada umumnya, makanya kita jangan lagi bercerai-berai hanya karena kepentingan poltik sesaat.

Kata Yunus Renta lagi, mari kita memiliki rasa malu melihat kondisi wilayah Bastem yang masih sangat terbelakang sekarang ini. “Jadi sebaiknya kita melihat kemajuan Bastem ke depan,” imbuhnya.

Namun itu hanya bisa terwujud, sambung Yunus Renta, apabila ada orang Bastem tampil pada tampuk kepemimpinan Kabupaten Luwu, sehingga komunitas Bastem tidak lagi dipandang sebelah mata pada setiap penyelenggaraan Pilkada, sebab sudah memiliki semangat persatuan yang kuat.

“Untuk itu, saya menegaskan supaya kita semua bersatu untuk mendukung Rusli Sunali, agar dapat memimpin Luwu ke depan, demi kemajuan pembangunan tanah leluhur kita di Bastem nantinya,” tandas mantan Kepala Desa Pangalli ini.

Selain itu tampil pula Ir. Rahmat Sajerih, salah satu mantan anggota DPRD Kabupaten Luwu, untuk menyampaikan dukungannya terhadap pencalonan Rusli Sunali pada Pilkada Luwu 2018 mendatang. Begitupun halnya Nasrullah dan pembicara lainnya juga tampil memberikan dukungan aspirasinya,

Pada kesempatan ini, juga tampil Tandiesak Parinding Posoloran, yang dikenal sebagai salah satu tokoh pemuda dan tokoh mahasiswa Bastem. Lalu ia mengutip ungkapan mendiang Presiden Sukarno, ujarnya bahwa “Suatu bangsa hanya dapat kuat kalau ia bersatu”.

Kemudian Parinding, begitu tokoh pemuda ini akrab disapa, lanjut menuturkan, maka berangkat dari ungkapan Presiden Sukarno tersebut, sehingga diharapkan dapat menjadi motivasi bagi segenap keluarga dari warga Bastem untuk bersatu mendukung kakanda saya, Rusli Sunali.

“Saya sangat berharap agar semua warga Bastem bersatu supaya menjadi sebuah kekuatan, jika ingin memenangkan kakanda Rusli Sunali, melalui Pilkada pada 2018 mendatang, agar dapat tampil menjadi pemimpin Luwu ke depan,” tukas Parinding.

Selain itu, Parinding juga mengutip kata-kata Presiden Soekarno bahwa, “Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kalau bukan perjuangan kaum itu sendiri,” seperti itulah pesan Bung Karno ketika mengajak segenap bangsa Indonesia untuk bersatu-padu memperjuangkan kemedekaan Republik Indonesia.

“Melalui momentum Pilkada Luwu 2018 mendatang, kita bisa memulainya dengan bersatu-padu mendudukkan orang Bastem pada tampuk kekuasaan. Singkatnya saya mau menegaskan bahwa jika kita menginginkan perubahan di Bastem dan Luwu pada umumnya, mari kita dukung tokoh pemuda Bastem yang sudah teruji kipra dan keberpihakannya terhadap masyarakat Bastem yakni kakanda saya Rusli Sunali,” tegas Parinding disambut riuh tepuk tangan ribuan hadirin.

Sementara, Rusli Sunali ketika berbicara di tengah-tengah ribuan warga Bastem dan Toraja yang hadir, merasa sangat berterima kasih atas adanya antusiasme keluarga yang tidak disangka-sangka datang menyampaikan dukungan aspirasinya tersebut.

Menurutnya, dukungan itu adalah panggilan hati nurani untuk membangun kebersamaan. Terkait dengan pernyataan dukungan keluarga kepada saya untuk maju di Pilkada Luwu, sangat saya apresiasi.

“Jadi kehadiran dari segenap keluarga yang begitu banyak ini, maka jelas itu merupakan sebuah dorongan yang kuat, sekaligus menjadi modal utama saya,” ujar Rusli dalam mengawali sambutannya.

Rusli lanjut menyampaikan niatnya untuk maju bertarung pada Pilkada Luwu 2018 mendatang, dengan alasan berangkat dari banyaknya dukungan keluarga. Dia pun mengaku telah mewakafkan diri untuk membangun Luwu dan rumpun keluarga khususnya.

”Saya sangat berharap kepada segenap keluarga agar terus menggalang semangat kebersamaan, dengan harapan niat baik kita ini medapat ridho dari Allah SWT, sehingga dapat terwujud demi kelangsungan pembangunan Kabupaten Luwu ke depan, khususnya untuk memajukan pembangunan di wilayah Bastem secara keseluruhan,” paparnya.

Sedangkan Sesa Dulu, salah satu tokoh masyarakat Toraja yang juga tampil menjadi pembicara, seusai acara silaturahim ini menyampaikan kepada Tabloid SAR, bahwa pihaknya tidak menyangka warga yang datang di acara itu begitu membludak.

Menurutnya, hal itu merupakan agin segar, sekaligus sebagai bentuk kekuatan aspirasi untuk semakin dorongan Rusli Sunali, untuk maju pada Pilkada Luwu 2018 mendatang.

Kata dia, kapan lagi kita mendukung keluarga sendiri putra asal Bastem, kalau tidak di mulai dari sekarang ini.

“Jika bersatu, pasti kita bisa mengantar Rusli Sunali sebagai pemimpin Luwu pada periode berikutnya,” tutur Sesa Dulu.

Intinya, sambung Sesa Dulu, ini bukan persoalan agama tapi ini adalah menjalin kebersamaan keluarga.

“Jadi kami sama sekali tidak melihat Rusli Sunali itu adalah kader partai Islam (PPP- red), tapi kami justru melihat Rusli Sunali sebagai keluarga dan sebagai tokoh pemuda yang sangat pluralis dan memiliki potensi kepemimpinan, sehingga kita harus mendorongnya agar maju bertarung pada Pilkada mendatang,” tutur tokoh masyarakat Toraja di Ponrang Selatan yang satu ini.

Begitupun juga halnya, Lani Amir Bose salah satu tokoh masyarakat Bastem yang berdomisili di Padang Sappa.

“Saya pikir Rusli Sunali harus didukung total untuk maju bertarung pada Pilkada Luwu 2018 nantinya. Selain dirinya selalu tampil sederhana dan merakyat, dia pun juga berjiwa sosial dan pandai membangun komunikasi dengan keluarga,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Santa Manik, salah satu tokoh wanita asal Bastem. Bahkan Kepala Desa Pantilang yang dikenal sebagai kepala desa tercantik di Luwu ini, mengaku justru sangat tidak menduga dengan hadirnya warga yang begitu membludak tersebut.

“Hadirnya ribuan warga, khususnya dari kalangan keluarga sampai membludak seperti ini, tentu dapat menjadi modal bagi Rusli Sunali, sebagai dukungan aspirasi untuk maju Pilkada Luwu 2018 mendatang,” pungkas Santa Manik.

Penulis   : Abdul Rahman
Editor     : Ories

No comments:

Post a Comment

.

.