.

.

.

Senin, 08 Mei 2017

Tahun Ini Kades Salupao akan Bangun Empat Item Infrastruktur di Desanya

Kades Salupao, Marthen Garanta
Marthen Garanta : Selain untuk Membiaya Empat Item Bangunan Fisik, Dana Desa juga Dimanfaatkan untuk Kegiatan Nonfisik

LUWU, Tabloid SAR- Tahun ini Desa Salupao keciprat Dana Desa sebanyak Rp 840 juta dan Alokasi Dana Desa (ADD) sebanyak Rp 336 juta. Dana Desa tersebut akan digunakan untuk membangun sejumlah item infrastruktur di Desa Salupao.

Infrastruktur yang akan dibangun tahun ini antara-lain, talut dan draenase masing-masing  sepanjang 400 meter di Dusun Salupao. Sedangkan di Dusun Salupao I akan dibangun talut sepanjang 300 meter dan pembuatan saluran irigasi baru sepanjang 400 meter di Dusun Terpadu III.

Selain untuk membiaya empat item bangunan fisik, Dana Desa juga dimanfaatkan untuk kegiatan nonfisik dalam rangka pemberdayaan masyarakat, seperti pemberian modal bagi Badan Usaha Milik Desa (BumDes) dan insentif bagi para kader Posyandu di Desa Salupao.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Desa (Kades) Salupao, Marthen Garanta saat ditemui di Dusun Terpadu III, Desa Salupao, Kecamatan Lamasi Timur, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Senin (8/5/2017).

Sementara penggunaan ADD, selain untuk membiaya pengeluaran rutin Pemerintah Desa (Pemdes) Salupao, ADD juga dimanfaatkan untuk pembangunan fisik Kantor Desa Salupao yang sudah beberapa tahun dibangun secara bertahap.

“Kalau ADD kami gunakan untuk membiayai pengeluaran rutin Pemdes Salupao, seperti honor dan tunjangan aparat desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta untuk operasional aparat desa dan pengadaan alat tulis kantor (ATK),” jelas Marthen.

Meski demikian, sebagian ADD juga dimanfaatkan untuk pembangunan Kantor Desa Salupao yang sudah beberapa tahun dibangun secara bertahap.

“Selain untuk membiaya pengeluaran rutin Pemdes Salupao, ADD juga kami gunakan untuk pembangunan fisik kantor yang masih sementara dibangun secara bertahap. Tahun ini, kita programkan plesteran dinding kantor dan pembangunan WC, serta pengadaan pengaman jendela kantor,” sebut Marthen.

Menurut Marthen, selama dirinya menahkodai Desa Salupao pihaknya selalu berupaya menggunakan Dana Desa dan ADD sebagaimana mestinya, agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat desa secara nyata.

“Selama saya diberi amanah oleh masyarakat Desa Salupao untuk menahkodai desa ini, saya selalu berupaya menggunakan Dana Desa dan ADD sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Agar manfaat anggaran tersebut dapat dirasakan masyarakat dan pembangunan infrastruktur di desa dapat dilihat dan dinikmati masyrakat,” tandasnya.

Ia juga menyatakan bahwa seluruh item kegiatan yang didanai dengan Dana Desa, merupakan hasil musyawarah desa (Musdes) dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat Desa Salupao.

“Semua kegiatan yang dibiaya dengan menggunakan Dana Desa, kami putuskan secara demokratis dalam forum Musdes dengan melibatkan para tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda, serta segenap aparat desa dan BPD Salupao,” tutur Marthen.  

Penulis   :  William Marthom
Editor     : Zottok

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.