.

.

Rubrik

.

Rabu, 10 Mei 2017

Warga Tanjung Ringgit Menuntut Pembangunan Jalan, Pemkot Palopo Dianggap Diskriminatif

Tampak jalan setapak yang terbuat dari kayu di RT 4/ RW 3, Kelurahan Pontap, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo, telah lapuk dimakan usia dan sudah rusak berat. Warga setempat minta perhatian Pemkot Palopo
Antonius Dengen : Itu Masuk dalam Garis Sempadan Pantai

PALOPO, Tabloid SAR- Pesatnya pembangunan dan peningkatan kualitas  infrastruktur sejumlah ruas jalan di Kota Palopo, dengan pengaspalan dan rabat beton, ditengarai belum merata.

Pasalnya pemerataan pembangunan demikian belum menyentuh masyarakat yang bermukim di daerah pesisir pantai, khususnya  warga RT 4 RW 3 tepatnya di Jalan Baru Tanjung Ringgit, Kelurahan Pontap, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo, Sulawesi Selatan.

Walau merasa kecewa, sejumlah warga RT 4 Kelurahan Pontap, mengatakan mereka sangat mengapresiasi kepemimpinan Walikota Palopo HM Judas Amir, dalam membangun sejumlah insprastruktur jalan pada hampir semua wilayah di Kota Palopo.

Namun sayangnya, pembangunan jalan yang demikian pesat belum dapat kami nikmati karena pembangunan di lingkungan kami belum mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo. Pada hal kami sudah beberapa kali mengajukan permohonan kepada pihak Pemkot, agar diperbaiki.

Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu warga TR 4 RW 3 Kelurahan Pontap, Iwan M. Nur, Selasa (9/5/2017) pagi.

Menurut Iwan di lingkungan mereka akses jalannya sudah sangat memprihatinkan dan membahayakan warga, utamanya bagi anak-anak, karna jalan setapak yang terbuat dari kayu untuk dijadikan titian warga menuju akses jalan utama, telah lapuk dimakan usia dan sudah rusak berat.

Jalan setapak tersebut dibangun secara swadaya oleh masyarakat setempat, untuk dijadikan titian atau sebagai akses jalan yang menghubungkan rumah-rumah warga menuju jalan utama di kota ini.

“Kami sudah beberapa kali mengajukan permohonan ke Pemkot agar jalan ini, dibantu untuk diperbaiki tapi hingga saat ini permohonan kami tidak pernah di tanggapi,” kata Iwan dengan rada kesal.

Warga Tanjung Ringgit tersebut, menyatakan permohonan mereka yang tidak ditanggapi oleh Pemkot Palopo, membuat warga setempat merasa diperlakukan secara diskriminatif oleh pihak Pemkot.

“Pemkot Palopo sepertinya mendiskrimasi kami, pada hal semua penduduk yang bermukim di RT 4/ RW 3 Kelurahan Pontap, memiliki KTP Palopo,” ketus Iwan.

Lanjut Iwan, mereka tidak tahu alasan Pemkot Palopo kenapa tidak memperhatikan perbaikan jalan di lingkungan mereka. Karena hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari pihak Pemkot Palopo terkait permohonan warga.

Iwan menambahkan, tepaksa mereka berusaha untuk memperbaiki jalan setapak di lingkungan mereka dengan cara swadaya.

Meski demikian, mereka berharap agar Pemkot Palopo mau membantu anggaran untuk menambah dana yang dikumpul oleh warga secara swadaya untuk memperbaiki jalan di lingkungan mereka, pungkas Iwan.

Sementara pihak Pemkot melalui Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perataan Ruang (PUPR) Kota Palopo, Antonius Dengen yang dimintai tanggapannya terkait hal ini mengatakan, kita bukan tidak ingin membangun jalan warga di RT 4/ RW 3 Kelurahan Pontap sebagai mana yang disampaikan perwakilan warga setempat di hadapan Walikota Palopo saat Musrembang tingkat Kecamatan Wara Timur beberapa waktu lalu.

“Hanya saja wilayah tersebut masuk dalam garis sempadan pantai, sehinggah tidak dapat kita anggarkan,” ujar Antonius.

Menurut Antonius, jika Pemkot menganggarkan pembangunan jalan pada lingkungan tersebut, nanti Pemkot dianggap melanggar ketentuan hukum yang berlaku, sebab wilayah itu masih dalam kewenangan Pemerintah Pusat yang belum dilepas untuk lokasi pemukiman warga. Apa lagi ada rencana pemerintah pusat untuk mengembangkan pembangunan Pelabuhan Tanjung Ringgit.

“Alasan ini lah yang membuat Pemkot tidak dapat merespon tuntutan aspirasi warga pada lokasi itu, sehinggah jalan tersebut tidak dapat anggarkan,” kunci Antonius.

Penulis   : Arizal Ilyas
Editor     : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.