.

.

.

Senin, 12 Juni 2017

Jalan Poros Wajo – Bone yang Rusak di Desa Pallawarukka Sudah Diperbaiki

Jalan poros Baupaten Wajo-Bone di Dusun Cempa, Desa Pallawarukka, Kecamatan Pammana, kini sudah dapat dilalui karena telah selesai ditimbun dengan material sirtu (kerikil- red).
WAJO, Tabloid SAR- Setelah hampir selama dua pekan tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat akibat terjadinya penyusutan badan jalan di Dusun Cempa, Desa Pallawarukka, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel), kini sudah dapat dilalui karena telah selesai ditimbun dengan material sirtu (kerikil- red).

Ini tentu merupakan salah satu kabar gembira bagi para pemudik jelang lebaran, terutama yang ingin melintas di kilo meter 17 jalan poros antar Kabupaten Wajo dengan Bone, tepatnya di Desa Pallawarukka karena jalan tersebut sudah selesai ditimbun pasca mengalami kerusakan parah.

Hal tersebut diungkapkan Kepala UPT Wilayah III Balai Jalan Kementerian PUPR, Abd. Syahid saat ditemui pada Minggu (11/6/2017).

Syahid menerangkan, pengerjaan jalan sepanjang 150 meter yang menyusut di Desa Pallawarukka, tepatnya di Dusun Cempa, sudah selesai ditimbun dengan menggunakan material sirtu.

“Untuk sementara, penyusutan jalan poros Wajo-Bone di kilo meter 17 Desa Pallawarukka sudah kita timbuni. Sekitar seribu kubik sirtu, kita gunakan untuk menimbun di sana,” jelasnya.

Ia menambahkan, hal itu dilakukan tidak hanya sebagai upaya untuk memperbaiki infrastruktur jalan di Kabupaten Wajo, namun juga merupakan salah satu persiapan dalam mengantisipasi arus mudik jelang lebaran mendatang.

“Jalan yang mengalami penyusutan di Desa Pallawarukka itu merupakan akses utama warga baik dari Wajo menuju Kabupaten Bone maupun sebaliknya. Jadi jika tidak segera diperbaiki, kasihan masyarakat apa lagi jelang mudik lebaran,” terangnya.

Kendati demikian, jalan tersebut tidak dapat langsung diaspal dan harus ditimbun dulu dengan material sirtu agar segera bisa dilalui pengendara. Karena proses pengaspalannya harus disesuaikan dengan kondisi jalan itu nantinya berdasarkan evaluasi teknis pasca penimbunan, ujar Syahid.

“Kami masih harus mengkaji secara teknis kondisi jalan tersebut, kalau masih mengalami penyusutan tentu belum dapat dikerjakan lebih lanjut tetapi jika tidak susut lagi maka kami akan langsung mengaspalnya dalam waktu dekat ini,” tukasnya.

Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kabupaten Wajo, Alamsyah berharap supaya jalan tersebut dapat diselesaikan secepatnya.

“Kami berharap agar pihak UPT Wilayah III Balai Jalan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat segera menyesaikan perbaikan jalan itu, supaya ketika Sungai Walannae meluap, air tidak menggenangi lagi badan jalan,” kata Alamsyah.

Alamsyah menyebutkan, sejak jalan itu mengalami penyusutan dan air Sungai Walannea meluap menggenangi badan jalan tersebut, penggunaan jalan baik roda dua maupun roda empat tidak berani melintasi jalan rusak di Desa Pallawarukka itu.

“Sekitar satu minggu lebih, tidak ada kendaraan yang melintasi jalan itu, karena ketinggian air pernah mencapai diatas lutut orang dewasa. Kita berharap mudah-mudahan saja kedepannya jalan tersebut bisa bertahan dan tidak susut lagi,” harapnya.

Editor : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.