.

.

.

Kamis, 06 Juli 2017

Ada Duplikat ‘Gedung Putih’ Berdiri Mentreng di Kota Palopo

Kantor Walikota Palopo yang sedang dalam tahap pembangunan, dianggap mirip dengan Gedung Putih oleh masyarakat, diharapkan nantinya dapat disebut Balai Kota.
Warga Harapkan Kantor Walikota Baru Agar Disebut Balai Kota

PALOPO, Tabloid SAR – Tidak dapat dipungkiri bahwa kemajuan pembangunan yang begitu pesat di Kota Palopo di bawah kepemimpinan Walikota HM Judas Amir, telah mampu menggairahkan pertumbuhan ekonomi yang semakin mengundang masuknya arus investasi.

Tanpa harus menyebut data-data statistik dalam bentuk hitungan angka-angka atas indikator tehadap pesatnya pertumbuhan ekonomi di kota yang bertajuk “IDAMAN” ini. Hal tersebut, sudah nampak jelas dilihat dengan mencermati semakin beragamnya kegiatan bisnis dalam mewarnai potret kehidupan pada setiap penjuru kota ini.

Namun jelasnya dalam memasuki usia 15 tahun Kota Palopo ini, khususnya bagi masyarakat kota yang masih berbasis ekonomi lemah, hampir keseluruhannya dipenuhi kebutuhan dasarnya oleh pihak pemerintah kota.

Adapun pemenuhan atas kebutuhan dasar terhadap masyarakat dimaksud, misalnya seperti pendidikan gratis, kesehatan gratis yang didukung sistem pelayanan Jemput Antar (JA) dan pelayanan Raskin secara gratis bagi warga penerima manfaat.

Hal tesebut, karena adanya arah kebijakan Walikota HM Judas Amir yang sifatnya berorientasi pro rakyat dalam upaya untuk mewujudkan kesejahteraan sosial. Tentu ini merupakan suatu bentuk realisasi dari janji politik pada saat suksesi kepemimpinan Pilkada sebelumnya untuk diimplementasikan secara nyata melalui sistem kebijakan publik yang berpihak kepada rasa kepedulian sosial.

Patut pula dicatat bahwa di bawah era kepemimpinan HM Judas Amir, dibangunan sebuah bagunan yang sangat monumental di Kota Palopo, kini bangunan itu sedang dalam tahap perampungan yakni Kantor Walikota baru yang dibangun kembali di lokasi kantor Walikota lama yang dibakar massa karena dipicu ketidak puasan terhadap hasil Pilwalkot atau oleh karena adanya pendukung dan atau simpatisan kandidat yang kalah kemudian tidak dapat menerima hasil proses sebuah ajang kontestasi demokrasi suksesi pucuk pimpinan, pada Minggu (31/3/2013) empat tahun silam.

Dikatakan sebuah bangunan monumental karena bangunannya hampir menyerupai Gedung Putih tempatnya Presiden Amerika Serikat berkantor di Washington yang membuat banyak warga menyebutnya “ada duplikat Gedung Putih yang berdiri mentreng di jantung Kota Palopo”.

Salah satu warga yang menyebutkan seperti itu bernama Abdul Salam, berprofesi sebagai pelaut yang line kapalnya melayani pelayaran rute Amerika Serikat dan Eropa serta Arab. “Bagunan baru kantor Walikota Palopo itu, jika diperhatikan dari jauh layaknya seperti Gedung Putih di Amerika Serikat,” tuturnya.

Di lain pihak, justru tidak sedikit pula warga sangat mengharapkan agar bagunan baru Kantor Walikota itu supaya disebut atau diberi nama Balai Kota Palopo. Alasannya karena di mana-mana di republik ini secara umum Kantor Walikotanya sangat identik dengan istilah Balai Kota.

Hal tersebut dikemukakan oleh salah satu warga bernama Taufik. “Kita sangat harapkan agar Kantor Walikota disebut Balai Kota, karena namanya Balai Kota adalah sebuah bangunan untuk tempat Walikota berkantor,” ujarnya.

Hal senada juga dikemukakan oleh Arizal Ilyas, lalu ia menambahkan bahwa gedung Balai Kota yang berada di depan lapangan Gaspa Palopo itu sangat tidak relevan lagi disebut Balai Kota, sebab itu hanya difungsikan menjadi kantor sejumlah SKPD.

Menurutnya, supaya selaras dengan fungsinya, maka sebaiknya bangunan baru Kantor Walikota di Jalan Andi Djemma tersebut agar dinamai Balai Kota Palopo. Kemudian ia menyarankan, supaya jalan yang berada di belakangnya agar dinamai Jalan Balai Kota.

“Itu maksudnya, supaya generasi di kota ini ke depan tidak salah memahami mengenai pengertian tentang fungsi Balai Kota yang sebenarnya,” tutur Arizal, salah satu pemerhati kebijakan publik yang bergabung dalam Kelompok Aktivis Pembela Arus Bawah, dan juga berkiprah pada sejumlah organisasi kepemudaan, antara lain menjadi bagian dalam jajaran kepengurusan pada Karang Taruna Kota Palopo dan Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) Palopo.

Untuk diketahui bahwa dalam Wikipedia Ensiklopedia Bebas, ‘Balai kota’ didefenisikan sebagai bangunan administratif utama bagi pemerintahan kota dan biasanya memuat dewan kota, departemen terkait dan para pegawainya. Di sinilah, wali kotamenjalankan fungsinya.

Penulis   : Ories
Editor     : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.