.

.

Rubrik

.

Sabtu, 15 Juli 2017

Andi Cincing Makkasau Mengaku Tidak Tahu Dirinya Ditetapkan Sebagai Tersangka Korupsi

Kapolres Luwu, AKBP Ahmad Yanuari Insani
BELOPA, Tabloid SAR - Setelah sekian lama tidak terdengar sepak terjangnya dalam mengungkap kasus-kasus korupsi. Nampaknya melalui peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Bhayangkara tahun 2017 ini, akhirnya Polres Luwu kembali menunjukkan ekspektasinya dalam mengungkap kasus-kasus korupsi di wilayah hukumnya.

Dari sejumlah kasus korupsi yang sedang dalam pengusutan pihak Polres Luwu tersebut, salah satunya yang telah dinaikan pada tahap penyidikan adalah kasus dugaan korupsi Proyek Irigasi Sungai Salu Ampak yang berlokasi di Desa Pongko, Kecamatan Walenrang Utara, Kabupaten Luwu, Sulsel.

Usai upacara HUT Bhayangkara ke-71 pada Senin, (10/07/2017), Kapolres Luwu, AKBP Ahmad Yanuari Insan, kemudian mengekspose sejumlah kasus dugaan korupsi yang ditangani jajarannya kepada para wartawan. Kasus dugaan korupsi tersebut salah satunya adalah Proyek Irigasi yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2015 yang diduga kuat mengakibatkan kerugian negara.

Menurutnya, bahwa proyek irigasi yang dianggarkan kurang lebih Rp 1 miliar tersebut, sudah dinaikkan statusnya dari penyelidikan ketingkat penyidikan. Karena proyek itu dikerja asal-asalan oleh rekanan atau kontraktor sehingga berakibat mengalami kerusakan fatal, sehingga sangat berpotensi merugikan negara sampai ratusan juta rupiah.

“Untuk memastikan hal tersebut maka dalam waktu dekat akan turun tim audit dari BPKP guna menghitung jumlah kerugian negara terhadap kegiatan proyek tersebut,” ujar AKBP Ahmad Yanuari.

Pada kesempatan yang lain, Rabu (12/07/2017), Redaksi Tabloid SAR mengkonfirmasi Kasat Reskrim Polres Luwu, AKP Muh Hatta, mengenai tindaklanjut penanganan kasus dugaan korupsi Proyek Irigasi itu.

Tuturnya, penanganan kasusnya ini, kita sudah naikkan proses hukumnya pada tingkat penyidikan, ditandai atas ditetapkannya Andi Cincing Makkasau sebagai tersangkanya.
“Saya pikir hal ini sudah dijelaskan sebelumnya oleh Bapak Kapolres (AKBP Ahmad Yanuari ) dihadapan wartawan, usai upacara peringatan HUT Bhayangkara pada Senin lalu,” kata Hatta.

Adapun mengenai tindak lanjut penanganan kasus ini, kata Hatta lagi, kita tinggal menunggu perhitungan kerugian negara melalui hasil audit BPKP.

“Jika itu (hasil audit BPKP) sudah ada, lalu kasusnya dinyatakan P21, maka tersangkanya kita akan limpahkan kepada pihak Kejaksaan,” bebernya.

Saat ditanyakan bahwa berapa banyak orang telah ditetapkan menjadi tersangka, terkait kasus dugaan korupsi Proyek Irigasi tersebut ?

Jawabnya, baru Andi Cincing yang ditetapkan menjadi tersangka, namun akan dikembangkan pengusutannya lebih lanjut atas kemungkinannya terdapatnya pihak lain untuk ditetapkan menjadi tersangka.

Kata dia, pelaku tindak pidana kasus korupsi itukan biasanya lebih dari dari satu orang tersangkanya. “Nah itu juga yang kita akan dalami lebih lanjut,” ucap Hatta.

Kendati demkian, Hatta menegaskan bahwa pihaknya tidak mau berspekulasi atas kemungkinannya adanya tersangka baru nantinya.

Ya, kata dia, tentu kita akan menggunakan standar sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur) yang berlaku dalam sistem penegakan supremasi hukum.

“Jika memang sudah didukung oleh bukti permulaan yang cukup, kenapa harus takut menyeret pelaku lainnya untuk juga ditetapkan menjadi tersangka,” ujarnya.

Kemudian ketika ditanya mengenai kasus korupsi apa lagi yang sedang ditangani Tim Tipikor Polres Luwu, selain kasus Proyek Irigasi yang menyeret Andi Cincing ini ?

Hatta lalu menyampaikan, bahwa pihaknya belum dapat mempublikasikan kasus-kasus korupsi lainnya yang sedang dalam tahap pengumpulan bukti dan keterangan (Pulbaket) termasuk kasus-kasus korupsi yang masih dalam tahap penyelidikan.

“Itu belum dapat diekspose demi kepentingan penyelidikan. Namun jelasnya, bahwa jika sudah tiba waktunya kasus-kasus tersebut ditingkatkan pada tahap penyidikan, tentu kita akan publis melalui media,” terangnya.

Sementara, Andi Cincing Makkasau yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi Proyek Irigasi Sungai Salu Ampak yang berlokasi di Desa Pongko, Kecamatan Walenrang Utara, Kabupaten Luwu, merasa bingung.

“Ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dalam kasus yang mana,” ujarnya dengan rada tanya saat dikonfirmasi wartawan melalui HP selulernya.

Menurut, Andi Cincing ia merasa sangat bingung dengan adanya informasi mengenai penetapan dirinya sebagai tersangka korupsi, sebab dirinya belum pernah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian (Penyidik Tipikor Polres Luwu- red) terkait proyek Irigasi tersebut.

“Ini namanya sudah bentuk pembunuhan karakter yang sifatnya fitnah,” ujar mantan Anggota DPRD Kota Palopo itu.

Andi Cincing, mengaku merasa keberatan dan mengancam akan mensomasi pihak penyidik atas penetapan dirinya sebagai tersangka. Alasannya karena ia sama sekali tidak tahu atas penetapan dirinya sebagai tersangka.

“Saya baru tahu kalau saya ini telah ditetapkan sebagai tersangka korupsi, itupun informasinya dari rekan-rekan wartawan saat mengkonfirmasi saya,” tukasnya sembari mengatakan dirinya sedang berada di Makassar.

Andi Cincing menerangkan bahwa terkait permasalahan tersebut dirinya akan ke Polda Sulsel untuk mempertanyakan penetapan status tersangka yang disandangkan oleh Pihak Penyidik Polres Luwu terhadap dirinya.

“Soalnya, tidak ada angin tidak ada hujan, kok tiba-tiba saya ditetapkan menjadi tersangka,” ujar Andi Cincing dengan rada kesal.

Untuk diketahui bahwa terungkapnya kasus dugaan korupsi Irigasi ini, awalnya dilaporankan oleh masyarakat, sehingga pada gilirannya pihak Polres Luwu menindaklanjutinya melalui proses penanganan hukum.

Hal tersebut, sekaligus merupakan sebuah kado HUT ke-71 Bhayangkara yang dipersembahkan oleh pihak Polres Luwu kepada masyarakat Bumi Sawerigading.

Penulis   : Ories
Editor     : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.