.

.

.

Selasa, 04 Juli 2017

Reuni Akbar SMANSA Palopo 2017 Berlangsung Meriah dan Sukses

Kepala BPKAD Kota Palopo, Drs H Hamzah Djalante MSi, saat diwawancai Tabloid SAR di tengah suasan Idul Fitri 1438 H, mengenai program kerjanya sebagai Ketua IKA SMANSA Palopo Periode 2017-2020.
Hamzah Djalante : Kita Akan Dorong Alumni Perantau Agar Berinvestasi di Palopo

PALOPO, Tabloid SAR - Sukses Reuni Akbar SAMANSA atau SMA Negeri 1 Palopo, dulunya disebut SMAN 158 Palopo, tak terlepas dari realisasi atas gagasan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Palopo, Drs H Hamzah Djalante MSi.

Pada gilirannya, terlaksana sesuai agendanya pada hari Selasa, 27 Juni 2017 lalu, sebagaimana kegiatannya di pusatkan di Lapangan Gaspa Palopo. Maka menurut pantauan Tabloid SAR, sehingga diketahui dihadiri oleh ribuan alumni SMA tertua di Tana Luwu ini.

Adapun Reuni Akbar ini, dihadiri oleh alumnus SMANSA Palopo lintas angkatan atau lintas generasi, mulai dari usia yang sudah renta tampak terlihat hanya beberapa orang. Tentunya pula hadir para alumnus diaspora (perantau- red) yang telah menggapai sukses di berbagai daerah, termasuk yang berdomisili di luar negeri sekalipun.

Jika SMANSA Palopo telah menelorkan banyak alumninya yang menggapai sukses pada berbagai bidang profesi, sehingga itu bukanlah sebuah hal yang mustahil. Pasalnya, sekolah ini yang paling tertua  di jazirah Tana Luwu. Telebih lagi merupakan sekolah favorit sebelum Kabupaten Luwu dimekarkan, bahkan masih menjadi salah satu sekolah favorit dan unggulan hingga saat ini.

Jadi merupakan hal yang sangat wajar apabila alumninya yang telah banyak berkarier pada birokrat pemerintahan, TNI/Polri bahkan sudah ada berpangkat jenderal, berkarier pada bidang politik sehingga menjadi kepala daerah (bupati), pun beberapa yang menjadi legislator mulai di tingkat daerah hingga pada tingkat pusat.

Tak sedikit pula yang sukses berkiprah pada ranah management dunia perbankkan, menjadi dokter, pengacara dan berprofesi sebagai entrepreneur menurut core business yang digelutinya. Termasuk berkiprah pada berbagai profesi lainnya, menurut eksistensi kemapanan sosialnya masing-masing.

Ada hal yang sangat patut diapresisi melalui Reuni Akbar SMANSA Palopo ini, kata Nongkeng, bahwa alumni yang memiliki kemapanan sosial akan memberdayakan alumni yang sifatnya masih berstatus ekonomi lemah.

Menurut Nongkeng, jika hal ini dapat dikristalkan menjadi salah satu bagian dari program kerja Ikatan Alumni (IKA) SMANSA Palopo, maka akan dapat mendorong penguatan ekonomi bagi alumni yang masih berstatus ekonomi lemah tersebut.

“Apalagi alumni SMANSA sudah banyak yang berkiprah pada level pengambil kebijakan publik,” tutur salah satu alumni SMANSA Palopo angkatan tahun 1987 yang saat ini berprofesi sebagai petani dan berdomisili di Noling, Kecamatan Bupon, Kabupaten Luwu tersebut. Hal senada juga dikemukakan oleh sejumlah alumni SMANSA Palopo lainnya.

Ketua Pelaksana (Panpel) Reuni Akbar SMANSA Palopo, H Drs Hamzah Djalante MSi, membenarkan mengenai adanya rencana program pemberdayaan terhadap alumni yang kondisi ekonominya masih tergolong lemah. “Hal itu akan kita programkan melalui departemen khusus dalam kepengurusan IKA SMANSA ke depan,” ujar Kepala BPKAD Kota Palopo ini.

Lanjut Ketua Pengurus IKA SMANSA Palopo Periode 2017-2020 ini, bahwa ada berbagai kiat yang akan kita lakukan untuk upaya mendorong pemberdayaan terhadap alumni ekonomi lemah nantinya.

Namun yang paling kita harapkan, kata dia, bagaimana para alumni perantau yang telah sukses pada dunia entrepreneur (pelaku bisnis- red) agar dapat kembali menanamkan investasinya di Kota Palopo ini.

“Jadi dengan adanya bisnis mereka nantinya di Kota Palopo ini. Maka itukan juga dapat dapat menyerap angkatan kerja dari kalangan sesama alumni SMANSA lainnya,” harapnya.

Menurut Hamzah, bahwa Palopo dalam kapasitasnya sebagai kota jasa, memiliki trand yang semakin positif terhadap pengembangan berbagai kegiatan dunia bisnis. “Itu karena berada pada posisi jalur ekonomi yang bersifat strategis, sebab berada pada jalur lintas trans Sulawesi, sehingga banyak membuka peluang atas pengembangan bisnis industri jasa yang memiliki prospek sangat menjanjikan,” ulasnya.

Terlebih lagi dengan berfungsinya lapangan terbang I Lagaligo di Bua, tutur Hamzah lebih lanjut, maka tentunya itu akan semakin memberikan prospek bagi pengembangan bisnis industri jasa di Kota Palopo ini.

Apa lagi pihak pemerintah pusat, kata dia lagi, telah pula mencanangkan Toraja untuk diprogramkan menjadi salah satu tujuan destinasi wisata dunia, di mana Bandara I Lagaligo akan dikembangkan menjadi pintu masuk bagi penerbangan wisatawan mancanegara tersebut.

Lanjut Hamzah menjelaskan, apalagi Pemerintah Kota Palopo telah menyederhanakan segala bentuk perizinan melalui sistem pelayanan paripurna, untuk lebih mendorong masuknya arus investasi, tanpa terkecuali pada bidang investasi dunia usaha jasa industri pariwisata.

Jadi ini yang sangat kita harapkan, ujar birokrat yang dikenal sangat familiar tersebut, bahwa bagaimana teman-teman alumni di perantauan, utamanya yang berprofesi di bidang dunia usaha (entrepreneur- red) supaya dapat menangkap prospek usaha jasa industri pariwisata di Kota Palopo ini ke depan.

Ia lanjut mengatakan, apalagi Pemerintah Kota Palopo juga akan memprogramkan pengembangan potensi-potensi wisata lokal, untuk diharapkan dapat menjadi tempat persinggahan bagi wisatawan, sebelum menuju atau sesudah kembali dari Toraja.

Maka itu harapan kita, sambung Hamzah, supaya bagaimana teman-teman alumni yang sudah sukses menggeluti dunia usaha di perantauan, agar juga kembali untuk melirik potensi dunia usaha, salah satunya jasa industri pariwisata di Kota Palopo ini. “Mengingat prospek atas segmen bisnis ini akan semakin menjanjikan terhadap masa depan dunia investasi ,” tukasnya.

Lalu dia memberi gambaran, bahwa dimana hotel-hotel dan penginapan sudah tidak mampu menampung alumni dari berbagai daerah yang datang menghadiri Reuni Akbar SMANSA. “Itu belum separuh alumni yang hadir,” kata Hamzah mencontohkan.

Terlebih nantinya jika Bandara I Lagaligo Bua sudah ditingkatkan kapasitasnya, tentunya akan semakin mendorong masuknya arus wisatawan, baik domestik maupun manca negara, sehubungan dengan diprogramkannya Toraja menjadi salah satu tujuan destinasi wisata dunia. “Apa ini bukan sebuah peluang bisnis yang sangat prospektif untuk dapat dilirik oleh teman-teman alumni SMANSA tersebut,” ucapnya sembari ia balik bertanya.

Olehnya itu, kata Hamzah lebih lanjut maka melalui Reuni Akbar kali ini, sehingga kita mengangkat tema “Bersama Berbagi dan Peduli Melawan Lupa” dengan sub tema “Rinduku, Rindumu Ada di Sini,” pada dasarnya memiliki makna yang sangat luas.

Lalu ia menuturkan, namun jelasnya bahwa bagaimana kita para alumni agar saling berbagi untuk melawan lupa, dalam arti kata bahwa alumni yang sudah mapan secara ekonomi agar tidak lupa untuk saling berbagi kepedulian terhadap alumni yang masih berstatus ekonomi lemah.

Tuturnya lagi, makanya kerinduan itu harus diretas melalui aksi nyata dalam bentuk program-program perberdayaan ekonomi, supaya terjadi interaksi dalam bentuk simbiosis muatualisme yang saling kontributif antara pihak alumni yang berkemapanan sosial dengan alumni yang masih kurang beruntung kehidupan perekonomiannya.

Olehnya itu, lebih jauh ia menuturkan, sehingga kita ingin mendorong teman-teman alumni perantau (diaspora- red) yang sudah sukses, khususnya dari kalangan bisnisman agar rindu untuk kembali berinvestasi di Kota Palopo ini, sebab di sini sudah sangat prospektif untuk mengembangkan berbagai kegiatan dunia usaha.

Jadi paling tidak dapat menjadi lapangan kerja baru bagi sesama alumni SMANSA. “Itukan juga sudah namanya saling berbagi kepedulian terhadap sesama alumni,” imbuhnya.

Ketika ditanyakan, bahwa prospek usaha apa saja yang dapat dikembangkan di Kota Palopo ini?

Jawab Hamzah Djalante, oh banyak, antara lain bisa mengembangkan dunia usaha jasa industri pariwisata, seperti investasi pada bidang perhotelan kelas berbintang, termasuk mengembangkan segmen-segmen usaha lainnya yang berkaitan dengan pengelolaan usaha jasa industri pariwisata.

“Ya, tentunya itu, lanjut Hamzah menjelaskan, tak lain untuk menjemput peluang bisnis atas dicanangkannya Toraja sebagai salah satu tujuan destinasi wisata dunia. Tentunya masih banyak peluang-peluang binsnis lainnya, dengan segala kemudahan berinvestasi melalui sistem pelayanan paripurna yang telah diterapkan oleh Pemerintah Kota Palopo.

Jadi saya selaku Ketua IKA SMANSA Palopo, ujarnya lagi, pokoknya akan berupaya untuk medorong teman-teman alumni perantau yang telah sukses pada dunia bisnis agar dapat kembali berinvestasi di Kota Palopo ini. “Itu akan menjadi salah satu program kita untuk tiga tahun ke depan,” terang Hamzah.

Lanjut ia memaparkan, jadi itu merupakan salah satu kiat dari kita, demi meretas tema yang diusung melalui Reuni Akbar yang baru saja dilaksanakan tersebut. ”Selain itu, tentunya pula kita akan merancang program-program lainnya yang sejalan dengan semangat kebersamaan dalam berbagi dan saling peduli melawan lupa ke arah yang sifatnya dapat mendorong pemberdayaan sesama alumni,” tuturnya.

Lalu ia menambahkan, bahwa melalui kepengursan IKA SMANSA Palopo di bawah kepemimpinan saya, untuk masa periode tiga tahun ke depan. Tentunya kita akan merancang program-program yang bersifat progresif, salah satunya adalah berupaya untuk mendorong pemberdayaan alumni. “Jadi doakan saja, semoga hal ini kelak dapat terwujud,” pungkas Hamzah Djalante.

Untuk diketahui bahwa Drs H Hamzah Djalante MSi terpilih secara aklamasi untuk menjadi Ketua IKA SMA Negeri 1 (SMANSA) Palopo untuk periode 2017-2020, menggantikan Rahmat Bandaso yang telah habis masa baktinya. Suami Hj Subiati ini merupakan angkatan SMANSA Palopo tahun 1985 saat itu sekolahnya tersebut masih bernama SMA Negeri 158 Palopo.

Penulis   :  Ories
Editor     : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.