.

.

.

Rabu, 23 Agustus 2017

Kades Bonelemo Utara Gunakan Dana Desa Bangun Infrastruktur dan Masyarakat Desanya

Tampak alat berat sedang memadatkan proyek pembangunan peningkatan pergerasan jalan di Dusun Bide, Desa Bonelemo Utara, Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu
LUWU, Tabloid SAR- Visi misi pemerintahan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) mengenai pemerataan pembangunan di seluruh wilayah NKRI, kini mulai nampak nyata setelah Dana Desa dikucurkan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia.

Pasca dilantik menjadi Presiden RI ke- 7 pada tanggal, 20 Oktober 2014 Presiden Jokowi mulai mempersiapkan strategi pemerataan pembangunan di Indonesia demi mewujudkan Visi Misi-nya, untuk mempercepat pembangunan desa dan kawasan perdesaan, pemberdayaan masyarakat desa, percepatan pembangunan daerah tertinggal, dan transmigrasi.

Hal itu diawali dengan menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2015 tentang Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Setelah itu, kemudian kementrian yang dibentuk oleh Jokowi melalui PP No. 12 Tahun 2015 tersebut menganggarkan Dana Desa yang dialokasikan dalam APBN.

Meski pada tahun 2015 lalu, anggaran Dana Desa pada awalnya baru berkisaran antara Rp 500 juta hingga Rp 600 juta, namun dari waktu kewaktu jumlahnya terus ditingkatkan oleh kementrian terkait, demi mewujudkan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah NKRI sesuai Visi Misi pemerintahan Presiden Jokowi.

Demikian pula di Desa Bonelemo Utara, Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel), Dana Desa yang diterima pada Tahun Anggaran (TA) 2016 lalu baru sekitar Rp 600 juta lebih. Namun pada TA 2017 Dana Desa tersebut, meningkat dari Rp 600 juta lebih pada TA 2016, bertambah menjadi Rp 796.579.000.

Menurut Kades Bonelemo Utara, Jamaluddin Dana Desa itu, digunakan untuk memberdayakan masyarakatnya dan membangun sejumlah infrastruktur di desa yang dinahkodainya.

Hal itu diungkapkan, Jamaluddin saat di temui wartawan Tabloid SAR di Warkop Horizon Belopa, yang berada di Ibukota Kabupaten Luwu, baru-baru ini  seusai mengikuti pertemuan di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Luwu.

Sembari menikmati Kopi Bisang khas Luwu, Jamaluddin mengungkapkan bahwa pelaksanaan sejumlah kegiatan pembangunan fisik dan non-fisik yang dialokasikan melalui Dana Desa TA 2017, kini semuanya sudah hampir selesai.

“Alhamdulillah, semua kegiatan fisik maupun non-fisik yang dibiayai Dana Desa Tahun Anggaran (TA) 2017, sudah hampir rampung semua,” kata Jamaluddin.

Ia menambahkan bahwa realisasi kegiatan yang sementara memasuki tahap perampungan itu, berjalan sesuai dengan mekanisme dan berdasarkan hasil musyawarah mufakat secara bersama antara Pemerintah Desa, BPD dan masyarakat Desa Bonelemo Utara.

Lebih lanjut, Jamaluddin menyebutkan satu persatu kegiatan fisik di desanya yang sementara berlangsung proses pembangunannya antara lain, pembangunan peningkatan pergerasan jalan sepanjang 60 meter (m) di Dusun Bide dengan biaya Rp 36.104.700, peningkatan air bersih perpipaan sepanjang 100 m di Dusun Buntu Andi Tombonan yang menelan dana Rp 40.247.100, rehabilitasi satu unit plat dukker (dekker -red) di Dusun Bide dengan biaya Rp 21.138.000, pembuatan saluran irigasi tersier sepanjang 127 m di Dusun Bide anggarannya sebesar Rp 59.219.600, pembuatan drainase jalan desa sepanjang 864 m dengan anggaran sejumlah Rp 378.060.900  yang berada pada tiga dusun yakni Dusun Padang Lobo, Dusun Bide dan Dusun Andi Tombonan, dan pembangunan jembatan beton di Dusun Buntu Andi Tombonan dengan biaya sebesar Rp 117.348.700, serta pembuatan plat lantai jembatan pada dusun yang sama dengan anggaran Rp 41.860.000.
Proyek pembuatan drainase jalan desa yang berada pada tiga dusun yakni Dusun Padang Lobo, Dusun Bide dan Dusun Andi Tombonan, Desa Bonelemo Utara, Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu
Selain menggunakan Dana Desa untuk beberapa item kegiatan pembangunan fisik, Jamaluddin juga memanfaatkan anggaran dari pemerintah pusat itu pada kegiatan non- fisik, yakni dana shering PAMSIMAS (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) sebesar Rp 39.025.000 dan dana penyertaan modal untuk BumDes (Badan Usaha Milik Desa) sejumlah Rp 40.000.000, serta dana khusus pemberdayaan masyarakat desa sebanyak Rp 30.575.000.

“Jadi itu tadi Dinda, kegiatan fisik dan non-fisik yang kami biayai menggunakan Dana Desa, seperti yang saya sebutkan tadi,” terang Jamaluddin.  

Dalam kesempatan itu, Jamal sapaan akrab Kades Bonelemo Utara mengungkapkan harapannya kepada pemerintah pusat agar Dana Desa kedepannya dapat lebih ditingkatkan lagi. Khususnya alokasi anggaran untuk pemberdayaan masyarakat, karena dengan dana tersebut, Jamal yakin bisa meningkatkan kesejateraan masyarakatnya yang jauh dari pusat pemerintahan dan pusat perbelanjaan (pasar- red).

“Insyah Allah, jika dana pemberdayaannya terus ditambah, kami yang jauh dari pusat kekuasaan dan pasar tidak lagi kesulitan untuk mengejar ketertinggalan kami dari desa-desa lainnya di Kabupaten Luwu,” tandasnya.

Lebih lanjut, Jamal mengatakan jika di desanya semua kebutuhan pokok, baik itu kebutuhan sehari-hari, maupun kebutuhan pertanian warganya jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan harga di daerah yang tidak terlalu jauh dari pusat pemerintahan dan pusat perbelanjaan.

“Kedepannya jika anggaran memadai, maka BumDes kami akan lebih ditingkatkan lagi penyertaan modalnya, supaya kedepannya bisa mengcofer semua kebutuhan petani di desa kami, seperti pengadaan pupuk, herbisida dan pestisida, maupun kebutuhan lainnya,” kunci Jamaluddin.

Penulis   : Achmad Kusman
Editor     : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.