.

.

.

Senin, 14 Agustus 2017

Manfaatkan Dana Desa dan ADD Kades Salubua Bangun Desanya

Kepala Desa Salubua, Mardin, Bsc saat meninjau lokasi penimbunan Lapangan di Dusun Salubua

LUWU, Tabloid SAR- Kepala Desa (Kades) Salubua, Mardin adalah sosok pemimpin masyarakat pada tingkat desa yang patut menjadi panutan oleh para pemimpin sejawatnya baik di Indonesia pada umumnya, khususnya bagi Kades di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kepemimpinan Mardin tidak hanya diperlihatkan secara nyata dalam membangun sejumlah infrastruktur di desanya, akan tetapi gaya keterbukaannya dalam mentransparansikan pengelolaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) juga patut dicontohi oleh para pemimpin sejawatnya.

Menurut Mardin, tahun ini Pemerintah Pusat menggelontorkan Dana Desa untuk Desa Salubua, Kecamatan Suli Barat, Kabupaten Luwu, Sulsel, sekitar Rp 700 juta, sedangkan ADD yang dikucurkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu bagi desanya sebanyak Rp 300 jutaan.

Ia menambahkan bahwa dalam tahun 2017 kali ini, pihaknya membangun sejumlah infrastruktur yang menjadi skala prioritas di desa yang dinahkodainya dengan menggunakan Dana Desa.

“Tahun ini, kami menggunakan Dana Desa untuk membangun sejumlah infrastruktur, berdadasarkan kebututuhan masyarakat yang menjadi skala prioritas utama dengan harapan dapat mensejatrakan masyarakat Desa Salubua,” kata Mardin saat ditemui baru-baru ini.

Infrastruktur yang dibiayai menggunakan Dana Desa oleh Mardin kali ini adalah penimbunan (pemeliharaan- red) sebuah lapangan di Dusun Salubua, dengan volume 87 m x 65 m x 0.25 m, yang menelan anggaran sebanyak Rp 259.776.000.

“Lapangan itu menjadi skala prioritas untuk ditimbuni karena merupakan pusat kegiatan para muda-mudi di Desa Salubua. Lagian jika tidak segera dibenahi lapangan tersebut, bisa dipastikan tidak dapat lagi digunakan karena di sekeliling lapangan terdapat banyak kubangan air,” jelas Mardin.

Selain itu, Mardin juga membangun satu unit Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu- red) di Dusun Salubua dengan anggaran yang bersumber dari Dana Desa sekitar Rp 90 juta.
“Realisasi pembangunan Posyandu itu, sesuai dengan harapan masyarakat selama ini, apa lagi desa kami masuk dalam cakupan program Kampung Keluarga Berencana (KB),” terangnya.

Jadi dengan adanya Posyandu tersebut,  masyarakat kami yang membutuhkan penanganan kesehatan, terutama bagi ibu hamil dan ibu menyusui, serta pertumbuhan anak dapat terlayani tanpa harus jauh-jauh ke Puskesmas, tambah Mardin.

Mardin juga menyebutkan bahwa selain itu pihaknya juga membangun 2 unit plat ducker dan talud dengan anggaran sekitar Rp 80 juta, membangun jamban untuk 150 Kepala Keluarga (KK) dengan biaya sebanyak Rp 200 juta lebih dan perintisan jalan baru dengan anggaran kurang lebih Rp 50 juta, serta penanaman modal untuk Badan Usaha Milik Desa (BumDes) sejumlah Rp 50 juta, sebutnya.

“Semua kegiatan fisik yang dibiayai dengan Dana Desa tersebut, saya pantau dan monitoring pelaksanaan kegiatannya, untuk memastikan penggunaan uang Negara itu bisa berjalan lancar sesuai rencana dan harapan, serta dapat rampung tepat pada waktunya,” ujar Mardin.

Sementara, pemanfaatan Alokasi Dana Desa (ADD) diperuntukkan untuk penyelenggaraan pemerintahan desa, seperti biaya operasional, pengadaan ATK (Alat Tulis Kantor- red), gaji aparat atau Kaur Desa dan honor Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta  sejumlah kebutuhanlainnya.

“Selain itu, kami juga menggunakan ADD untuk insentif Majelis Talim, Khatib dan Hansip,” tandasnya.

Penulis   : Solihin
Editor     : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.