.

.

.

Sabtu, 19 Agustus 2017

Mobil Ambulance Larompong Selatan Sering Mogok di Tengah Jalan, Kepala Puskesmas Disoroti Masyarakat

Mobil ambulance merek Super Kijang produksi lama Toyota yang digunakan Puskesmas Larompong Selatan mogok di RSUD Batara Guru Belopa saat digunakan merujuk pasiennya 
Nildasari, SKM : Puskesmas Larompong Selatan Butuh Mobil Ambulance Baru

LUWU, Tabloid SAR- Puskesmas Kecamatan Larompong Selatan (Larsel), Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, membutuhkan mobil ambulance yang baru.

Pasalnya mobil ambulance yang ada di Puskesmas Larsel saat ini, kondisinya sudah sangat memprihatinkan atau sudah tidak layak pakai, karena selain masa pakainya sudah sangat lama, juga mobil ambulance tersebut sudah sering mogok (rusak- red) di tengah jalan saat tengah digunakan menjemput atau mengantar pasien rujukan yang dalam kondisi kritis atau darurat.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Puskesmas Larsel, Nildasari, SKM saat ditemui wartawan Tabloid SAR baru-baru ini.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu dalam hal stakeholder terkait harus memprioritaskan pengadaan mobil ambulance baru untuk Puskesmas Larsel.

“Kami sangat mengharapkan perhatian Pemkab dalam hal ini Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu, agar Puskesmas kami mendapat mobil ambulance baru, demi menunjang pelayanan kami kepada masyarakat Larsel. Karena masalah kesehatan adalah hal yang sangat urgen mengingat tugasnya yang selalu berurusan dengan orang sakit dan menyangkut keselamatan jiwa pasiennya,” jelas Nildasari.

Sebelumnya, Nildasari pernah mengungkapkan bahwa mobil ambulance yang ada di Puskesmas Larsel sudah sering keluar-masuk bengkel karena usia pemakaiannya sudah lama ditambah usia mobil tersebut sudah tergolong sangat tua.

“Bahayanya jika ada pasien yang kritis hendak dijemput petugas kami atau pasien yang gawat kami rujuk ke rumah sakit, lantas dalam perjalanan tiba-tiba mobil ambulancenya mogok di tengah jalan. Keselamatan jiwa dan nyawa pasien kami tentu sangat terancam dalam kondisi seperti itu,” terang Nildasari.

Lanjut ia mengatakan, pihaknya sudah takut dan kuatir jika anggotanya mengoperasikan mobil ambulance tersebut.

“Karena selain sudah sering mogok di tengah jalan, anggota saya juga punya pengalaman pahit saat pasiennya yang gawat di rujuk dari Puskesmas Larsel ke RSUD Batara Guru Belopa. Mobilnya rusak berat saat tiba di rumah sakit,” tutur Nildasari seraya mengatakan pihaknya memerintahkan anak buahnya saat itu untuk menyimpan sementara mobil tersebut di halaman RSUD Batara Guru Belopa.

Jadi bukan mengada-ada kalau kami mendesak dinas terkait untuk segera memberikan bantuan mobil ambulance yang baru, agar pelayanan kami bisa maksimal dan pasien kami yang dimobilisasi menggunakan ambulance tidak semakin terancam keselamatan jiwanya.

“Selain petugas kami, pasien yang dimobilisasi menggunakan ambulance tersebut juga semakin terancam keselamatan jiwanya jika menggunakan ambulance yang sudah tidak layak dioperasikan itu,” tandasnya.

Selain itu, Nildasari juga mengungkapkan jika pihaknya sering mendapat sorotan dari masyarakat, karena mobil ambulance yang di pakai untuk merujuk pasien sering mogok di tengah jalan.

“Kami tidak bisa berbuat banyak dan mau bilang apa kalau kami disoroti masyarakat saat mobil ambulance kami, mogok ditengah jalan ketika membawa pasien rujukan, karena kami sudah beberapa kali mengusulkan pengadaan mobil ambulance yang baru kepada stakeholder terkait namun hingga kini belum direalisasikan,” ujarnya.

Penulis   : Solihin Ilham
Editor     : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.