.

.

Sunday, 24 September 2017

Ini Potret Semarak Peringatan Tahun Baru Islam di Bua Kabupaten Luwu

Camat Bua, Tandiraja SP MSi didampingi Kepala KUA Kecamatan Bua, Akwal SAg MH dan segenap Kepala Desa di wilayah kecamatan ini.
Lapandoso Dikenal Sebagai Tempat Pendaratan Islam Pertama di Pulau Sulawesi

LUWU, Tabloid SAR- Peringatan Tahun Baru Islam 01 Muharram 1439 H, Kamis (21/9/2017) di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel) berlangsung semarak.

Menariknya, menurut sejarah bahwa Kecamatan Bua pada era Kerajaan Luwu disebut dengan istilah, wilayah Makdika Bua yang dikenal pula sebagai tempat pendaratan Islam pertama di Pulau Sulawesi.

Kali ini, semarak Tahun Baru Islam di Kecamatan Bua ditandai dengan adanya pawai Hijrahtur Rasul yang diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari 27 rombongan kafilah, mulai dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga SMA/SMK dan termasuk rombongan kalifah dari 14 desa di wilayah kecamatan ini.

Dimana pawai ini dilepas secara resmi oleh Camat Bua, Tandiraja SP MSi yang didampingi oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bua, Akwal SAg MH. Tampak hadir unsur Tripika Kecamatan Bua, para Kepala Desa dan para tokoh agama pada wilayah ini.

Adapun pawai Hijrahtur Rasul di Kecamatan Bua ini, mulai star pada pukul 08.30 Wita di Lapandoso, Desa Pabbarassang dan berakhir menuju Masjid Jami Bua di Desa Tanarigella dan dilanjutkan dengan acara Tablik Akbar di Masjid Jami tersebut.

Camat Tandiraja saat melepas rombongan kalifah pawai Hijrahtul Rasul, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa Kecamatan Bua ini merupakan simbol bagi masuknya peradaban Islam di Pulau Sulawesi.

Alasannya, sebab di Lapandoso Bua ini menjadi pintu masuknya Datok Sulaiman pada abad 15 silam dan menjadi tempat berlabuhnya saat menyebarkan ajaran Islam pertama, khususnya di Sulsel ini.

”Jadi kita selaku warga Bua patut bersyukur, karena dari sinilah sejarah Islam bermula kemudian direspon oleh Pajung ri Luwu (Datu Luwu- red), sehingga diterima menjadi ajaran religi bagi Raja-Raja Tellu Boccoe (Bugis-Makkassar),” papar Tandiraja.

Pada kesempatan itu pula, Tandiraja mengutarakan harapannya agar Pemerintah Kabupaten Luwu dapat memperhatikan Lapandoso karena tempat ini merupakan situs sejarah masuknya Islam di Tana Luwu, untuk dikembangkan lebih jauh supaya menjadi salah satu tempat destinasi wisata religi unggulan.

“Karenanya saya berharap, bagaimana situs Islam di Lapandoso ini, diperhatikan oleh Pemerintah Kabupaten Luwu supaya nantinya dapat menjadi tempat destinasi wisata religi unggulan, apalagi secara geografis sangat dekat dari Bandara La Galigo Bua,” ujarnya.

Adapun potret tentang pawai Hijrahtul Rasul dalam memperingati Tahun Baru Islam, 01 Muharram 1439 H/2017 M di Kecamatan Bua ini, sebagaimana foto-foto hasil liputan langsung wartawan Tabloid SAR yang ada.

Penulis   : Herman
Editor     : Ories

Tampak peserta pawai Hijratur Rasul yang digelar Pemerintah Kecamatan Bua, saat memperingati Hari Raya Tahun Baru Islam, 01 Muhaharram 1439, Kamis, (21/9/2017) ketika siap-siap start dari Lapandoso, Desa Pabarassang menuju Masjid Jami Bua, Desa Tanarigella.

Camat Bua, Tandi Raja SP, MSi sedang menyampaikan sambutaan di Lapandosok, saat melepas peserta pawai Hijrahtur Rasul yang diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari 27 rombongan kafilah dari berbagai stakeholder di wilayah Kecamatan Bua.

Tampak suasana Tablik Akbar di Masjid Jami Bua, Desa Tanarigella yang sekaligus menjadi titik finish kegiatan pawai Hijrahtur Rasul, 01 Muharram 1439 H.
Foto : Herman

No comments:

Post a Comment

.

.