.

.

Saturday, 16 September 2017

Jelang Pilkada Serentak Kesbangpol Kabupaten Luwu Gelar Rapat Koordinasi Forum-Forum Kemitraan

Wabup Luwu, H Amru Saher (kedua dari kiri) menyampaikan sambutannya sekaligus membuka Rapat Koordinasi Forum-Forum Kemitraan Kabupaten Luwu Tahun 2017. 
Wabup Amru Saher, Harapkan Nilai-nilai Kearifan Lokal Luwu dapat Dibangkitkan Kembali

LUWU, Tabloid SAR– Kantor Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Lindungan Masyarakat (Kesbangpol dan Linmas) Kabupaten Luwu, pada Kamis (31/08 /2017) lalu, menggelar Rapat Koordinasi Forum-Forum Kemitraan tahun 2017 di Ruang Rapat Sekretariat Pemerintah Kabupaten Luwu.

Dimana kegiatan ini dibuka oleh Wakil Bupati (Wabup) Luwu, H Amru Saher. Dalam sambutannya, orang nomor dua di Bumi Sawerigading itu menyampaikan bahwa dilaksanakannya rapat koordinasi forum-forum kemitraan kali ini, untuk diharapkan dapat menjadi wadah untuk mempersatukan persepsi, khususnya dalam menghadapi penyelenggaraan Pilkada 2018 mendatang.

Menurutnya, kita sangat mengharapkan bagaimana melalaui forum rapat ini dapat lahir kesamaan pandangan dalam menyikapi secara arif atas perkembangan politik di tengah menghadapi pesta demokrasi, baik suksesi kepemimpinan pada tingkat provinsi maupun pada tingkat kabupaten/kota, di mana pesta demokrasi ini juga akan dihelat Kabupaten Luwu ini.

Jadi dengan demokrasi, tutur Amru lebih lanjut, maka menjadi sebuah harapan untuk juga menggali nilai-nilai kearifan lokal dalam menguatkan semangat etos kerja, demi meningkatkan produktifitas yang dilandasi dengan etika dan moral.

Tuturnya lagi, akibat sudah rendahnya rasa penghormatan terhadap nilai-nilai kearifan lokal, sehingga budaya gotongroyong di tengah masyarakat menjadi terkubur oleh derasnya arus globalisasi.

Padahal gotongroyong, kata Amru, sudah menjadi sumber spirit dalam membangun etos kerja leluluhur kita.

“Jadi hal inilah yang sangat perlu kita gali kembali agar dapat menjadi pendorong semangat dalam meningkatkan produktifitas masyarakat agar dapat keluar dari garis kemiskinan,” paparnya.

Tidak hanya itu, kata mantan Anggota DPRD Sulsel ini, bahkan nilai-nilai kearifan lokal dapat pula menjadi alat kontrol terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan.

“Kenapa korupsi terjadi, itu juga karena faktor kurangnya rasa penghormatan terhadap nilai-nilai kearifan lokal tentang budaya malu,” ucapnya.

Jadi eksistensi mitra kita dari kalangan LSM, ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, kita sangat menghargai atas perannya dalam melakukan pengawasan terhadap kinerja pemerintahan. Akan tetapi, kita juga sangat menyayangkan dengan adanya sejumlah oknum LSM yang disebut-sebut melakukan pemerasan baik kepada kepala desa maupun kepala sekolah.

Ia pun mengaku, jika banyak pengaduan mengenai dugaan kasus-kasus pemerasan seperti iu. Jadi saya harap mitra LSM, ujarnya, agar tidak melakukan tindakan tidak terpuji seperti itu.

Kalau minta tolong, ya saya pikir itu wajar tapi jangan juga kelewatan sebab itu juga akan berdampak pada kasus hukum.

“Jadi saya sangat berharap agar mitra LSM dalam forum ini dapat berkoordinasi dengan baik demi menjaga marwah pemerintahan yang baik (good governance, red) supaya bebas dari praktek-praktek korupsi,” harap Amru.

Sedangkan terkait penyelenggaraan Pilkada 2018 mendatang, Wabup Luwu inipun berpesan, bagaimana forum kemitraan ini dapat berpartisifasi dalam menyukseskan perhelatan demokrasi lima tahunan ini agar dapat berjalan lancar, sukses dan senantiasa dalam situasi yang kondusif.

“Khususnya penyelenggaan Pilkada Luwu nantinya, tentu kita sangat harapkan dapat berlangsung dengan senantiasa menjunjung tinggi prinsip-prinsip pelaksanaan demokrasi yang bermartabat, sehingga mampu melahirkan sosok kepemimpinan daerah yang mampu mewujudkan kesejahteraan hidup rakyat,” harap Wabub Luwu tersebut.

Adapun rapat koordinasi forum-forum kemitraan yang dipandu oleh Drs Syamsul Tokambesse ini, menghadirkan dua orang pemateri yakni Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Luwu, Gede Edy Bujanayasa SH MH dan Kabag Ops Polres Luwu, Kompol Herman Paral SH yang hadir mewakili Kapolres Luwu.

Kajari Luwu, Gede Edy Bujanayasa dalam pemaparamnya bahwa nilai-nilai kearifan lokal tidak mesti luntur di era globalisasi sekarang ini.

“Mestinya nilai-nilai kearifan lokal, justru dapat menjadi sumber spirit dalam mondorong terwujudnya kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Lalu ia mencontohkan, seperti di Bali yang menjadi tujuan destinasi wisata global justru  nilai-nilai kearifan local, sehingga di Bali mengalami perkembangan yang pesat untuk menarik masuknya wisatawan manca negara.

Jadi tidak benar, kata Gede lagi, jika arus globalisasi dapat menjadi penyebab terkuburnya nilai-nilai kearifan lokal.

“Justru nilai-nilai kearifan lokal yang sudah terkubur jauh di Bali, malah kembali digali untuk diangkat kembali dalam memperkaya budaya Bali, sehingga mampu menempatkan Bali sebagai Pulau Dewata yang sangat diganrungi oleh wisatawan manca negara,” paparnya.

Saya pikir, lanjut ia menyampaikan, bahwa Luwu ini adalah juga memiliki nilai-nilai kearifan lokal yang tak kalah mengandung keunggulan budaya untuk dapat digali kembali, demi menampilkan tatanan adat istiadat Luwu yang diharapkan dapat menjawab paradigma globalisasi. Sekaligus mampu menjadi perekat semangat pluralisme di tengah kehidupan sosial sekarang ini.

Kajari Gede pun tak lupa mengingatkan agar kalangan LSM yang dikenal kritis selama ini, supaya juga selalu berhati-hati dalam menyikapi Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang perubahan Undang-UndangNo. 17 tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas).

Maksudnya, tuturnya lagi, jangan sampai mengkritisi sebuah kebijakan pemerintah tapi justru mengandung unsur mengenai ujaran kebencian. Kritikan itu, tidak dilarang dalam perspektif pemerintahan demokrasi tapi ujaran kebencian harus pula dihindari.

“Pasalnya jika hal ini terjadi, maka resikonya sudah dapat dipastikan akan berhadapan dengan kasus hukum,” terangnya.

Kita sudah sama tahu, kata Gede, kendati Perppu tentang Ormas ini sedang diuji melalui yudicial review di MK (Mahkamah Konstitusi). Namun selama MK tidak membatalkan Perppu tersebut, maka hal ini jelas akan menjadi pro justisia dalam menangani kasus-kasus pidana ujaran kebencian.

“Apalagi jika menggunakan media sosial, tentunya akan berdampak pada Undang-Undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik),” tandas Kajari Luwu tersebut.

Pada kesempatan itu pula, Kabag Ops Polres Luwu, Kompol Herman Paral SH memaparkan tentang peran kepolisian dalam menciptakan terwujudnya stabilitas sosial (Kamtimbas, red) dan kewenangannya dalam sistem penegakan supremasi hukum.

Apalagi dalam menghadapi Pilkada Serentak 2018 mendatang, harapan perwira Polri berpangkat satu bunga ini, berpesan agar rekan-rekan forum kemitraan dapat menjalin sinergitas dengan pihak kepolisian dalam menciptakan suasana yang kondusif.

Sedangkan Kepala Badan Kesbangpol dan Linmas Kabupaten Luwu, H Alim Bachri menyampaikan bahwa Rapat Koordinasi dengan Forum-Forum Kemitraan ini, tak lain untuk menyatukan persepsi dalam menyikapi perkembangan situasi dan kondisi kebangsaan kekinian, terkhusus lagi dalam rangka menghadapi pesta demokrasi Pilkada Serentak 2018 mendatang.

Situasi dan kondisi kebangsaan kekinian, tutur Alim Bachri, seperti memfenomenalnya kasus-kasus hate speech (ujaran kebencian) melalui media-media sosial dan bahkan dapat cenderung memicu terjadinya distabilitas sosial, antara lain menciptakan isu-isu yang sifatnya bermuatan sentiment berbasis SARA (Suku, Agama, Ras dan Antargolongan).

Jadi melalui rapat koordinasi ini, sambungnya, maka diharapkan kepada forum kemitraan pada lingkup wilayah Kabupaten Luwu ini dapat menjadi fasilitator di tengah-tengah masyarakat.

“Ya, kita sangat mengharapkan agar forum-forum kemitraan dapat berpartisifasi dalam mendorong terwujudnya situasi sosial yang bersifat kondusif, khususnya dalam menghadapi perhelatan pesta demokrasi Pilkada pada 2018 mendatang,” tambah Kepala Kesbangpol & Limnas Kabupaten Luwu tersebut.

Untuk diketahui rapat koordinasi forum-forum kemitraan di lingkup Kabupaten Luwu ini, dihadiri oleh Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Forum Bela Negara (FBN) dan Forum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), serta sejumlah pejabat Pemerintahan Kabupaten Luwu lainnya.

Penulis  : Ories
Editor     : William Marthom

No comments:

Post a Comment

.

.