.

.

.

Minggu, 22 Oktober 2017

Pendaki Buntu Sikolong yang Selamat Ternyata Tidak Ditemukan

Puncak Buntu Sikolong dengan ketinggian 2.754 MDPL, merupakan salah satu gunung tinggi di jajaran Pegungungan Latimojong. 
Begini Kronologisnya dan Tip Agar Tidak Masuki Ranah Alam Gaib
Natalia Rante Pakiding
LUWU, Tabloid SAR – Ketiga anggota Kelompok Pencinta Alam (KPA) yang melakukan pendakian ke puncak Buntu Sikolong, sebagaimana informasi sempat diberitakan hilang akhirnya selamat.
Menurut kontributor Tabloid SAR dari Desa Langi’ Kecamatan Basse Sangtempe (Bastem), bahwa ketiga anggota KPA adalah sama sekali tidak ditemukan oleh aparat dari manapun. Karena mereka turun sendiri dari hutan dan masuk di perkampungan warga di Dusun Libusan Desa Langi’.
Lalu diantar oleh warga setempat ke rumah mantan Kepada Desa (Kades) Langi’ dan disambut oleh Istri mantan Kades Langi’, Natalia Rante Pakiding yang lebih akrab disapa Mamak Batara.
Melalui rekaman video amatir, ia mengaku heran atas ada orang tidak dikenal muncul dari bawah (samping rumahnya –red) dalam keadaan sudah sangat loyo. Lalu ia menanyakan dari mana. Jawab pendaki gunung tersebut, kami tersesat selama delapan hari saat mendaki di Buntu Sikolong.
Selanjutnya Natalia menanyakan temannya. Kembali pendaki tersebut menjawab bahwa masih ada di belakang. “Pendaki tersebut ada tiga orang, tampak kesemuanya sudah sangat lemas dan loyo sekali,” tutur istri mantan Kades Langi’ tersebut, sembari ia mengajak naik ke atas rumah untuk beristrahat.
Begitu cublikan wawancara vidio amatir dengan Mamak Batara yang berdurasi 01:52 detik tersebut yang direkam langsung oleh kontributor Tabloid SAR dari rumah mantan Kades Langi’.
Sejumlah warga desa setempat yang menyaksikan langsung atas munculnya ketiga pendaki Buntu Sikolong yang sempat dinyatakan hilang tersebut, menyampaikan bahwa bukan ditemukan tapi datang sendiri.
“Itu pendaki gununung sudah ada memangmi di rumahnya pak mantan kades, baru datang itu anggota TNI. Kemudian menyusul pula datang anggota Kepolisian dari Bastem,” tutur warga setempat dalam dialek lokal.
Hanya saja warga tersebut menolak menyebut identitasnya, dengan alasan merasa malu dibaca namanya oleh orang banyak melalui media. “Kami ini hanya orang desa kasian, janganmi nama kami dimasukkan koran, karena malu sekaliki nanti,” ucapnya.
Adapun kronologis atas terjadinya peristiwa tersesatnya ketiga pendaki ke puncak Buntu Sikolong tersebut, sebagaimana data dan informasi dari Tim Pencarian Polsek Bastem dan sejumlah sumber Tabloid Sar lainnya yang dihimpun, berikut :
1. Profil ketiga pendaki yang sempat tersesat di Buntu Sikolong, yakni : 
- Nama Afrin Dihamri alias Indeed, umur 40 tahun, asal Kota Makassar, merupakan anggota Mapala Politeknik Ujung Pandang/PNUP.
- Nama Widi, umur 25 tahun, asal Kota Makassar, merupakan anggota Celebes Backpacker.
- Nama Tuye, umur 30 Tahun, Asal Kab.Enrekang (penunjuk jalan), merupakan Komunitas Pencinta Alam Sikolong.

2. Buntu Sikolong yang berada di Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, merupakan sebuah Gunung yang selalu menjadi objek pendakian para kelompok Pencinta Alam (KPA). Pun puncak Buntu Sikolong ini dijadikan sebagai obyek pendakian oleh ketiga anggota KPA dimaksud.
3. Ketiganya berangkat dari Desa Ulu Wai Kecamatan.Mengkendek Kab.Tana Toraja, pada Jumat sore (06/10-2017) dan menurut rencananya tiba kembali dari kegiatan ekspedisi pendakiannya di Buntu Sikolong, pada Minggu (08/10-2017. Adapun Desa Ulu Wai ini adalah berbatasan langsung dengan Desa Sinaji, Kecamatan Bastem, Kabupaten Luwu, hanya dapat diakses dengan cara berjalan kaki, melalui hutan belantara.
4. Namun hingga Rabu (11/10-2017) malam, ketiganya belum juga kembali. Sambil menunggu informasi lebih lanjut, sehingga dinyatakan hilang, pada Sabtu (14/10-2017). Akhirnya Ketua Pengurus Harian Mapala Politeknik Ujung Pandang, Candra Nur, mengambil inisiatif untuk melaporkan peristiwa ini kepada ke Basarnas Makassar.
5. Kemudian turun Gabungan Tim SAR melalui jalur Desa Ulu Wai, didukung TNI/Polri Tana Toraja. Melalui pencarian tersebut, diinformasikan oleh pihak Polres Tana Toraja yang tergabung dalam Tim SAR, bahwa ditemukan tenda, handphone dan barang-barang lainnya yang diduga milik ketiga pendaki yang sempat disebut-sebut hilang tersebut, namun ketiganya justru tidak juga ditemukan. Akibatnya, spekulasipun muncul bahwa jangan-jangan ketiganya sudah memasuki ranah alam gaib. Karena tidak mungkin ketiganya ditelan oleh ular sanca atau jatuh bersamaan ke dalam jurang.
6. Pada hari dan tanggal yang sama (Sabtu, 14/10-2017), lalu Kapolres Luwu, AKBP Ahmad Yanuari Insan, tak ketinggalan pula menerjunkan Tim Pencarian yang dipimpin oleh Kapolsek Bastem, AKP Syamsuddin. Tampak pula Direktur Eksekutif Aktivis Pembela Arus Bawah, Rahmat K Foxchy dan awak media Tabloid SAR melakukan peliputan langsung dalam pencarian yang dipimpin langsung Kapolsek Bastem tersebut.
7. Minggu (15/10-2017) bergabung pula rombongan anggota Palopo Trayel Adventure Club (Patrac) untuk melakukan pencarian bersama Tim Polsek Bastem. Adapun personil dari Polsek Bastem yang terlobat dalam tim pencarian tersebut, yakni Kapolsek Bastem AKP Syamsuddin (selaku pimpinan/komandan tim), Bripka Abu Bakar, Bripka Sulkadri, Bribka Roni Sali dan Bribka Anri Ramli.
8. Senin (16/10-2017) sore, akhirnya ketiga pendaki gunung tersebut memasuki perkampungan di Desa Langi’. Lalu diantar oleh warga setempat ke rumah mantan Kepala Desa Langi’, Yothan Matande. Setelah beristrahat, kemudian dievakuasi oleh aparat TNI menuju Kota Palopo.
Untuk diketahui pula mengenai tip bagi para pendaki yang ingin melakukan ekpedisi ke puncak-puncak pegunungan Latimojong, supaya dapat terhindar dari hal-hal yang sifatnya gaib.
Jadi disarankan supaya tidak membawa telur, tidak membawa bekal makanan yang dibungkus dengan daun pisang. Termasuk tidak membawa kain atau mengenakan pakaian yang berwana kuning dan merah.
Sudah barang tentu pula tidak boleh mengucapkan kata-kata yang sifatnya tidak senonoh atau melakukan hal-hal yang sifatnya tidak bermoral di dalam hutan. Karena hal tersebut akan sangat berdampak untuk menimbulkan hal-hal yang tak diinginkan.
(Tim Lipsus)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.

.

.