.

.

.

Senin, 23 Oktober 2017

Petugas Disdukcapil Wajo Gelar Sweping KTP, Ada Apa ?

 
Tampak petugas dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Wajo (kiri) berada diatas mobil operasionalnya sedang melayani warga yang terjaring razia untuk melakukan perekaman e-KTP. 
Dahniar Gaffar : Masih Ada 70 Ribu Jiwa Warga Wajo yang Belum Lakukan Perekaman e-KTP

WAJO, Tabloid SAR- Mengingat jumlah penduduk Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, masih ada sekitar 70 ribu jiwa dari 200 ribu lebih penduduknya yang belum melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP).

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Wajo, gencar melaksanakan sweeping KTP non elektronik di daerah pusat-pusat keramaian seperti di pusat perbelanjaan.

Para petugas Disdukcapil tersebut, saat melakukan razia atau sweeping, mereka mencari 70 ribu jiwa penduduk Kabupaten Wajo yang belum melakukan perekaman e-KTP.

Warga Wajo yang terjaring razia karena belum menggunakan e-KTP, langsung dibawa ke-mobil operasional keliling milik Disdukcail untuk melakukan perekaman KTP elektronik.

Menariknya, proses perekaman e-KTP di mobil operasional milik Disdukcapil Wajo itu, hanya membutuhkan beberapa menit dan tidak membutuhkan waktu yang lama, apa lagi mengantri hingga berjam-jam, e-KTPnya juga langsung jadi.

Menurut, Kepala Disdukcapil Kabupaten Wajo, Dahniar Gaffar bahwa program sweeping KTP non elektronik tersebut, mulai berlangsung sejak, Senin (16/10/2017) dan ditargetkan selesai pada akhir tahun ini.

“Jadi untuk merekam seluruh warga Kabupaten Wajo yang belum memiliki e-KTP, kami menyasar sejumlah tempat keramaian seperti pasar dan swalayan,” kata Dahniar Gaffar saat dikonfirmasi wartawan baru-baru ini.

Ia menambahkan bahwa pihaknya berharap, dari 70 ribu jiwa warga Wajo yang belum melakukan perekaman e-KTP, semuanya dapat terekam paling lambat akhir Desember tahun ini.

Selain itu, Dahniar Gaffar menuturkan pula bahwa program sweeping KTP tersebut, dilaksanakan karena blanko e-KTP sudah tersedia, sementara masih banyak warga Wajo yang belum melakukan perekaman e-KTP.

“Usai menyasar Pasar Atapange di Kecamatan Majauleng, dan Pasar Sempang’e di Kecamatan Tanasitolo, serta Pasar Tempe di Kecamatan Tempe, termasuk di Pasar Kecamatan Pammana. Maka total warga yang terjaring razia sudah mencapai lebih dari 2 ribu jiwa,” tuturnya.

Untuk diketahui, sejumlah warga menerangkan bahwa mereka belum melakukan perekaman e-KTP, karena faktor jarak tempat tinggal mereka dengan keberadaan Kantor Disdukcapil yang sangat jauh.

Sebagian juga mengatakan bahwa mereka malas mengantri saat hendak melakukan perekaman e-KTP pada Disdukcapil sebab antrian dibatasi, sehingga terkadang mereka yang telah menempuh perjalanan jauh menjadi sia-sia karena nomor antriannya terbatas.

Editor : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.