.

.

Sunday, 29 October 2017

Pilkada Palopo Mulai Diterpah Isu-Isu Korupsi, Dana Hibah Rumah Tuhan Sampai Dijarah, Teganya ?

Masjid Agung Palopo
PALOPO, Tabloid SAR- Akhir-akhir ini, sepertinya isu-isu korupsi mulai kencang menerpah tahapan-tahapan penyelenggaraan Pilkada di Kota Palopo.

Nampaknya hal ini, sangat signifikan pula mengarah pada bentuk sandera-menyandera politik, menjelang pesta demokrasi tentang suksesi kepemimpinan lima tahunan di kota ini.

Pasalnya, setelah berbagai media massa menyoroti tajam dugaan korupsi proyek pengadaan dan pemasangan jaringan pipa di Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang anggarannya bersumber dari APBN Tahun Anggaran (TA) 2016 sebesar Rp 4,6 milliar.

Termasuk, kasus dugaan korupsi program 1000 kandang yang anggarannya bersumber dari APBD Kota Palopo secara bertahap mulai TA 2014 hingga TA 2015.

Maka menyusul pula, sorotan dugaan korupsi dana hibah Masjid Agung Palopo yang berada di Kota Palopo, dengan anggaran sebesar Rp 5 miliar TA 2008-2015 yang tersangkanya kini telah ditetapkan sebanyak 3 orang oleh Tim Penyidik Polda Sulsel.

Hal ini sungguh sangat ironis, karena hingga dana hibah untuk Rumah Tuhan (Masjid Agung Palopo- red) sampai dijarah oleh para tersangka korupsi.

Sungguh sangat disayangkan, sebab dugaan korupsi dana hibah ini, justru disebut-sebut melibatkan salah satu oknum “Ulama Besar” di Luwu Raya, menurut informasi ulama tersebut adalah Ketua Yayasan Masjid Agung Palopo.

Adapun “Ulama Besar” dimaksud, dikenal pula sebagai salah satu cendikiawan di Kota Palopo ini. Jadi tak dapat dipahami secara akal sehat jika ulama itu, sampai menjarah dana hibah dari pihak Pemerintah Kota Palopo yang diperuntukkan menguatkan nilai-nilai kehidupan religi di Masjid Agung Palopo tersebut.

Sekaitan atas mencuatnya kasus-kasus korupsi yang sedang ditangani oleh pihak Polda Sulsel ini. Tentu tak sedikit pula kalangan yang berasumsi, bahwa itu adalah semacam politisasi hukum, tak lain untuk menjatuhkan tingkat elektabilitas bakal calon walikota tertentu.

Maklum, sekarang kan lagi musim politik menuju Pilkada Serentak 2018 mendatang. Namun pastinya bahwa korupsi harus diberantas sebab hal itu, menjadi sumber masalah bagi rasa ketidak-adilan rakyat.

Penulis   : Tim Redaksi
Editor      : William Marthom

No comments:

Post a Comment

.

.