.

.

Rubrik

.

Selasa, 24 Oktober 2017

Polda Sulsel Segera Rilis Nama Tersangka Proyek Pipa Rp 4,6 Miliar di Kecamatan Telluwanua Kota Palopo

Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian memberikan penghargaan (kiri) kepada Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol, Dicky Sondani karena dinilai aktif dalam memberikan informasi di media mainstream maupun media sosial, serta aktif dalam pelaporan yang selalu tepat waktu, memberi laporan, serta inovasi di jajaran Polda Sulsel.

Kabid Humas Polda Sulsel : Kasus Dugaan Korupsi Proyek Program 1000 Kandang Ayam di Kota Palopo, Hingga Kini Masih Diproses

MAKASSAR, Tabloid SAR- Proyek pengadaan dan pemasangan jaringan pipa di Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan anggaran sebesar Rp 4,6 milliar yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran (TA) 2016. Diduga mengakibatkan kerugian Negara.

Proyek yang dikerjakan melalui Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kota Palopo tersebut, tengah ditangani oleh Tim Penyidik Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel.

Hal tersebut diungkapkan, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel, Kombes Pol Yudhiawan.

Menurutnya, proyek pengadaan dan pemasangan jaringan pipa yang terindikasi mark up tersebut, terus didalami oleh Tim Penyidik Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel.

“Setelah, dilakukan pemeriksaan terhadap belasan orang saksi. Dan setelah penyidik kami, menemukan alat bukti yang cukup untuk penetapan tersangka, maka kasus ini kami tingkatkan dari tahap penyelidikan ketahap penyidikan,” kata Kombes Pol Yudhiawan kepada sejumlah wartawan baru-baru ini.

Hal senada juga diungkapkan, Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel, AKBP Leonardo.

“Sejauh ini Tim penyidik kami, sudah melakukan pemeriksaan terhadap sedikitnya 13 orang saksi, terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan dan pemasangan jaringan pipa di Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo,” sebut AKBP Leonardo saat dikonfirmasi wartawan.

Sementara, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol, Dicky Sondani mengatakan Polda Sulsel, akan segera merilis nama-nama tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pada proyek pengadaan dan pemasangan jaringan pipa tersebut.

“Setelah Tim BPK melakukan audit dan perhitungan untuk mengetahui secara pasti berapa kerugian Negara dalam proyek pengadaan dan pemasangan jaringan pipa di Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo. Maka nama-nama tersangka dalam kasus ini, akan segera dirilis,” ujar Kombes Pol, Dicky Sondani.

Selain itu, mantan Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Banten tersebut, juga menerangkan bahwa setiap perkara korupsi wajib menjadi prioritas untuk dituntaskan.

“Semua perkara dugaan tindak pidana korupsi yang ditangani oleh penyidik Polda Sulsel, wajib dituntaskan,” tutur Kabid Humas Polda Sulsel, sembari mengatakan, kasus dugaan korupsi proyek program 1000 kandang ayam di Kota Palopo yang bersumber dari APBD Palopo dengan anggaran sebesar Rp 8 miliar, hingga kini masih diproses oleh Tim Penyidik Subdit III Ditreskrimsus Polda Sulsel.

Proyek program 1000 kandang ayam di Kota Palopo yang diduga mark up dan mengakibatkan merugikan Negara 
Terkait, proses hukum kedua perkara dugaan tindak pidana korupsi tersebut, Ketua Dewan Pengurus Wilayah Serikat Rakyat Miskin Demokratik Sulawesi Selatan (DPW SRMD SULSEL), Salim Samsur mengingatkan aparat penegak hukum, khususnya kepada penyidik Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel yang menangani kasus itu, agar segera menuntaskannya, sebelum memasuki tahapan Pilwalkot Palopo 2018 mendatang.

Menurut, Salim Samsur pihaknya berharap supaya Tim Penyidik Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel, dapat segera menetapkan tersangka kedua proyek yang diduga mengakibatkan kerugian Negara tersebut, setelah syarat formil dan materilnya terpenuhi atau dianggap cukup oleh penyidik.

Pasalnya, jika kedua proyek yang diduga mengakibatkan kerugian Negara itu, tidak segera dituntaskan, maka bisa saja oleh publik atau masyarakat dijadikan sebagai issu dalam menghadapi Pilwalkot Palopo 2018 mendatang dan hal demikian berpotensi menjadi penyebab konflik dalam masyarakat.

“Karena publik tentunya akan berandai-andai jika para pelaku dugaan korupsi tersebut, ada kaitannya dengan Walikota Palopo, HM Judas Amir selaku kandidat petahana pada Pilwalkot Palopo 2018 mendatang,” jelas Salim Samsur.

Lebih lanjut aktivis SRMD itu, menegaskan jika semua pihak berharap, agar Tim Penyidik Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel, segera menuntaskan kasus tersebut, paling tidak segera menetapkan tersangka terhadap siapa saja yang terlibat dalam kedua kasus itu.

“Supaya nantinya tidak menjadi polemik dan sumber konfik dalam masyarakat. Apa lagi menjelang Pilwalkot Palopo, issu-issu demikian biasanya digoreng sedemikian rupa untuk menguntungkan kandidat tertentu dan hal seperti ini berpotensi menjadi pemicu konflik dalam masyarakat,” tandasnya.      

Untuk diketahui, berdasarkan data pada situs lpse.palopokota.go.id, proyek pemasangan jaringan pipa di Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo, menggunakan APBN T.A 2016 sebesar Rp 4,6 miliar.

Sedangkan proyek pengadaan 1000 kandang ayam yang dikerjakan melalui Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Palopo, menghabiskan anggaran sebesar Rp 8 miliar dengan dianggarkan secara bertahap dalam APBD Kota Palopo, pada APBD Pokok dan Perubahan T.A 2014, serta APBD Pokok T.A 2015.

Penulis   : Tim Redaksi
Editor     : William Marthom


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.