.

.

.

Sabtu, 07 Oktober 2017

SMKN 3 Luwu dapat Dua Paket DAK untuk Pembangunan Ruang Praktek Siswa Jurusan Teknik

Kepala SMK Negeri 3 Luwu, Drs. Damis Asang, M.Pd
Drs. Damis Asang, MPd : Sumber Anggarannya dari APBN DAK Melalui Pemprov Sulsel

LUWU, Tabloid SAR- Setelah dinyatakan lolos verifikasi sesuai persyaratan yang menjadi ketentuan untuk mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) pembangunan Ruang Praktek Siswa (RPS).

APBN DAK yang  disalurkan melalui Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) itu, akhirnya berhasil didapatkan oleh Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Luwu yang dahulu bernama SMKN 1 Walenrang.

DAK pembangunan RPS yang berhasil didapatkan oleh SMKN 3 Luwu sebanyak dua paket, yakni RPS untuk jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM) dan RPS jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) atau mobil.

Menurut, Kepala SMKN 3 Luwu, Drs Damis Asang MPd, bahwa DAK untuk pembangunan RPS TSM dan TKR tersebut dikucurkan bagi sekolah yang dinahkodanya setelah dinyatakan lolos verifikasi sesuai dengan ketentuan.

“RPS TSM dan TKR itu, digelontorkan bagi sekolah kami setelah dinyatakan lolos verifikasi. Syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam verifikasi tersebut yakni, ketersediaan lahan, kepemilikan lahan, dan akta pendirian sekolah, serta sejumlah persyaratan lainnya,” kata Damis saat ditemui diruang kerjanya, Sabtu (7/10/2017) siang.

Mantan Kepala SMA Negeri 1 Lamasi tersebut, juga menerangkan bahwa proses pembangunan RPS TSM dan TKR di sekolahnya itu, mulai dibangun pada minggu keempat Agustus lalu dan sudah harus rampung paling lambat pekan keempat Desember 2017 mendatang.

“Pembangunan kedua RPS di sekolah kami ini, dikelola secara swakelola dengan masa pelaksanaannya selama 4 bulan. Karena proses pembangunannya dimulai pada akhir Agustus lalu maka harus diupayakan selesai paling lambat pada pekan terakhir Desember mendatang,” terang Damis seraya mengatakan pihaknya optimis Panitia Pembangunan Sekolah (P2S) SMKN 3 Luwu akan menyelesaikan pekerjaan tersebut dengan tepat waktu.

Damis menyebutkan bahwa anggaran untuk pembangunan kedua RPS tersebut, sekitar Rp 120 juta lebih.

“Masing-masing RPS anggarannya lebih dari Rp 600 juta, jadi jika anggaran kedua RPS ini kita gabungkan berarti totalnya lebih dari Rp 120 juta,” sebut Damis.

Ia juga menjelaskan bahwa anggaran sebesar Rp 120 juta lebih untuk kedua RPS tersebut, sudah termasuk biaya pengadaan mobiler dan peralatan prakteknya.

Pada kesempatan ini, Damis menuturkan bahwa setelah proses pembangunan kedua RPS di sekolah kejuruan tersebut rampung, maka pihaknya akan langsung memanfaatkan kedua RPS baru itu.

“Yaa kalau proses pembangunan RPS-nya sudah rampung, Insyah Allah jika tidak ada aral melintang, maka segera kami fungsikan sesuai peruntukannya, paling lambat Januari 2018 pada semester genap mendatang,” tuturnya.

Kepala SMKN 3 Luwu tersebut, meyakini jika RPS itu bisa langsung dimanfaatkan secara maksimal karena, selain sarana dan prasarannya sudah ada, juga sekolah yang dinahkodainya ini sudah memiliki 3 orang guru yang berkeahlian ganda khususnya jurusan TKR.

“Saya yakin RPS TKR nantinya dapat langsung difungsikan secara maksimal karena di sekolah kami ini, sudah ada 3 orang guru yang lolos sertifikasi berkeahlian ganda. Ketiga guru berkeahlian ganda itu, sudah dinyatakan lulus dan memiliki sertifikat dari Lembaga P4TK (Pengembangan Profesi Pendidikan Tenaga Kependidikan) di Malang,” tandas Damis.      

Penulis : William Marthom
Editor   : Zottok

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.

.

.