.

.

Monday, 20 November 2017

Akhirnya Setya Novanto Digelandang KPK dari Rumah Sakit Cipto Mangun Kusuma

Tampak tersangka korupsi e-KTP, Setya Novanto duduk diatas kursi roda dan mengenakan Rompi warna oranye saat tiba di Gedung KPK, Minggu, (19/11/2017) malam
Setnov Muncul Tanpa Perban, Tak Terlihat Ada Benjolan Sebesar ‘Bakpao’ di Kepalanya

JAKARTA, Tabloid SAR- Setelah mangkir berkali-kali saat dipanggil tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan berhasil kabur saat hendak dijemput paksa oleh KPK di kediamannya, Rabu, (15/11/2017) malam. Namun pada akhirnya Ketua DPR RI, Setya Novanto (Setnov) berhasil digeladang tim penyidik KPK.

Ketua Umum Partai Golkar yang ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP (Kartu Tanda Penduduk Elektronik) yang mengakibatkan kerugian Negara hingga Rp 2,3 trilliun itu, digelandang tim penyidik KPK dari Rumah Sakit Cipto Mangun Kusuma (RSCM) Jakarta Pusat, Minggu (19/11/2017) malam sekitar pukul 23.40 WIB.

Setnov digelandang tim penyidik lembaga anti rasua dari RSCM setelah tim medis RSCM dan tim Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyatakan bahwa tahanan KPK yang dibantarkan di RSCM pasca mengalami kecelakaan tunggal di kawasan Simprug, Jakarta Selatan, Kamis (16/11/2017) malam itu, tidak perlu lagi dirawat inap.

Orang nomor wahid di partai berlambang pohon beringin itu, mengenakan Rompi warna oranye bertuliskan “Tahanan KPK” ketika turun dari mobil tahanan lembaga super bodi dan langsung menaiki kursi roda saat tiba di halaman Gedung KPK.

Ironisnya, wajag Setnov hanya tampak memar dan lecet merah di dahinya tanpa perban ketika turun dari mobil tahanan KPK.
Tampak wajah tersangka korupsi e-KTP, Setya Novanto hanya sedikit memar dan lecet di dahi tanpa perban saat tiba di Gedung KPK, Minggu (19/11/2017) malam 
Padahal, sebelumnya tim kuasa hukumnya menyebut bahwa Setnov, terluka parah dan mengakibatkan benjolan sebesar Bakpao di dahi akibat kecelakaan tunggal saat menumpangi mobil Toyota Fortuner warna hitam di kawasan Simpurg, Jakarta Selatan, Kamis, (16/11/2017) malam.

Fredrich Yunadi kuasa hukum, Setnov beberapa kali menyampaikan kepada sejumlah awak media massa bahwa kliennya itu, mengalami kecelakan tunggal yang cukup hebat ketika dalam perjalanan menuju Gedung KPK untuk menyerahkan diri.

Selain itu, Yunadi juga menyatakan bahwa kliennya tak sadarkan diri dan berpotensi geger otak.

Berdasarkan serangkaian deretan drama yang dilakonkan oleh Setnov bersama para tim kuasa hukumnya beberapa pekan terakhir guna menghindari proses hukum dalam kasus korupsi e-KTP, namun pada akhirnya terjerat pula dengan hukum.

Hal tersebut, ibarat mengaminkan sebuah pepatah kuno yang menyatakan, “sepandai-pandainya Tupai melompat, akan jatuh pula dari dahan pohon, begitu juga dengan Setnov bersama kuasa hukumnya, sepandai-pandainya menghindari proses hukum, namun pada akhirnya akan dijerat pula dengan hukuman.”

Editor : William Marthom

No comments:

Post a Comment

.

.