.

.

Rubrik

.

Selasa, 28 November 2017

Gunakan Dana Desa Tahap Kedua Kades Tabah Bangun Draenase dan Plat Dukker

Salah satu Plat Dukker yang dibangun di Desa Tabah, Kecamatan Walenrang Timur, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel) menggunakan Dana Desa Tahun Anggaran 2017
LUWU, Tabloid SAR- Dana Desa yang bersumber dari APBN berdasarkan regulasi harus dicairkan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) secara bertahap dengan dua kali pencairan.

Pencairan tahap pertama dilakukan pada awal tahun, sedangkan pencairan tahap kedua pada akhir tahun.

Berbeda dengan Alokasi Dana Desa (ADD) yang bersumber dari APBD Kabupaten Luwu. Dana tersebut, tidak dicairkan secara bertahap dan pencairannya dilakukan pada awal tahun.

Hal ini, diungkapkan Kepala Desa (Kades) Tabah, Adriadi ST, saat dikonfirmasi wartawan media ini, Selasa (28/11/2017).

Menurutnya Dana Desa Tabah yang dicairkan pada awal tahun 2017 lalu sebanyak Rp 481 juta.

Dana itu, sepenuhnya digunakan untuk membiayai kegiatan fisik, pembangunan sejumlah infrastruktur di Desa Tabah.

Sedangkan pada pencairan tahap kedua, sekitar Rp 281 juta Dana Desa Tabah yang dicairkan digunakan untuk membiayai kegiatan fisik dan nonfisik.

Dana Desa tersebut, digunakan untuk membangun 3 unit plat dekker (plat dukker- red) dan draenase sepanjang 216 meter.

“Dana Desa yang kami cairkan pada akhir tahun ini, kami gunakan untuk membangun dua unit plat dukker di Dusun Pongrakka dan satu unit di Dusun Tabah, serta pembangunan draenase sepanjang 216 meter di Dusun  Pongrakka ” ujar Adriadi.

Sementara kegiatan non fisik yang menggunakan Dana Desa adalah penyertaan modal awal bagi Badan Usaha Milik Desa (BumDes).

“Selain membiayai kegiatan fisik, kami juga menggunakan Dana Desa untuk kegiatan non fisik yakni penyertaan modal untuk BumDes,” kata alumni tahun 1996 Fakultas Teknik Sipil Jurusan Arsitek Universitas Hasanuddin Makassar itu.

Lebih lanjut Kades Tabah dua periode itu, menjelaskan bahwa sebanyak Rp 50 juta Dana Desa yang dicairkan pada tahap kedua tahun ini, diperuntukkan bagi BumDes Tabah.

“Sebanyak Rp 50 juta kami diserahkan kepada pengelolah BumDes untuk dijadikan modal usaha,” jelas Adriadi sembari mengatakan BumDes Tabah nantinya akan mengelola usaha pertanian berupa penjualan pupuk dan racun, baik pestisida maupun herbisida.

Untuk diketahui, ADD Tabah tahun anggaran 2017 sebanyak Rp 365 juta. Dana tersebut, selain digunakan untuk membiaya penyelenggaraan Pemdes Tabah dan operasional, serta gaji aparat desa, termasuk untuk pembelian alat tulis kantor (ATK).

Dana itu, juga digunakan untuk membeli satu unit computer dan laptop, serta satu unit printer.

Hingga kini, Pemdes Tabah masih berutang sekitar Rp 45 juta. Utang tersebut berupa pajak PPN dan PPH.

Penulis   : William Marthom
Editor     : Zottok  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.