.

.

.

Jumat, 24 November 2017

Jelang Akhir Tahun Pembangunan Sejumlah Infrastruktur di Desa Pompengan Tengah Hampir Rampung

Kades Pompengan Tengah, Rustan, S.AP
Rustan : Dari Tiga Item Kegiatan Fisik yang Kami Programkan Tahun Ini Dua Diantaranya Sudah Rampung 100 Persen

LUWU, Tabloid SAR- Tahun ini Pemerintah Desa (Pemdes) Pompengan Tengah, Kecamatan Lamasi Timur, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel), memprogramkan pembangunan sejumlah infrastruktur desa.

Kegiatan pembangunan fisik di desa tersebut, dibiayai dengan menggunakan Dana Desa Tahun Anggaran (TA) 2017 yang bersumber dari APBN TA 2017.

Hal tersebut, diungkapkan oleh Kepala Desa (Kades) Pompengan Tengah, Rustan saat dikonfirmasi wartawan media ini, Jumat (24/11/2017).

Menurutnya, berdasarkan hasil Musyawarah Desa (Musdes) Pompengan Tengah tahun 2017 masyarakat setempat sepakat untuk membangun tiga infrastruktur yang akan dibiayai menggunakan Dana Desa TA 2017.

“Tahun ini ada tiga item kegiatan pembangungan infrastruktur desa yang anggarannya bersumber dari Dana Desa, kami programkan dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa Pompengan Tengah. RKP itu disusun berdasarkan hasil Musyawarah Desa,” ujar Rustan.

Lebih lanjut, Rustan menjelaskan bahwa ketiga item kegiatan yang diprogramkan tahun ini, yakni penimbunan bahu jalan sepanjang 225 meter di Dusun Kala-Kala Selatan, normalisasi saluran pembungan di Dusun Samarinda dan Dusun Samarinda Utara sepanjang 1.235 meter, serta pembangunan draenase sepanjang 860 meter di Dusun Kala-Kala dan Dusun Samarinda.

“Untuk kegiatan penimbunan bahu jalan kami anggarkan sekitar Rp 30 jutaan, dan nomalisasi saluran pembuangan sebanyak Rp 76 juta, sedangkan pembangunan draenase menggunakan dana sebesar Rp 639 juta. Dari tiga kegiatan fisik tersebut, dua diantaranya sudah rampung 100 persen. Tinggal pembangunan draenase yang baru rampung sekitar 65 persen,” jelasnya.

Kades Pompengan Tengah juga menerangkan bahwa Dana Desa TA 2017 selain digunakan untuk membiayai kegiatan fisik, pihaknya juga menggunakan dana dari pemerintah pusat itu, untuk penyertaan modal bagi Badan Usaha Milik Desa (BumDes) sebanyak Rp 30 juta.

“Selain untuk kegiatan fisik kami juga memanfaatkan Dana Desa pada kegiatan non fisik seperti penyertaan modal BumDes,” terang Rustan.

Ia juga menyebutkan bahwa BumDes Pompengan Tengah nantinya akan menjual kebutuhan para petani yang ada di desa itu.

“BumDesnya nanti akan menjual kebutuhan petani di desa kami, seperti pupuk dan pestisida, termasuk herbisida,” sebutnya.

Kegiatan non fisik yang dibiayai dengan Dana Desa selain untuk pembinaan BumDes juga dimanfaatkan dalam pemberdayaan masyarakat desa.

“Kalau penyertaan modal untuk BumDes itu masuk kategori pembinaan, sedangkan untuk program pemberdayaan masyarakat kita berikan insentif bagi Kader Posyandu dan insentif Khatib,” tandasnya.

Sementara, pemanfaatan Alokasi Dana Desa (ADD) yang bersumber dari APBD Kabupaten Luwu TA 2017, selain digunakan untuk penyelenggaraan Pemdes dan operasional, juga digunakan untuk biaya rutin seperti pengadaan alat tulis kantor (ATK) dan tunjangan aparat desa, termasuk tunjangan anggota dan pimpinan BPD.

Selain itu, ADD juga digunakan untuk membiayai finishing bagian dalam Kantor Desa Pompengan Tengah yang dibangun secara bertahap sejak tahun 2015 lalu.

Untuk diketahui, tahun ini Desa Pompengan Tengah mendapatkan Dana Desa lebih dari Rp 770 juta, dan ADD sekitar Rp 300 juta.

Berdasarkan regulasi yang ada, Dana Desa harus dicairkan secara bertahap, yakni pada awal tahun pencairan tahap pertama, dan pada akhir tahun dilakukan pencairan tahap kedua.

Pemdes Pompengan Tengah mencairkan dana tersebut pada tahap pertama sebanyak Rp 470 juta dan pada pencairan tahap kedua dicairkan sekitar Rp 300 juta.

Penulis   : William Marthom
Editor     : Zottok 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.