.

.

.

Selasa, 21 November 2017

Presiden AS Kembali Tetapkan Korut dalam Daftar Negara Teroris

Presiden AS, Donald Trump
WASHINGTON DC, Tabloid SAR- Donald Trump setelah hampir setahun menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) kembali memasukkan nama Korea Utara (Korut) dalam daftar negara pensponsor terorisme.

Trump memasukkan kembali Korut kedalam daftar negara pensponsor terorisme saat menggelar rapat dengan kabinetnya di Gedung Putih, Senin, (20/11/2017).

Dalam rapat kabinet itu, Trump mengatakan Kementerian Keuangan akan mengumumkan sanksi baru terhadap Korut keesokan harinya pasca rapat tersebut.

“Mulai hari ini Amerika Serikat kembali menyatakan Korea Utara sebagai negara sponsor terorisme. Penetapan demikian mestinya sejak awal dilakukan,” ujar Trump, seperti yang dikutip dari CNN, Selasa ( 21/11/2017).

Presiden AS yang ke 45 itu, mengatakan bahwa Korut telah berulang kali melakukan aksi terorisme, termasuk pembunuhan di luar negeri.

“Selain penetapan ini, pemerintah Amerika Serikat juga akan memberlakukan sanksi lebih lanjut bagi Korea Utara. Kami juga akan mendukung secara maksimum kampanye untuk mengisolasi rezim pembunuh itu,” kata Trump.

Sementara, Menteri Luar Negeri (Menlu) AS, Rex Tillerson juga menegaskan bahwa rezim Korut telah berulang kali memberikan dukungan untuk berbagai macam tindakan terorisme internasional.

“Sebagai bagian dari strategi tekanan maksimum pemerintah AS, kami telah meminta semua negara di seluruh dunia untuk melakukan tekanan diplomatik dan ekonomi pada Korea Utara, karena rezimnya mengancam perdamaian dan keamanan internasional dengan perkembangan rudal nuklir dan balistiknya yang tidak sah,” tegas Tillerson sembari mengatakan bahwa dukungan Korea Utara terhadap terorisme internasional sangat berbahaya dan sejumlah aktivitas lainnya.

Menlu AS itu, juga menjelaskan bahwa penetapan Korut sebagai negara teroris akan disertai dengan beberapa sanksi baru di luar yang telah diberlakukan sebelumnya.

Untuk diketahui, sebelumnya ada tiga negara yang diberi label negara teroris oleh AS, yakni Iran, Sudan dan Suriah.

Penetapan tersebut, disertai pula dengan sanksi terhadap negara itu dalam menerima bantuan luar negeri dari AS termasuk larangan ekspor dan penjualan alat pertahanan. Termasuk memungkinkan AS untuk menghukum orang atau negara yang berdagang dengan negara-negara yang ditetapkan sebagai teroris.

Pada era kekuasaan Presiden George W. Bush, Korut dikeluarkan dari status negara teroris pada tahun 2008. Presiden ke 43 AS itu, memutuskan untuk menghapus Korut dari daftar tersebut sebagai bagian dari upaya untuk menyelamatkan kesepakatan nuklir dengan Negara itu.

Selain itu, Bush juga mengeluarkan nama Irak pada tahun 2004 dan Libya dari daftar negara pensponsor terorisme pada tahun 2006.

Sedangkan pada masa Presiden Barack Obama, Kuba dihapus dari daftar negara pensponsor terorisme pada tahun 2015.

Editor : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.