.

.

Thursday, 2 November 2017

SRMD Palopo Gelar Leadhership Training Course Tingkat Dasar

Para pengurus SRMD (duduk) foto bersama dengan peserta (berdiri) seusai acara pembukaan LTC-1 Gel.I DPC SRMD Palopo Tahun 2017, Kamis (2/11/2017) pagi

William Marthom : Tidak Ada Perjuangan Revolusioner, Tanpa Teori yang Revolusioner

PALOPO, Tabloid SAR- Guna merekrut kader-kader baru, Dewan Pengurus Cabang (DPC) Serikat Rakyat Miskin Demokratik (SRMD) Palopo, menggelar Leadership Training Course (LTC-1) Gelombang I Tahun 2017 di Kelurahan Tamarundun, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo, Sulawesi Selatan.

LTC-1 atau latihan kepemimpinan tingkat dasar SRMD tersebut, dibuka secara resmi oleh Ketua Umum DPP SRMD, William Marthom, Kamis (2/11/2017) pagi sekitar pukul 10.00 Wita.

Pada acara pembukaan kegiatan tersebut, William mengatakan pentingnya mengikuti LTC SRMD secara berjenjang.

“Mengikuti LTC SRMD secara berjenjang sangat penting, karena untuk menjadi pengurus SRMD pada tingkat cabang di kabupaten atau kota, salah satu syaratnya adalah harus lulus LTC-1, sementara untuk menjadi pengurus wilayah pada tingkat provinsi harus lulusan LTC-2, sedangkan persyaratan menjadi pengurus pusat pada tingkat nasional wajib dinyatakan lulus LTC-3 SRMD,” kata William.

Mantan Koordinator Eksekutif Nasional (Eknas) Federasi Serikat Perjuangan Buruh Indonesia (FSPBI) itu, menerangkan pula bahwa LTC juga merupakan ruang atau tempat formal untuk belajar tentang teori- teori ilmu ekonomi, sosial dan politik (Ekosop) dalam organisasi SRMD.

“Dalam LTC kita mempelajari teori Ekosop, tujuannya untuk mengokohkan dan menanamkan pondasi idiologi organisasi kepada para peserta yang kelak diharapkan dapat menjadi pemimpin organisasi rakyat, guna memperjuangan kepentingan rakyat,” terang William.

Selain itu, pria yang akrab disapa Bung Zottok tersebut, juga menegaskan pentingnya belajar teori, karena menurutnya perjuangan seorang aktivis yang tidak berlandaskan sebuah idiologi dan tanpa panduan teori, ibarat orang buta berjalan tanpa pemandu, begitu pula sebaliknya belajar teori tanpa praktik juga akan sia- sia, apa lagi jika teorinya bertentangan dengan praktik atau tidak dapat dipraktekkan.

“Kongkritnya saya mau menegaskan bahwa tidak ada perjuangan revolusioner, tanpa teori yang revolusioner,” tegas William. 

Dalam kegiatan yang diikuti oleh puluhan peserta tersebut, para pengurus SRMD secara bergantian memaparkan sejumlah materi tentang kepemimpinan dasar yang wajib diketahui dan dipahami oleh peserta atau para calon pemimpin massa rakyat untuk berjuang bersama SRMD dalam memperjuangkan hak dan kepentingan rakyat miskin di Indonesia.
Tampak salah satu pengurus SRMD (kiri) sedang memaparkan materi kepemimpinan dasar dalam LTC-1 Gel.I DPC SRMD Palopo Tahun 2017
Sementara, Ketua Panitia (Panpel) LTC-1 Gel. I DPC SRMD Palopo Tahun 2017, Abdul Wahid  dalam laporannya, mengatakan  kegiatan itu dapat terlaksana berkat partisipasi seluruh kader SRMD.

“Alhamdulillah, kegiatan ini dapat terlaksana dengan biaya organisasi secara mandiri, karena tanpa sumbangan dari pihak luar. Seluruh dana yang digunakan bersumber dari partisipasi atau sumbangsi dari seluruh kader SRMD, baik kader pada tingkat ranting, cabang, wilayah maupun pusat,” ujarnya.

Sedangkan, Ketua DPC SRMD Palopo, Melki Saperdi dalam sambutannya mengatakan bahwa LTC-1 SRMD wajib diikuti oleh para calon anggota (CA) SRMD sebagai salah satu syarat untuk menjadi anggota organisasi yang fokus pada perjuangan rakyat miskin itu.

Ia menjelaskan bahwa nantinya kelulusan peserta LTC ini, akan ditetapkan dalam rapat pleno DPC bersama Panpel LTC, pada akhir kegiatan menjelang penutupan .

“Dalam pleno itu, nantinya kita akan putuskan peserta mana yang dapat dinyatakan lulus murni dan lulus bersyarat, serta yang tidak lulus,” jelas Melki.

Menurutnya, peserta LTC yang dinyatakan lulus murni apa bila mereka mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, termasuk mengikuti seluruh materi-materi pendidikan latihan kepemimpinan tingkat dasar. Sedangkan peserta yang mengikuti materi kurang dari 100 persen dan minimal 75 persen dinyatakan lulus bersyarat. Sementara, peserta yang mengikuti materi kurang dari 75 persen dinyatakan tidak lulus atau hanya ditetapkan sebagai Calon Anggota (CA) SRMD dan diwajibkan mengikuti ulang LTC-1 SRMD berikutnya.

“Peserta yang lulus bersyarat kita beri tugas membuat makalah tentang analisis social rakyat miskin, untuk dipersentasetakan di depan DPC dan anggota SRMD Palopo, sesuai jadwal yang ditetapkan DPC. Sedangkan para CA diwajibkan mengikuti ulang LTC-1 berikutnya,” ujar Melki.

Untuk diketahui, kegiatan yang dikemas dengan tema, “Rekontruksi Paradigma Kader dan Gerakan Massa yang Mandiri, Progresif dan Berdaulat” ini akan dilaksanakan selama empat hari, terhitung mulai tanggal, 2 s/d 5 November mendatang.

Penulis   : Misbah
Editor     : Ories


No comments:

Post a Comment

.

.