.

.

.

Rabu, 08 November 2017

Tragis…Warga Miskin Tidak dapat KIS, Bayi Penderita Hydrocephalus Asal Kabupaten Lutra Masuk Rumah Sakit Pakai BPJS Mandiri

Igen Sanjaya bayi berumur 9 bulan yang menderita penyakit Hydrocephalus, serta penyakit bawaan bibir dan langit mulut sumbing sedang dipangku Ritti Ibu kandungnya 
Hendra : Jika Ada yang Hendak Berdonasi untuk Igen, Dananya dapat Ditransfer Melalui Nomor Rekening BRI : 5002-01-019450-53-4, Atas Nama Surtin Milik Orangtua Penderita       

LUTRA, Tabloid SAR- Sudah jatuh ketimpa tangga pula, mungkin pepatah demikian sangat cocok ditujukan pada Igen Sanjaya, bayi berumur 9 bulan yang menderita penyakit Hydrocephalus (Kepala Air- red).

Pasalnya, Igen sejak lahir menderita penyakit Hydrocephalus, dan bibir, serta langit mulutnya sumbing. Bayi yang lahir di Rumah Sakit (RS) Hikma Masamba, Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan (Sulsel) pada 27 Januari 2017 tersebut adalah anak pertama dari pasangan suami-istri Surtin (37) dengan Rittin (30).

Naasnya bayi malang itu, kedua orang tuanya berasal dari keluarga miskin atau kurang mampu. Mereka bahkan belum bisa membangun rumah sendiri dan masih menumpang tinggal di rumah orangtua mereka yang berada di Lorong Pong Tattu’, Dusun Walu-Walu, Desa Bakka, Kecamatan Sabbang, Kabupaten Lutra.

Kendati demikian, kedua orangtua Igen meski berasal dari kalangan ekonomi lemah, namun tak satupun bantuan untuk keluarga miskin yang mereka dapatkan dari pemerintah, baik itu Kartu Indonesia Sehat (KIS) maupun beras pra sejatra (Rastra) atau Raskin.

Sehingga, ketika Rittin dioperasi Cecar saat melahirkan Igen di RS Hikma Masamba, Kabupaten Lutra, ia menggunakan Kartu BPJS Mandiri yang iurannya harus dibayar setiap bulan sebanyak Rp 25.500.

Demikian pula, ketika Igen dan Ibunya dirujuk dari RS Hikma Masamba ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Djemma Lutra pasca operasi Cecar, mereka menggunakan Kartu BPJS Mandiri.

Hal serupa juga dialami saat Igen dirujuk dari RSUD Andi Djemma Lutra ke RSUD Sawerigading Palopo untuk operasi pemasangan selang saluran cairan pembuangan air di kepala Igen, karena penyakit Hydrocephalus yang dideritanya sejak lahir.

Saat dioperasi di RSUD Sawerigading Palopo, penderita penyakit Hydrocephalus itu, menggunakan Kartu BPJS Mandiri.

Hal tersebut, diungkapkan Ibu Tande (45) tante Igen saat di temui Tim Redaksi Tabloid SAR di kediaman orangtua Igen.

“Waktu adik saya (Rittin- red) mau melahirkan Igen, ia tidak bisa melahirkan normal karena anaknya didiagnosa menderita penyakit Hydrocephalus dan harus dioperasi Cecar, kata Ibu Bidan, maka adik saya saat itu dirujuk ke Rumah Sakit Hikma Masamba,” tutur Tande saat ditemui pada Selasa (7/11/2017) sore.

Ia menambahkan bahwa di RS Hikma Masamba, Rittin menggunakan Kartu BPJS Mandiri karena tidak mempunyai KIS.

“Pada bulan Maret lalu, begitu juga ketika Igen dioperasi di Rumah Sakit Umum Palopo, saat kepalanya dipasangi selang untuk saluran pembuangan cairan yang ada di kepalanya, Igen menggunakan Kartu BPJS Mandiri,” tambah Tande dengan rada kasihan atas apa yang menimpa adik dan kemenakannya.

Selain itu, Tande menerangkan pula bahwa dirinya yang selama ini mendampingi adik dan kemenakannya, ketika dirawat di rumah sakit, sebab selain Ibu kandung Igen tidak berpendidian (tidak sekolah- red) juga kurang sempurna jika berbicara dan hampir mirip seperti dengan gaya orang bisu ketika berbicara.

“Kasihan adik saya ini, selain tidak sekolah ia juga susah dipahami orang lain jika berbicara, karena tidak sempurna ucapannya saat berbicara. Ibu Igen ini hampir sama dengan cara orang bisu jika berkomunikasi dengan orang lain,” jelas Tande.

Sementara, Ketua Dewan Pengurus Ranting Serikat Rakyat Miskin Demokratik (DPRt SRMD) Kecamatan Sabbang, Hendra mengatakan bahwa pihaknya setelah mendapatkan informasi terkait kondisi Igen dan orangtuanya. Hendra bersama anggota dan pengurus SRMD langsung mengunjunginya dan segera berkordinasi dengan sejumlah pihak terkait guna membantu Igen dan keluarganya.

“Setelah kami mendapat informasi, kami langsung mengunjunginya dan melihat langsung kondisi bayi itu. Kami juga segera menyampaikan kondisi Igen dan keluarganya, kepada sejumlah stakeholder terkait,” kata Hendra.

Aktivis SRMD tersebut, menerangkan pula bahwa hal pertama yang dilakukannya saat itu adalah menghubungi pegawai Dinas Sosial dan memberikan informasi tentang kondisi, serta keadaan Igen.

“Syukur Alhamdulillah, setelah saya hubungi Pak Yudin pegawai yang saya kenal di Dinas Sosial Kabupaten Lutra, beliau langsung mengunjungi Igen dan keluarganya. Selang beberapa hari kemudian Pak Yudin, datang kembali membawa kartu KIS atas nama Igen dan orangtuanya. Pak Yudin saat itu, juga memberitahukan kalau Kartu BPJS Mandiri mereka sudah dinon-aktifkan dan kartu KIS-nya juga langsung diaktifkan,” terang Hendra.

Selain itu, Hendra juga mengatakan bahwa mereka sudah membukakan Rekening BRI atas nama Surtin (Bapak Kandung Igen- red) di Kantor BRI Unit Sabbang.

“Orangtua Igen, kita buatkan rekening bank untuk memudahkan para donatur jika ada yang ingin membantu meringankan beban Igen dan keluarganya. Apa lagi dalam waktu dekat ini, Igen akan dirujuk ke salah satu Rumah Sakit di Makassar untuk operasi bibir dan mulutnya yang sumbing,” ujar Hendra sembari mengatakan pihaknya bersama rekan-rekannya di SRMD terus berupaya untuk mengajak orang-orang yang mampu agar membantu Igen.
Rekening BRI milik orangtua Igen Sanjaya bayi berumur 9 bulan yang menderita penyakit Hydrocephalus, serta penyakit bawaan bibir dan langit mulut sumbing. Yang dibuatkan oleh Dewan Pengurus Ranting Serikat Rakyat Miskin Demokratik (DPRt SRMD) Kecamatan Sabbang, Kabupaten Lutra untuk memudahkan para donatur jika ingin mengirimkan donasinya via rekening bank (transfer) 
Pada kesempatan itu, Hendra juga menyampaikan harapannya agar Pemerintah Kabupaten Lutra khususnya instansi terkait baik Dinas Sosial, maupun Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA), serta Dinas Kesehatan agar segera turun tangan membantu atau mencarikan solusi terbaik demi kesembuhan Igen.

“Kita berharap agar semua stakeholder terkait, bisa turun langsung ke lapangan melihat kondisi Igen dan orangtuanya untuk dicarikan solusi terbaik supaya bayi itu, bisa sehat kembali dan sembuh seperti bayi pada umumnya,” tandasnya.

Ketua DPRt SRMD Kecamatan Sabbang tersebut, juga berharap agar semua pihak dapat tergerak hatinya untuk membantu Igen supaya dapat berobat dan sembuh.

“Kalau kita melihat, bantuan yang paling dibutuhkan Igen saat ini adalah uang karena meski menggunakan kartu KIS, orangtua Igen tidak punya uang untuk biaya transportasi ke Makassar dan biaya hidup selama anaknya dirawat di Makassar nantinya,” ucap Hendra sembari menyebutkan bahwa jika ada yang hendak berdonasi untuk Igen, dananya dapat ditransfer melalui Nomor Rekening BRI : 5002-01-019450-53-4, atas nama Surtin milik orangtua penderita.       

Untuk diketahui penyakit Hydrocefhalus atau Kepala Air adalah penyakit yang terjadi akibat gangguan aliran cairan di dalam otak (cairan serebro spinal- red) atau akumulasi cairan serebrospinal dalam ventrikel serebral, ruang subarachnoid, atau ruang subdural.

Gangguan itu, menyebabkan cairan tersebut bertambah banyak yang selanjutnya akan menekan jaringan otak di sekitarnya, khususnya pusat-pusat saraf yang vital.

Sedangkan, penyakit bibir sumbing adalah kumpulan dari berbagai penyakit yang meliputi “celah” pada bibir penderita, yang dikenal secara teknis sebagai celah orofasial. Penderita bibir sumbing memiliki celah yang jelas terlihat pada bagian atas bibirnya yang dapat berlanjut sampai ke hidung.

Sementara langit mulut sumbing tidak dapat langsung terlihat dengan jelas jika mulut penderitanya tertutup. Pada bagian atas mulut penderita penyakit bawaan sejak lahir ini, terdapat celah yang langsung mengarah ke hidungnya. Bibir dan langit mulut sumbing meliputi celah pada bibir atas dan langit-langit mulut yang terjadi pada saat yang bersamaan.

Jenis penyakit seperti itu, dapat menyebabkan banyak masalah bagi bayi dan orangtuanya, seperti kesulitan makan, serta berbicara. Secara umum penderita penyakit demikian juga mengalami gangguan pendengaran dan infeksi telinga yang sering muncul.

Penulis   : Tim Redaksi
Editor     : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.