.

.

.

Rabu, 22 November 2017

Wartawan Tabloid SAR Mengadukan Mantan Kades Andulan ke Polres Luwu

Tanda terima surat pengaduan wartawan Tabloid SAR, Achmad Kusman di Polres Luwu yang ditujukan kepada Kapolres Luwu
LUWU, Tabloid SAR- Seorang warga Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang berprofesi sebagai jurnalis atau wartawan di wilayah Luwu, mengadukan mantan Kepala Desa (Kades) Andulan, Alpin kepada Polres Luwu untuk diproses secara hukum karena dinilai telah melakukan penghinaan terhadap jurnalis itu.

Hal tersebut, sebagaimana tertuang dalam surat pengaduan, wartawan Tabloid SAR/SAROnline.com, Achmad Kusman yang ditujukan kepada Kapolres Luwu.

Dalam surat wartawan Tabloid SAR ber-Nomor : 001-SAR/XI-2017 tertanggal, 17 November 2017 itu, Achmad meminta agar mantan Kades Andulan, Alpin diproses secara hukum karena dinilai telah menghina dirinya saat ia tengah melaksanakan tugasnya sebagai seorang jurnalis.

Achmad dalam suratnya mengatakan bahwa Alpin telah menghina dirinya dengan ucapan yang sifatnya menista dan sangat merendahkan kehormatannya sebagai manusia.

“Kehormatan dan harkat, serta martabat saya mestinya dijunjung tinggi oleh siapapun,” tegas Achmad dalam suratnya.

Ia menjelaskan bahwa peristiwa penghinaan itu, terjadi ketika dirinya sedang melaksanakan tugasnya selaku jurnalis.

“Penghinaan itu, dilakukan oleh Alpin ketika saya hendak mengkonfirmasi Kaur Umum Desa Andulan yang bernama Darius, melalui handphonenya,” terang wartawan Tabloid SAR tersebut.  

Jurnalis yang akrab disapa Gondrong itu, menjelaskan bahwa peristiwa pelecehan terhadap dirinya bermula ketika ia berupaya untuk mengkros chek kebenaran informasi dari sejumlah warga Desa Andulan, Kecamatan Bastem, Kabupaten Luwu, yang menyatakan bahwa bahwa Darius tidak tertetera namanya dalam Surat Keputusan (SK) yang diterbitkan oleh Kepala Desa Andulan tentang Penunjukan dan Pengangkatan Perangkat Desa Andulan, No. 01/KEP.DA/I/2016, tertanggal  4 Januari 2016.

“Menurut keterangan sejumlah warga Desa Andulan yang minta namanya untuk dirahasikan, bahwa nama yang tertera dalam SK- itu, sebagai Kaur Umum Desa Andulan bukan Pak Darius, tetapi salah satu kerabat dekat mantan Desa Andulan (Alpin- red),” jelas Gondrong dalam surat pengaduannya.

Lebih lanjut, jurnalis kelahiran daerah Kamanre itu, menuturkan ketika dirinya mengajukan pertanyaan kepada Darius, melalui HPnya ia sempat berdialog dengan Darius, namun tiba-tiba HP Darius diambil alih oleh mantan Kepala Desa Andulan, Alpin.

“Saat saya sedang wawancara dengan Pak Darius melalui HPnya, tiba-tiba mantan Kades Andulan, Alpin mengambil HP milik Pak Darius lalu melontarkan kata-kata ujaran kebencian (hate speech) kepada saya. Alpin mengatai saya dengan kata-kata kotor dalam bahasa daerah Luwu,” jelas Gondrong.  

Menurut wartawan Tabloid SAR tersebut, bahwa pihaknya mengadukan peristiwa yang menimpa dirinya kepada Kapolres Luwu melalui suratnya yang tertanggal 17 November 2017 sehari setelah kejadian itu dialaminya karena menurutnya hal demikian bertentangan dengan ketentuan hukum yang berlaku diantaranya, Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Selain itu, Achmad juga menilai bahwa hal tersebut juga merupakan tindak pidana penghinaan atau penistaan. Termasuk tindak pidana yang menimbulkan perasaan tidak enak dan menyerang kehormatan orang lain melalui ujaran kebencian, sebagaimana diatur dalam KUHPidana.

“Tidak hanya melanggar Undang-undang Pokok Pers dan KUHPidana, perbuatan hate speech yang dilakukan mantan Kades Andulan juga dapat  diproses hukum dengan mengacu pada Surat Edaran Kapolri Nomor : SE/06/X/2015 tentang Penanganan Ujaran Kebencian. Surat edaran itu efektif berlakukan sejak tanggal, 8 Oktober 2015,” tegasnya.

Wartawan yang juga merupakan aktivis LSM Pembela Arus Bawah itu, juga mengatakan bahwa Alpin dapat pula dijerat dengan Undang-Undang yang mengatur tentang Tindak Pidana Informasi dan Transaksi Elektonik (ITE) pasalnya, kata-kata kasar yang dilontarkan Alpin pada dirinya melalui HP. 

Namun hingga berita ini dipublikasikan mantan Kades Andulan, Alpin belum berhasil dikonfirmasi. Beberapa kali dihubungi melali HP miliknya namun nomor yang bersangkutan di luar jangkauan.

Penulis   : Tim Lipsus
Editor     : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.