.

.

Tuesday, 19 December 2017

Ahok Diyakini Akan Mendapat Remisi Khusus dalam Perayaan Natal 2017

Ilustrasi mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok berada dalam sel tahanan

MAKASSAR, Tabloid SAR- Sama dengan nara pidana lainnya yang beragama Kristen Protestan maupun Katholik, mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok diyakini akan mendapatkan pengurangan masa hukuman atau remisi dalam rangka peringatan hari raya Natal 2017.

Hal tersebut, mencuat dalam sebuah diskusi antara mantan para nara pidana (Eks Napi)  dengan Dewan Pengurus Pusat Serikat Rakyat Miskin Demokratik (DPP SRMD) yang berlangsung di sebuah Warkop yang berada di Jalan Hertasning Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (18/12/2017) malam.

Menurut para peserta diskusi tersebut, pemberian remisi untuk Ahok pada 25 Desember 2017 mendatang merupakan remisi khusus sebanyak setengah bulan.

“Karena Pak Ahok baru enam bulan menjalani masa hukumannya, maka beliau baru bisa mendapat remisi selama 15 hari,” ujar Ketua Umum DPP SRMD William Marthom.

Ia menambahkan bahwa meski remisi khusus atau remisi hari raya maksimalnya adalah satu bulan, namun Ahok belum memenuhi syarat untuk mendapatkan remisi maksimal itu.

“Seandainya Pak Ahok sudah menjalani masa hukumannya selama satu tahun, maka beliau tentunya dapat diberi remisi hari raya selama satu bulan. Namun karena baru menjalani masa hukuman selama setengah tahun sehingga beliau baru bisa diberi remisi pada perayaan Natal 2017 nantinya selama setengah bulan atau 15 hari pemotongan masa tahanan,” jelas William.

Hal senada diungkapkan, Koordinator Departemen Hubungan Antar Lembaga DPP SRMD Wahyu Hari Priono bahwa untuk mendapatkan remisi, seorang narapidana harus memenuhi syarat-syarat khusus, seperti berkelakuan baik dan telah menjalani masa pidana lebih dari enam bulan.

“Bagi seorang Napi persyaratan berkelakuan baik harus dibuktikan bahwa yang bersangkutan tidak sedang menjalani hukuman disiplin dalam kurun waktu enam bulan terakhir, sebelum tanggal pemberian remisi,” terang Wahyu.

Mahasiswa semester akhir Pasca Sarjana Universitas Negeri Makassar (UNM) tersebut, juga mengatakan bahwa syarat lainnya untuk mendapatkan remisi yakni telah mengikuti program pembinaan yang diselenggarakan oleh Lembaga Pemasyarakatan dengan predikat baik.

Dalam kesempatan itu, salah seorang Eks Napi dalam diskusi tersebut menambahkan bahwa dengan pemberian remisi khusus pada Ahok dalam perayaan Natal 2017 maka masa hukuman Ahok nantinya akan kurang dari dua tahun.

“Bahkan, jika Pak Ahok sudah menjalani dua pertiga dari masa hukumannya, maka beliau sudah dapat mengajukan permohonan pembebasan bersyarat. Artinya jika dihitung masa hukuman sesuai vonis yang dijatuhkan Majelis Hakim dikurangi remisi khusus dan remisi umum, paling lama 18 bulan Pak Ahok sudah bisa keluar,” tuturnya.

Eks Napi tersebut, juga menjelaskan bahwa pada peringatan HUT Kemerdekaan RI yang ke 73 mendatang, Ahok sudah bisa mengajukan permohonan pembebasan bersyarat setelah mendapatkan remisi umum pada tanggal, 17 Agustus 2018 mendatang.

“Remisi umum dapat diberikan kepada Pak Ahok pada perayaan HUT RI ke 73 pada tanggal 17 Agustus 2018 mendatang, remisinya minimal satu bulan dan maksimal lima bulan. Jika remisi maksimal yang diberikan maka dalam waktu bersamaan Pak Ahok sudah bisa bebas bersyarat karena sudah menjalani masa hukumannya lebih dari dua pertiga,” jelasnya.
  
Untuk diketahui, usulan pemberian remisi diajukan oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) atau Kepala Rumah Tahanan Negara (Karutan) dan atau Kepala Cabang Rumah Tahanan Negara (Kacab Rutan) kepada Kementrian Hukum dan HAM Republik Indonesia.

Regulasi yang mengatur pemberian remisi diantaranya, Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan, PP Nomor 28 Tahun 2006, serta PP Nomor 99 Tahun 2012, termasuk Keputusan Presiden Nomor 174 Tahun 1999 tentang Remisi.  

Penulis   : Misbah
Editor     : Ories

No comments:

Post a Comment

.

.