.

.

Sunday, 31 December 2017

Cakka Lantik 15 Kades, Sedangkan Amru Lantik 13 Kades dan Satu Kades PAW

Bupati Luwu H Andi Mudzakkar saat membawakan sambutannya dalam acara Pelantikan 15 Kepala Desa di Lapangan Sepakbola Andi Mangngile, Kecamatan Suli, Kabupaten Luwu, Kamis (28/12/2017)
Tiga Kades Bermasalah Tetap Dilantik

LUWU, Tabloid SAR- Calon Kepala Desa (Calkades) terpilih melalui event demokrasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak, pada Senin bulan lalu (27/11/2017), sebagaimana yang digelar pada 28 desa di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada gilirannya dilantik sesuai jadwal pelaksanaannya.

Adapun pelantikan tersebut, dilaksanakan dua tahap. Pada tahap pertama, Cakka, begitu sapaan akrab Bupati Luwu, H Andi Mudzakkar melantik 15 Kepala Desa (Kades) di Lapangan Sepakbola Andi Mangngile, Kecamatan Suli, Kabupaten Luwu, pada Kamis (28/12/2017) di tengah suasana semaraknya kegiatan Suli Fair.

Sedangkan Wakil Bupati Luwu Amru Saher yang juga kerab disapa Amru tersebut, melakukan pelantikan tahap kedua terhadap 13 Kades dan satu Kades Pergantian Antar Waktu (PAW), pada Jumat (29/12/2017) di Lapangan Sepakbola Andi Maradang Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu.

Dalam sambutannya, Cakka menyampaikan beberapa pesan kepada 15 Kades yang dilantiknya.

Pertama, pemilihan Kades kata Cakka adalah salah satu bentuk demokrasi yang penuh dengan dinamika dan gejolak.

Menurutnya, seorang Kades di tengah masyarakatnya harus menjadi suri tauladan. Jadi Kades yang dilantik hari ini, itu sudah menjadi milik masyarakat di desanya masing-masing. Sekaligus dituntut untuk dapat menjadi inspirator dalam menciptakan kehidupan masyarakat desa yang kondusif. “Terlebih lagi dalam menghadapi Pilkada 2018 mendatang,” tukasnya.

Lalu Bakal Calon Wakil Gubernur Sulsel ini, menandaskan bahwa mulut seorang Kades hanya satu garis pembeda dengan Undang Undang. Hal seperti ini, justru kadang dijadikan rujukan oleh masyarakat.

Pesan saya, tambah Cakka lagi, jadi Kades jangan banyak bicara apa lagi jika tidak konstruktif.

“Jaga tingkah laku. Dulu sebelum jadi kades, misalnya bapak dilihat masyarakat kencing berdiri, mungkin dianggap itu biasa. Tapi ketika sudah menjabat sebagai kades dan hal demikian tetap bapak lakukan, maka bapak akan dibully habis-habisan oleh masyarakat,” papar Bupati Luwu dua periode ini.

Kedua, lanjut Cakka, bahwa seorang Kades jangan pernah berpikir mampu menyelesaikan semua permasalahan yang ada. Sebab tidak ada pemimpin yang mampu menyelesaikan semua permasalahan.

“Namun paling tidak seorang Kades, mampu memperkecil setiap masalah yang ada di desanya,” ujar Bupati yang bakal mendampingi Iksan Yasin Limpo (IYL) pada Pilgub Sulsel 2018 mendatang.

Ketiga, sambung Cakka, banyaklah turun ke lapangan. Bicarakan setiap hal dengan BPD.

“Jangan BPD-nya dibodoh-bodohi. Dan yang paling penting adalah rangkul kembali rival yang dulu pada saat pemilihan kepala desa,” tandasnya.

Terkait alokasi dana desa (ADD), Cakka pun menegaskan agar penggunaannya perlu kehati-hatian.

“Perlu Pak Kades ketahui, bahwa pada 2018 nantinya, pertanggung jawaban ADD akan menjadi lampiran pertanggungjawaban Bupati. Artinya yang akan memeriksa penggunaan ADD bukan lagi Inspektorat, melainkan Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK. Maka sebaiknya Pak Desa hati-hati,” tuturnya.

Hal urgent lainnya yang disampaikan Cakka, megenai pelantikan perangkat desa adalah wewenang penuh Kades.

Kata dia, mengangkat istri dan anak menjadi Sekretaris Desa atau Bendahara Desa, memang tidak ada aturan yang melarang.

“Namun sebaiknya hal itu, dihindari dengan alasan, sebab jika seorang Kades nantinya sampai ada yang tersangkut kasus korupsi, maka paling tidak istri dan anaknya tidak ikut terseret-seret ke dalam kasus hukum,” jelas Cakka.

Masalahnya, ujar Cakka lebih lanjut, karena semua Kades ke depan akan mengelola anggaran yang jumlahnya hingga milyaran rupiah. Jika anggaran tersebut, sampai salah pengelolaannya dapat berujung pada kasus korupsi.

“Apabila istri dan anak juga ikut dilibatkan dalam sistem penyelenggaraan pemerintahan desa, khususnya dalam pengelolaan APBDesa, jika bermasalah dengan hukum, maka dikuatirkan pula akan terseret dengan kasus tindak pidana korupsi,” terangnya.

Cakka pun menambahkan, jadi sebaiknya jangan mengangkat istri dan anak dalam perangkat desa, apalagi yang sifatnya berhubungan dengan sistem tata kelola keuangan desa.

“Iya, itu maksudnya agar nantinya Kades dan keluarganya tidak terseret sekaligus ke dalam kasus korupsi,” pinta Bupati Luwu dalam sambutannya.

Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Bupati Luwu, H Amru Saher dalam sambutannya saat melantik 13 Kades dan satu Kades PAW di Kecamatan Bua.

Ia pun kembali menegaskan bahwa dari 28 Kades hasil Pilkades se-Kabupaten Luwu yang digelar secara serentak pada bulan lalu, ada tiga Pilkades yang bermasalah, namun Kades yang terpilih menurut panitia penyelenggara harus tetap dilantik.

“Jadi itu, sudah menjadi ketentuan regulasi yang mengatur tentang Pilkades. Sebab sengketa Pilkades tidak sama dengan Pilkada dan Pilpres yang permasalahannya bermuara pada penanganannya di Mahkmah Konstitusi (MK),” papar orang nomor dua di Kabupaten Luwu yang akrab disapa Amru itu.

Menurutnya, bahwa kemarin (Kamis, 28/12/2017) Bapak Bupati Luwu H Andi Muzakkar telah melantik Kades yang masih dipersengketakan oleh pihak-pihak Calkades lainnya.

“Hari ini, ada juga Kades yang masih bermasalah ikut dilantik, sebab sudah begitu ketentuan regulasinya,” ucapnya.

Namun, kata Amru lagi, apabila nantinya pihak-pihak Calkades yang kalah, lalu menggugat melalui jalur hokum kemudian dinyatakan menang menurut putusan hukum yang telah bersifat ingkrah, maka Kades yang bermasalah dan tetap dilantik hari ini, tentunya akan diberhentikan. “Jadi sudah begitu aturannya,” tuturnya.

Akan tetapi pihak-pihak Calkades yang menang melalui jalur hukum tersebut, lanjut Amru menjelaskan, juga tidak serta merta pula akan dilantik sebagai pengantinya.

“Mengingat ada prosedurnya, yakni terlebih dahulu diangkat penjabat Kades untuk memfasilitasi pelaksanaan pemilihan Kades PAW, jadi yang terpilih itulah yang dilantik kemudian,” pungkas politisi PKS yang satu ini.

Untuk diketahui bahwa dari 28 Kades di Kabupaten Luwu yang dilantik untuk masa jabatan 2017-2023 ini, tiga diantaranya masih disebut-sebut bermasalah.

Yakni Kades Uraso di Kecamatan Basse Sangtempe Utara (Bastura), Kades Lalong di Kecamatan Walenrang dan Kades Tarramatekkeng di Kecamatan Ponrang Selatan.

Untuk diketahui, satu orang Kades PAW dari Desa Padang Tujuh, Kecamatan Bua Ponrang (Bupon), turut dilantik dalam acara tersebut. Masa jabatan Kades PAW itu, hingga pada agenda Pilkades Serentak berikutnya.

Penulis   : Ories & Solihin
Editor     : William Marthom

No comments:

Post a Comment

.

.