.

.

Wednesday, 13 December 2017

Warga Keluhkan Kelangkaan dan Pelonjakan Harga LPG 3 Kg, Bupati Wajo Perintahkan Sidak

Ketua Tim Pengawasan dan Monitoring LPG 3 Kg Kabupaten Wajo Muhummad Arwes (kanan) didampingi Kabag Perekonomian Andi Musdalifah (kiri), saat melakukan Sidak, Senin (11/12/2017) siang.
WAJO, Tabloid SAR- Beberapa pekan terakhir menjelang penghujung tahun 2017 masyarakat Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengeluhkan kelangkaan LPG 3 Kg.

Selain mengeluhkan kelangkaan LPG 3 Kg, warga daerah berjuluk Bumi Lamaddukelleng tersebut, juga mengeluhkan pelonjakan harga LPG yang disubsidi oleh pemerintah itu.

Keluhan warga terkait dengan kelangkaan dan pelonjakan harga LPG 3 Kg ini, mendapat perhatian serius dari Bupati Wajo H Andi Burhanuddin Unru.

Bupati dua periode itu, langsung mengintruksikan Kepala Dinas (Kadis) Koperasi dan UMKM Kabupaten Wajo Muh Arwes selaku Ketua Tim Pengawasan dan Monitoring LPG 3 Kg untuk melakukan inpeksi mendadak (Sidak) terhadap sejumlah agen dan pangkalan, serta pengecer LPG 3 Kg di Wajo.

Intruksi orang nomor satu di Bumi Lamaddukelleng tersebut, langsung ditindaklanjuti oleh Tim Pengawasan dan Monitoring LPG 3 Kg Kabupaten Wajo dengan melaksanakan Sidak terhadap sejumlah agen dan pangkalan, hingga ke pengecer LPG 3 Kg.

Ketua Tim Pengawasan dan Monitoring LPG 3 Kg Kabupaten Wajo Muh Arwes didampingi Kabag Perekonomian Andi Musdalifah saat melakukan Sidak LPG 3 Kg.

Menurut, Muh Arwes bahwa saat melakukan Sidak mereka menemukan fakta kelangkaan dan pelonjakan harga LPG 3 Kg di Kabupaten Wajo.

“Ketika melakukan Sidak kami menemukan penyebab kelangkaan yang disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat  akan LPG 3 Kg, sementara kuota atau jatah pasokan LPG belum ditambah. Sedangkan terkait pelonjakan harga, kami temukan pada tingkat pengecer rata-rata menjual tabung LPG 3 Kg seharga Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu,” kata Muh Arwes saat dikonfirmasi, Senin (11/12/2017) siang.

Ia juga menerangkan bahwa kebutuhan LPG 3 Kg di Kabupaten Wajo memang mengalami peningkatan yang signifikan.

“Yaa wajar kalau terjadi kelangkaan LPG 3 Kg di daerah ini, pasalnya kebutuhan masyarakat meningkat tajam sementara kami belum mengajukan penambahan pasokan. Sebelumnya, pasokan LPG 3 Kg untuk Wajo hanya 12.320 tabung perhari, sementara kebutuhan saat ini, meningkat hingga 16.000 tabung setiap harinya,” terang Muh Arwes.

Kadis Koperasi dan UMKM Kabupaten Wajo itu, berjanji bahwa pihaknya akan menindak lanjuti hasil Sidak tersebut.

“Kami akan tindak-lanjuti hasil Sidak ini, dengan mengajukan penambahan pasokan LPG 3 Kg dari pihak Pertamina (Depot LPG- red) guna menghindari kelangkaannya di Kabupaten Wajo,” ujar Muh Arwes.

Selain itu, Muh Arwes menjelaskan pula bahwa peningkatan kebutuhan pasokan LPG 3 Kg karena penggunaannya semakin meluas, sebab dulunya LPG 3 Kg umumnya hanya untuk komsumsi rumah tangga, sementara kini sudah mulai banyak dikonsumsi untuk kebutuhan pada sektor pertanian.

“Dulu, LPG 3 Kg hanya dominan digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, tapi kini sudah mulai banyak digunakan petani sebagai bahan bakar mesin pemompa air khususnya pada musim kemarau. Petani lebih memilih untuk menggunakan LPG 3 Kg sebagai bahan bakar mesin pompa airnya karena lebih hemat tiga kali lipat jika dibandingkan dengan  menggunakan bahan bakar minyak (BBM),” tandasnya.

Pada kesempatan itu, Mantan Kabag Perekonomian Setda Wajo tersebut, juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan monitoring akan ketersediaan pasokan LPG 3 Kg, termasuk menontrol harganya guna pemenuhan kebutuhan masyarakat, serta demi menjamin stabilitas harga khususnya menjelang perayaan Natal dan tahun baru.

Editor : William Marthom

No comments:

Post a Comment

.

.