.

.

.

Sabtu, 02 Desember 2017

Yang Tersisa dari Peringatan Hari Guru Nasional di Malili

Badrul, S.Pd, MM
Ada Duka di Balik Peringatan HGN Tingkat Provinsi Sulsel

Oleh : Badrul

Di Indonesia, setiap tanggal 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional (HGN) sebagai bentuk penghargaan kepada seluruh guru di Indonesia.

Hari Guru Nasional ini bertepatan juga dengan lahirnya korps Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pada tanggal 25 November 1945. Penetapan Hari Guru Nasional berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994.

Awal mula sejarah PGRI saat itu bernama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) di tahun 1912. Sifat organisasi ini unitaristik (tidak memandang perbedaan ijazah, kedudukan, tempat kerja, agama, suku, golongan, gender, dan asal usul). Anggota dari PGHB tersebut adalah guru bantu, guru desa, kepala sekolah, dan pemilik sekolah. Mereka bertugas di Sekolah Desa dan Sekolah Rakyat Tingkat Dua.

Pasca dua dekade, nama PGHB diganti menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). Penjajah Belanda merasa tidak suka dengan nama Indonesia karena menunjukkan semangat kebangsaan. Berbeda dengan para guru dan bangsa Indonesia yang merasa senang dengan perubahan nama tersebut.

Semangat kebangsaan dan perjuangan, membara di dada guru Indonesia. Meski pada jaman penjajahan Jepang sempat dilarang segala bentuk organisasi, semangat kemerdekaan membuat PGI mengadakan Kongres Guru Indonesia 24-25 November di Surakarta.

Kemudian hasil kongres menetapkan tanggal 25 November ditetapkan sebagai Hari PGRI. Sebagai bentuk penghormatan kepada para guru, pemerintah menetapkan hari lahir PGRI saat ini diperigati sebagai HGN atau Hari Guru Nasional.

PGRI di seluruh Nusantara, tidak terkecuali Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan mengagendakan berbagai macam kegiatan. Dimana kegiatan atas peringatan HGN di tingkat Provinsi Sulsel untuk tahun 2017 ini, maka tak terlerpas pula menggelar beberapa cabang lomba Olahraga, yang kegiatannya di pusatkan di Malili Kabupaten Luwu Timur.

Adapun kegiatan HGN tingkat Provinsi Sulsel yang dipusatkan di Malili tersebut, sebagaimana yang telah dilaksanakan dari tgl 22-25 Nopember 2017. Tentunya disambut pula dengan semangat antusiasme yang begitu berarti dari segenap anggota PGRI Sulsel. Terbukti dengan hadirnya seluruh anggota PGRI dari tiap kabupaten dan kota di provinsi yang dinahkodai oleh Gubernur Syahrul Yasin Limpo ini.

Namun diantara euforia tersebut, rupanya terjadi beberapa insiden yang membuat PGRI Sulsel berduka. Diantaranya karena meninggalnya peserta dari Kabupaten Wajo saat masih dalam perjalanan menuju Malili sebagai tempat kegiatan. Termasuk salah seorang atlit tennis meja dari Kabupaten Luwu.

Tentunya adanya peristiwa yang sangat memilukukan ini, sehingga membawa duka yang begitu dalam bagi segenap anggota PGRI se Provinsi Sulsel. Namun semua itu, jelas sudah menjadi takdir dari Sang Maha Pengatur waktu.

Sudah barang tentu catatan kecil ini, kupersembahkan buat keluarga dari rekan-rekan anggota PGRI yang berduka saat memperingati HGN 2017 lalu di Malili. Semoga Khusnul Khotimah diberikanNya, sebagai predikat buah dari pengorbanannya. Amin

**) Penulis adalah Kepala SDN 555 Minangatallu, Kecamatan Bupon, Kabupaten Luwu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.