.

.

Sunday, 14 January 2018

Ini Program yang Dilaksanakan Kades Balirejo pada Tahun 2017 Lalu

Kepala Desa Balirejo Ketut Artawan

LUTIM, Tabloid SAR- Secara umum Pemerintah Desa (Pemdes) di seluruh wilayah Republik Indonesia memiliki empat sumber keuangan yakni Dana Desa yang bersumber dari APBN dan Alokasi Dana Desa (ADD) dari APBD tingkat kabupaten, termasuk Bagi Hasil Pajak (BHP) dan Bagi Hasil Retribusi Daerah (BHRD).

Desa Balirejo, Kecamatan Angkona, Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Sulawesi Selatan, pada Tahun Anggaran (TA) 2017 lalu, mendapat Dana Desa sekitar Rp 800 juta dan ADD sebanyak Rp 500 juta.

Jadi jika besaran Dana Desa ditambah ADD dan BHP, serta BHRD maka total pendapatan Desa Balirejo pada tahun lalu sekitar Rp 1,3 milliar lebih.

Hal itu, diungkapkan oleh Kepala Desa (Kades) Balirejo Ketut Artawan saat ditemui, Sabtu (13/1/2018) sore dikediamannya.

Menurutnya, dengan Dana Desa, ADD dan BHP, serta BHRD itu, Pemdes Balirejo pada TA 2017 lalu memprogramkan sejumlah kegiatan fisik dan non fisik untuk membangun desanya.

Ia menambahkan bahwa, khusus untuk pemanfaatan Dana Desa, Pemdes Balirejo memprogramkan enam item pembangunan fisik di desanya.

“Kegitan fisik tersebut antaralain, pembentukan jalan tani pada lima titik dengan volume panjang 7 kilo meter x lebar 6 meter, pembangunan jembatan penghubung pemukiman dengan ladang warga ukuran bentangan 4  meter x  lebar 5 meter, pembuatan draenase pada dua titik sepanjang 500 meter masing-masing 250 meter, pembuatan plat deuker (dekker- red) sebanyak dua unit, dan pembuatan pot bunga pada lingkungan pemukiman, serta perawatan jalan pemukiman warga,” ujar Ketut Artawan.

Lebih lanjut, Kades Balirejo menerangkan bahwa Dana Desa yang diterima desanya pada TA 2017 lalu, selain untuk kegiatan fisik juga dimanfaatkan pada program non fisik.

“Program non fisik yang dibiayai menggunakan Dana Desa pada tahun lalu, yaitu penambahan biaya operasional Guru TK dan bantuan makanan tambahan khusus bagi warga lanjut usia (Lansia),” terang Ketut Artawan.

Sedangkan ADD, selain digunakan untuk penyelenggaraan Pemdes, dana itu juga dimanfaatkan membangun Kantor Desa Balirejo secara bertahap.

“Penggunaan ADD-kan semua sudah pada tahu bahwa dana tersebut, untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan desa, seperti operasional, honorarium dan tunjangan aparat desa, belanja ATK (alat tulis kantor- red) dan sejumlah biaya lainnya. Sisanya kami gunakan untuk pembangunan tahap kedua kantor desa kami,” jelasnya.

Untuk diketahui, jumlah penduduk Desa Balirejo sekitar 500 KK dan wajib pilihnya sebanyak 1.300 orang.

Desa tersebut, terdiri dari 5 Dusun dan 15 RT dengan jumlah anggota BPD (Badan Permusyawaratan Desa) sebanyak 7 orang.  

Penulis   : William Marthom
Editor     : Omjef

No comments:

Post a Comment

.

.