.

.

.

Kamis, 18 Januari 2018

Kasat Lantas Polres Tator akan Tindak Tegas Aksi Balapan Liar

Kasat Lantas Polres Tator AKP Abdul Rahman, S.Sos, MM
Kasat Reskrim AKP Jon Paerunan : Kita Bersyukur Sebab Belum Ada Wisatawan yang Menjadi Korban Kejahatan di Daerah Ini

TORAJA, Tabloid SAR- Wilayah hukum Polres Tana Toraja (Tator) yang meliputi Kabupaten Tator sendiri dan Kabupaten Toraja Utara (Torut), dengan keunikan budayanya, serta pemandangan alam cukup eksotis. Merupakan salah satu daerah tujuan wisata paling populer di Provinsi Sulawesi Selatan.

Saban hari dikunjungi oleh wisatawan manca negara (Wisman) dan wisatawan local atau domestik. Akan tetapi di balik keunggulan wilayah Toraja, sebagai tempat destinasi wisata paling pavorit yang cukup digandrungi oleh wisatan dari Benua Eropa tersebut.

Namun nampaknya, keunggulan wilayah Toraja sebagai daerah tujuan wisata tak lepas pula dari sejumlah kasus-kasus pelanggaran hukum, baik itu dalam bentuk pelanggaran lalu lintas maupun kasus tindak pidana pada umumnya.

Hanya saja kasus-kasus tersebut, tidak menimbulkan ekses negatif terhadap kehadiran para wisatawan yang datang berkunjung di Toraja.

Hal tersebut, dijelaskan oleh Kasat Lantas Polres Tator, AKP Abdul Rahman. Hal senada juga disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Tator, AKP Jon Paerunan, ketika kedua perwira Polri berpangkat tiga balok itu, ditemui awak media Tabloid SAR secara terpisah di ruang kerjanya masing-masing, pada Senin (15/1/2018) lalu.

Menurut Abdul Rahman bahwa kasus-kasus pelanggaran lalu lintas yang sangat menonjol di Toraja umumnya adalah kasus kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) yang terjadi akibat tidak tertipnya masyakat dalam berlalu lintas.

Selain itu, Kasat Lantas Polres Tator menerangkan pula bahwa pelanggaran lalulintas lainnya adalah tidak mengenakan helem saat mengendarai kendaraan sepeda motor.

“Itu masih terjadi baik di Kota Makale ini, maupun di Kota Rantepao,” terang Abdul Rahman.
Hanya saja bedanya, lanjut mantan Kanit Regident Polres Maros itu, bahwa di Kota Makale tidak ada aksi balapan liar.

“Lain halnya di Kota Rantepao, balapan liar sudah menjadi kegiatan rutin bagi kalangan remaja pada waktu malam hari, namun itu sudah kita sikapi semenjak menjelang penutupan tahun 2017 lalu,” tuturnya.

Kendati demikian, aksi balapan liar di wilayah hukum Polres Tator khususnya di Kota Rantepao sudah menjadi agenda program Bapak Kapolres (AKBP Julianto Sirait- red) untuk ditertipkan, termasuk sepeda motor yang menggunakan knalpot bogar (knalpot racing- red) karena sangat memekahkan teliga.

“Maka tentu hal itu, sudah pasti menjadi prioritas bagi kami di Satlantas Polres Tana Toraja ini, untuk melakukan operasi penindakan terhadap kasus-kasus lalulintas seperti itu,” tandasnya.

Langkah Polres Tator seperti yang disampaikan oleh Abdul Rahman tersebut, nampaknya sangat diapresiasi warga Kota Rantepao.

“Kita sangat mengapresiasi tindakan Satlantas Polres Tator dalam memberantas aksi-balapan liar di kota ini. Apa lagi motor mereka menggunakan knalpot bogar yang sangat bising dan memekahkan telinga. Pelanggaran lalulintas seperti itu, sangat penting ditindak tegas karena sangat meresahkan warga di Kota Rantepao selama ini,” ujar Limbong, salah satu warga Rantepao kepada wartawan media ini.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Tator, AKP Jon Paerunan saat ditemui di ruang kerjanya, menyampaikan bahwa kasus-kasus tindak pidana yang menonjol ditangani pihaknya selama ini adalah kasus tanah, kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) dan kasus pencabulan.

Tak lupa pula mantan Kapolsek Wara Selatan Kota Palopo ini, menyampaikan bahwa selain itu, terdapat pula sejumlah kasus korupsi yang telah ditangani oleh pihaknya.
Hanya saja mantan Kanit Regident Polres Kota Palopo itu, belum mau menyebutkan secara spesifik kasus korupsi yang dimaksud.

“Kasus dugaan korupsi itu, masih kami dalami, sehingga belum patut kami beberkan ke publik. Pada gilirannya nanti akan kita ekspos di media, apa lagi jika sudah dinyatakan fix dan sudah ada tersangkanya yang ditetapkan oleh penyidik kami,” tuturnya.

Ketika Kasat Reskrim Polres Tator tersebut, dikonfirmasi mengenai kasus yang menjerat Kadis PU-PR Provinsi Papua Djuli Mambaya, ia mengatakan kasus itu masih sementara dalam proses.

“Kasus itu, juga masih dalam proses penanganan tim kami, jadi saya belum dapat menjelaskan lebih detail mengenai kasus itu,” kilahnya.

Meski demikian, pada akhir wawancara Jon Paerunan menerangkan bahwa secara umum di wilayah hukum Polres Tator selama ini, belum ada kasus tindak pidana yang terjadi berdampak buruk pada kunjungan wisatawan.

“Kita bersyukur sebab belum ada wisatawan baik itu, Wisman maupun domestik yang menjadi korban kejahatan di daerah ini,” terangnya.

Penulis   : Ories
Editor     : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.