.

.

.

Jumat, 19 Januari 2018

SDN Inpres No 434 Kalimbubu Akan Lakukan Pergantian Pengurus Komite Sekolah, Ada Apa Yaa ?

Kepala SDN Inpres No 434 Kalimbubu, Becce Satta SPd bersama para guru dan sejumlah muridnya, foto bersama di halaman sekolah mereka.

LUWU, Tabloid SAR– Komite sekolah dibentuk untuk memantapkan dan mengembangkan tradisi keterlibatan orang tua siswa dan masyarakat dalam menyelenggrakan pendidikan.

Maksudnya, supaya keberadaannya benar-benar dirasakan peran dan fungsinya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah. Untuk itu, maka diperlukan pengurus komite sekolah yang bersifat visioner sesuai harapan para orang tua siswa dan masyarakat pada umumnya.

Jadi dengan alasan inilah, sehingga Sekolah Dasar Negeri (SDN) Inpres No 434 Kalimbubu, mengagendakan dalam waktu dekat ini, untuk membubarkan dan membentuk komite baru di sekolah yang beralamat di Desa Tallang Bulawang, Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel) tersebut.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala SDN Inpres No 434 Kalimbubu Becce Satta SPd, ketika dikonfirmasi awak media Tabloid SAR, baru-baru ini.

“Mengingat Ketua komite yang ada saat ini, sudah lanjut usia menjadi alasan perlunya membentuk komite baru di sekolah kami ini,” tuturnya.

Lanjut Becce, faktor fisik ketua komite yang sudah tidak memungkinkan, sehingga menjadi pertimbangan Dewan Guru di sekolah kami ini, untuk melakukan pembubaran dan pembentukan pengurus komite baru.

Pasalnya, kata Becce lagi, kita butuh pengurus komite sekolah yang energik dan bersifat visioner.

“Maka dengan dasar ini pula, kami selaku pihak dewan guru menyampaikan kepada pihak pemerintah setempat dan orang tua siswa, mengenai adanya rencana agenda pergantian pengurus komite sekolah dimaksud,” paparnya.

Ya, kita inginkan pengurus komite yang berkualitas, sambung dia, itu karena pentingnya peran komite dalam proses peningkatan SDM (Sumber Daya Manusia) dan mutu sekolah, terlebih otonomi sekolah itu sendiri.

“Namun jelasnya, bahwa nantinya pemilihan pengurus komite baru, tentu akan diselenggarakan secara demokratis,” tutur Becce.

Sudah barang tentu pula, kata dia, kita akan merujuk pada regulasi yang mengatur tentang komite sekolah, yakni PP Nomor 17 Tahun 2010, sebagaimana maksud dan tujuan pembentukan komite itu sendiri, seperti yang diataur dalam pasal 197.

“Sudah barang tentu pula mekanisme atas pergantian pengurus komite tersebut, harus mengacu pada pasal 36 dalam PP ini,” imbuhnya.

Jadi dengan standar regulasi itulah, kata Becce lagi, kita jadikan pedoman untuk melakukan pergantian pengurus komite. Tak lain untuk mendorong tumbuhnya perhatian dan komitmen masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan yang bermutu.

Selain itu, lanjut ia menjelaskan, mengingat komite menempati posisi yang bersifat strategis, untuk memainkan perannya sebagai mediator dalam penyusunan Rencana Anggaran Pendidikan dan Belanja Sekolah (RAPBS).

“Tanpa terkecuali berperan pula sebagai pemberi pertimbangan (advisory agency), pendukung (supporting agency) dan pengontrol (controlling agency),” urai Becce.

Kemudian dia menambahkan, untuk memenuhi standar SDM tersebut, maka sebelum dilakukan pemilihan pengurus komite, maka kami dari pihak dewan guru dan sekolah, terlebih dahulu menghimbau kepada orang tua siswa supaya dapat berpartisipasi aktif dalam proses tersebut.

“Jadi pada prinsipnya, bahwa pemilihan pengurus komite sekolah akan dilaksanakan secara transparan, akuntabel dan demokratis, dengan melibatkan semua stakeholder yang berkepentingan dan berkepedulian untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah kami ini kedepan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Becce Satta SPd telah menahkodai SDN Inpres No 434 Kalimbubu, sejak dua tahun lalu sampai saat ini. Tentunya pula tak terlepas, telah menorehkan sejumlah prestasi akademis yang telah dicapainya selama itu.

Penulis   : Gugun
Editor     : Ories

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.