.

.

.

Jumat, 05 Januari 2018

Tidak Semua Penderita Diabetes Harus Pakai Suntikan Insulin, Kok Bisa ?

Insulin
INSULIN adalah salah satu jenis pengobatan diabetes yang paling umum. Obat diabetes tersebut, dapat disuntik dengan jarum suntik, pena insulin, atau pompa insulin. Kedati demikian, tidak semua penderita diabetes langsung membutuhkan insulin saat dirinya divonis diabetes.

Pemakaian insulin perlu untuk menjaga kadar gula darah agar tetap stabil, khususnya jika penderita memiliki diabetes tipe 1. Sebab penderita diabetes tipe 1 menyebabkan sistem imunnya menghancurkan sel di dalam pankreas yang berfungsi untuk memproduksi insulin alami.

Akibatnya tubuh tidak memproduksi insulin. Oleh karenanya penderita diabetes tipe 1 membutuhkan suntikan insulin semenjak pertama kali didiagnosa oleh dokter. Pemakaian insulin bagi penderita diabetes tipe 1 umumnya seumur hidup.

Sedangkan bagi penderita diabetes tipe 2 tidak semuanya membutuhkan insulin. Tubuh penderita tipe 2 secara umum masih bisa menghasilkan insulin sendiri, namun jumlahnya memang tidak cukup. Sehingga dokter biasanya menyarankan kepada penderita diabetes tipe 2 untuk mengendalikan gula darahnya dengan minum obat oral dan menerapkan pola hidup yang lebih sehat.

Meski begitu, beberapa penderita diabetes tipe 2 terkadang membutuhkan suntikan insulin seumur hidupnya untuk menggantikan fungsi pankreas yang sudah berhenti menghasilkan insulin alami.

Hal demikian, biasanya terjadi ketika diabetes penderita diabetes tipe 2 sudah tak terkendali akibat pola hidup yang kurang baik. Dalam kasus seperti ini, penderita diabetes tipe 2 yang menggunakan obat oral tak lagi mampu mengendalikan kadar gulanya.

Jadi jika seorang penderita diabetes sudah diberikan obat pengontrol gula darah selama 3-6 bulan, tetapi kadar gula darahnya saat cek rutin masih terus berada di atas 200 mm/dL, baik dicek gula darahnya saat puasa maupun setelah makan. Hal demikian menandakan penderita diabetes tersebut, mengalami resistensi atau gagal obat sehingga butuh pemakaian insulin.

Hal tersebut, diungkapkan oleh dr Agung Pronoto sebagaimana dikutip dari Harian Kompas.

Menurutnya, pada tahap awal, biasanya dokter akan memberikan obat-obatan oral. Namun setelah 6 tahun, sekitar 50 persen pasien diabetes tipe 2 perlu insulin agar kadar gula darahnya normal.

“Namun, resep dokter untuk menggunakan insulin tidak hanya berdasarkan hasil cek gula darah penderita. Akan tetapi dokter juga akan mempertimbangkan hasil pemeriksaan HbA1C dan seberapa tinggi risiko komplikasi penyakit sipenderita,” kata dr Agung.

Sementara, Richard Hellman mantan Presiden American Association of Clinical Endocrinologists menyatakan bahwa umumnya jika hasil tes HbA1C penderita diabetes lebih tinggi dari standar yang seharusnya, belum tentu langsung disarankan menggunakan insulin.

“Dokter biasanya terlebih dahulu menyarankan terapi insulin,” jelas Hellman.

Ia juga menerangkan bahwa, rentang batas kadar HbA1C yang tergolong normal adalah sekitar 6,5-7 persen.

“Jika penderita diabetes tergolong berisiko tinggi mengalami komplikasi, dokter kemungkinan juga akan segera merekomendasikan suntikan insulin. Sebab memiliki infeksi tertentu dapat membuat kadar gula darah meningkat, sehingga dokter dapat memberikan terapi insulin,” terang Hellman sembari mengatakan, tidak semua penyakit infeksi akan dianjurkan demikian.

Akan tetapi, lanjut Hellman terapi insulin itu sendiri bervariasi pada setiap penderita diabetes. Sejumlah penderita hanya perlu satu kali suntikan insulin sehari, sedangkan yang lain terkadang membutuhkan tiga hingga empat kali suntik dalam sehari.

“Jadi sebelum menggunakan suntikan insulin, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter untuk menentukan waktu pakai insulin yang tepat,” tandasnya.

Editor : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.