.

.

Monday, 12 February 2018

Audit 30 Lembang, Inspektorat Torut Berhasil Selamatkan Uang Negara Lebih Rp 1 M

Inspektur Torut Hendrik L. Simak

TORAJA, Tabloid SAR- Inspektorat Kabupaten Toraja Utara (Torut) patut diapresiasi atas prestasi dan kinerjanya dalam menyelamatkan uang negara sebanyak Rp 1.060.000.000.

Uang negara sebesar Rp 1 milliar lebih tersebut, berhasil diselamatkan oleh Inspektorat Torut ketika tim auditornya turun melakukan audit sampling terhadap 30 Lembang (Desa- red) dari 111 Lembang yang ada di Kabupaten Torut.

Dalam audit itu, tim auditor Inspektorat melakukan pemeriksaan secara komprenship dengan memeriksa kondisi kepegawaian dan administrasi Lembang, hingga pemeriksaan pembangunan fisik pada tingkat Lembang.    

Berdasarkan keterangan Inspektur (Kepala Inspektorat- red) Torut Hendrik L. Simak diketahui bahwa uang negara yang berhasil diselamatkan oleh tim auditornya itu adalah Dana Lembang (DL) yang bersumber dari APBN dan Alokasi Dana Lembang (ADL) dari APBD Kabupaten Torut Tahun Anggaran (TA) 2017.

“Para Kepala Lembang (Kalem) yang  ditemukan pembangunan fisiknya kurang bagus kami suruh perbaiki. Sedangkan volume bangunan yang masih kurang kita suruh tambahkan hingga volumennya sesuai dengan perencanaan dan bersteknya. Begitu juga dengan program pembangunan yang tidak terlaksana, kita perintahkan untuk dikembalikan ke-kas daerah atau kas negara,” terang Hendrik saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (12/2/2018) siang.    

Menurutnya, penentuan objek pemeriksaan secara sampling itu, ditentukan berdasarkan informasi dari berbagai sumber, seperti media massa, laporan LSM atau laporan masyarakat.

“Laporan atau informasi tersebut, kita cermati mana yang berpotensi beresiko tinggi maka itu kami dijadikan objek pemeriksaan. Misalnya jika ada pemberitaan di media massa yang menyebutkan bahwa ada sebuah pembangunan fisik di suatu Lembang terindikasi tidak sesuai dengan perencanaannya atau tidak sesuai bestek. Maka itu, kita jadikan sasaran pemeriksaan,” ujar Hendrik.

Selain itu, Hendrik mengungkapkan pula bahwa jika tim auditornya menemukan sebuah kekeliruan maupun kesalahan, pada saat turun melakukan pemeriksaan di lapangan. Jika hal itu, masih termasuk kategori ringan dan dapat diluruskan atau diperbaiki. Maka mereka berupaya untuk meluruskannya, sebagaimana fungsi Inspektorat yang lebih mengedepankan pembinaan.

“Misal ada temuan aparat Lembang yang jarang masuk kantor, kita bina agar rajin masuk kantor. Begitu juga jika ada temuan administrasi Lembang yang kurang bagus atau kocar-kacir, maka kita bantu untuk menyusun laporan administrasinya dengan benar. Termasuk jika ada kekurangan volume bangunan pada saat tim auditor melakukan pemeriksaan fisik, maka kita sarankan untuk menambah volumenya sesuai anggaran proyek itu,” ungkapnya.

Kendati demikian, Inspektur Torut tersebut juga menegaskan bahwa jika mereka sudah berupaya melakukan pembinaan namun tidak diindahkan, maka temuan para auditornya akan diproses lebih lanjut sesuai aturan dan mekasnisme yang ada.

Dalam kesempatan itu pula, Hendrik menerangkan beberapa alasan yang membuat mereka harus melakukan audit sampling terhadap sejumlah Lembang di Kabupaten Torut.

“Alasan pertama karena kami mengacu pada Peraturan Mentri Pemberdayaan Aparatur Negara (Permen PAN) Nomor 5 Tahun 2008 tentang Standar Audit, kedua sebab banyaknya instansi pemerintah yang mesti di audit, ketiga adalah faktor anggaran pemerintah yang sangat terbatas, dan keempat disebabkan oleh kurangnya tenaga auditor,” terangnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa instansi yang dipimpinnya cuma memiliki 14 orang tenaga auditor, itupun hanya 10 orang yang dapat diturunkan ke-lapangan guna melakukan audit, sedangkan 4 orang tenaga auditor lainnya menjadi pengendali teknisnya untuk memeriksa laporan para tim auditor.

“Jadi kami hanya memiliki 14 orang tenaga auditor, itupun sudah termasuk auditor pengendali teknisnya. Padahal jika dibandingkan dengan beban kerja yang ada, mestinya di Kabupaten Toraja Utara paling tidak ada 56 orang auditor,” jelasnya.

Untuk diketahui, pemeriksaan terhadap 30 Lembang di Kabupaten Torut tersebut dilaksanakan tim auditor Inspektorat pada bulan September- Oktober 2017 lalu.

Syarat menjadi seorang auditor di Inspektorat adalah harus berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) minimal berpangkat golongan III B, dan mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) khusus auditor, serta harus lulus ujian auditor.

Disiplin ilmu yang paling dibutuhkan untuk menjadi seorang auditor adalah sarjana akutansi dan sarjana tehnik sipil.

Penulis   : David Luase
Editor     : William Marthom

No comments:

Post a Comment

.

.