.

.

Rubrik

.

Kamis, 22 Februari 2018

Bapenda Torut Optimis Capai Target PAD 2018 Sebesar Rp 58,5 Milliar

Kepala Bapenda Toraja Utara Magdalena S. Layuk Allo, SE, M.AP

Magdalena S. Layuk Allo, SE, M.AP : Saya Optimis Target PAD Torut Tahun 2018 dapat Tercapai Jika Semua SKPD Terkait Melaksanakan Tugasnya Secara Maksimal.

TORAJA, Tabloid SAR- Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Toraja Utara (Torut) mulai memperlihatkan prestasinya dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Torut.

Prestasi tersebut, patut diapresiasi baik oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Torut maupun masyarakat Kabupaten Torut.

Pasalnya, sejak Torut mekar dari Kabupaten Tana Toraja (Tator) selama kurang lebih 9 tahun silam, baru pada Tahun Anggaran (TA) 2017 Bapenda Torut berhasil menaikkan PAD-nya hingga mencapai Rp 8 milliar lebih.

Sebelumnya, PAD Torut dari tahun ke tahun, hanya naik pada kisaran Rp 1- 2 milliar.
Namun pada TA 2017 kemarin, PAD Torut meningkat tajam hingga mencapai kisaran Rp 9 milliar setelah Bapenda Torut dinahkodai oleh Magdalena S. Layuk Allo.

Sehingga, jika ada pihak yang paling berhak untuk diapresiasi dan diajungi jempol dalam keberhasilan meningkatkan PAD Torut, maka tentunya itu sudah pasti Magdalena.

Selain Magdalena, tentu saja ada pihak lain yang juga berkontribusi besar dalam pencapaian prestasi tersebut, yakni para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemda Torut, khususnya SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) yang mengelola sumber-sumber PAD.

Fenomena progres peningkatan PAD Torut secara signifikan ini, baru bisa jadi kenyataan setelah Magdalena resmi menahkodai Bapenda Torut sejak Januari 2017 lalu.

Padahal, Magdalena baru dilantik secara resmi oleh Bupati Torut Kalatiku Paembonan sebagai Kepala Bapenda setelah target PAD Torut ditetapkan dalam APBD Kabupaten Torut TA 2017.

Kendati demikian, pada tahun 2017 lalu sebenarnya Bapenda Torut hanya mampu meraih target PAD sekitar 69,43 persen dari Rp 61.909.303.000 atau hanya berhasil merealisasikan PAD dengan total Rp 42.982.379.698 atau sekitar Rp 42,9 milliar.

Sehingga tidak menutup kemungkinan, hal tersebut membuat Bapenda Torut harus bersikap realistis dalam  menurunkan target PAD 2018 sekitar Rp 3 milliar dari target PAD 2017 lalu.

Namun target itu, sebenarnya masih lebih tinggi sekitar Rp 16 milliar dari jumlah realisasi PAD tahun 2017.

Berdasarkan keterangan resmi Kepala Bapenda Torut diketahui bahwa tahun ini, mereka menetapkan target PAD sebesar Rp 58,5 milliar.

“Tahun ini, Bapenda Torut menetapkan target PAD tahun 2018 sebesar Rp 58.562.507.100. Kami harus lebih realistis dalam menetapkan target PAD tahun anggaran 2018. Mengingat penetapan target PAD pada tahun 2017 lalu, terlalu tinggi atau kurang tepat. Sebab meski kami telah berhasil meningkat PAD Torut sekitar Rp 9 milliar jika dibandingkan dengan realisasi PAD Tahun Anggaran 2016 akan tetapi persentase realisasi targetnya hanya sekitar 69,43 persen dan masih jauh dari angka 90 persen,” ujar Magdalena saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (19/2/2018) siang .

Lebih lanjut, mantan Bendahara Dinas Pendapatan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Torut tersebut, menerangkan bahwa meski target PAD Torut TA 2018 lebih tinggi sekitar Rp 16 milliar dari realisasi target PAD TA 2017, namun pihaknya tetap optimis untuk mencapai target itu.

“Saya sangat yakin dan optimis dapat merealisasikan target PAD tahun 2018, kalaupun jauh lebih tinggi dari realisasi tahun anggaran 2017 lalu. Jika seluruh SKPD yang menjadi pengelola sumber PAD di Kabupaten Toraja Utara dapat melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya secara maksimal,” terang Magdalena.

Dalam kesempatan ini, Kepala Bapenda Torut menyebutkan sejumlah SKPD lingkup Pemda Torut yang menjadi pengelola sumber PAD.

“Ada 8 SKPD yang menjadi pengelola sumber PAD Torut, yakni Dinas Kesehatan dengan sumber PAD pada jasa pelayanan kesehatannya yang dibayarkan BPJS, Badan Lingkungan Hidup dengan jasa kebersihan sampah, Dinas Perhubungan mengelolah jasa parkir, Dinas Pariwisata mengelola retribusi objek wisata, Dinas Kominfo mengelola retribusi jasa menara telekomunikasi, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) mengelola IMB dan izin gangguan atau HO, Dinas Perindustrian dan UKM mengelola retribusi pajak galian C dan pajak air bawah tanah, Dinas Perikanan yang mngelola pengadaan bibit ikan,” sebut Magdalena, sembari mengatakan bahwa retribusi potong hewan (RPH) dikelola langsung oleh Bapenda Torut.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun wartawan media ini menyebutkan, RPH Torut TA 2017 melampaui target, yang nama pajak RPH pada tahun 2017 ditarget sebesar Rp 4 milliar dan realisasinya sebanyak Rp 4,6 milliar. Sehingga tahun ini, Bapenda Torut menargetkan RPH Torut sebanyak Rp 6 milliar.

Realisasi PAD Torut TA 2016 sebanyak Rp 34.911.702.311, sedangkan pada TA 2015 sebesar Rp 32.995.137.528. Kenaikan PAD Torut dari tahun 2015 ketahun 2016 hanya sekitar Rp 2 milliar, hampir sama dengan kenaikan PAD pada tahun-tahun sebelumnya.

Penulis   : William Marthom & David Lause
Editor     : Zottok

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.