.

.

Saturday, 3 February 2018

Ini Program Tahun 2017 Lembang Batualu yang Sudah Terealisasi dan RKPL Batualu Tahun 2018

Kepala Lembang Batualu Fajar Londong Allo
Puang Fajar Londong Allo : Salah Satu Ciri Kepala Lembang yang Tidak Korup adalah Tidak Memegang Dana Lembang dan ADL

TORAJA, Tabloid SAR- Pemerintah Lembang (Desa- red) Batualu di Kecamatan Sangngalla’ Selatan, Kabupaten Tana Toraja (Tator), Sulawesi Sealatan memiliki empat sumber keuangan yakni Dana Lembang atau Dana Desa yang bersumber dari APBN dan Alokasi Dana Lembang (ADL) dari APBD Kabupaten Tator, termasuk Bagi Hasil Pajak (BHP) dan Bagi Hasil Retribusi Daerah (BHRD).

Demikian pula dengan lembang lainnya yang ada di Kabupaten Tator dan atau Desa lainnya di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Secara umum memiliki empat sumber keuangan. 

Tahun lalu misalnya, Lembang Batualu pada Tahun Anggaran (TA) 2017 kemarin, mendapat Dana Lembang sekitar Rp 800 juta dan ADL sebanyak Rp 500 juta lebih.

Jadi, jika Dana Lembang ditambah ADL dan BHP, serta BHRD maka total pendapatan Lembang Batualu pada tahun 2017 lalu sekitar Rp 1,3 milliar lebih.

Hal tersebut, diungkapkan oleh Kepala Lembang Batualu Fajar Londong Allo saat ditemui di kantornya pada Rabu (31/1/2018).

Menurutnya, Dana Lembang TA 2017 untuk daerah yang dinahkodainya itu, sekitar Rp 800 juta digunakan membiayai sejumlah kegiatan fisik dan non fisik.

“Kegiatan fisik itu meliputi, pembangunan rabat beton dengan volume panjang 410 meter x lebar 3 meter di Dusun Tanete, pelebaran jalan sepanjang 1,2 kilo meter x 6 meter di Dusun Tanete, dan pembukaan atau perintisan jalan baru sepanjang 1,1 kilo meter x 6 meter di Dusun Tanete, serta pembuatan 5 unit plat dekker di Dusun Tanete,” ujarnya.

Selain itu, Kepala Lembang yang akrab disapa Puang Fajar Londong Allo tersebut menerangkan pula bahwa Dana Lembang TA 2017 yang digunakan untuk kegiatan non fisik adalah penambahan modal Badan Usaha Milik Lembang atau BumDes sebesar Rp 20 juta.

Sedangkan ADL Batualu TA 2017 dimanfaatkan sebagaimana mestinya sesuai regulasi dan ketentuan yang berlaku, seperti biaya operasional lembang, tunjangan aparat lembang, dan honorarium bagi Badan Permusyawaratan Lembang (BPL), termasuk untuk pengadaan Alat Tulis Kantor (ATK), serta berbagai kebutuhan Pemerintah Lembang Batualu lainnya.

Sementara, untuk TA 2018 total penerimaan Lembang Batualu diperkirakan bakal mengalami peningkatan.

“Yaa… menurut informasi yang berkembang saat ini, penerimaan untuk lembang kami dalam tahun 2018 bakal meningkat hingga mencapai sekitar Rp 1,8 milliar. Berdasarkan informasi itu, Dana Lembang kami tahun ini diperkirakan meningkat hingga mencapai Rp 1 milliar dan Alokasi Dana Lembang (ADL) kami, juga diperkirakan meningkat menjadi Rp 800 juta,” jelas Puang Fajar Londong Allo.

Lebih lanjut,  Kepala Lembang Batualu tersebut, menerangkan pula bahwa mereka telah merampungkan penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Lembang (RKPL) Batualu TA 2018.

“RKPL Batualu Tahun Anggaran 2018, sudah kami rampungkan. Itu sudah kami tetapkan dalam rapat penetapan RKPL pada akhir tahun 2017 lalu bersama seluruh jajaran Pemerintah Lembang Batualu, termasuk Badan Permusyawaratan Lembang (BPL) dan para tokoh adat, serta tokoh masyarakat di lembang kami ini,” terang Puang Fajar Londong Allo.

Ia juga menjelaskan bahwa dalam RKPL Batualu TA 2018 itu, disepakati secara musyawarah mufakat untuk membangun sejumlah infrastruktur di Lembang Batualu pada tahun ini.

“Dalam RKPL itu, disepakati sejumlah program kegiatan yang meliputi, pelebaran jalan sepanjang 2,8 kilo meter x 6 meter di Dusun Balalo’, pembukaan atau perintisan jalan baru sepanjang 2,1 kilo meter x 6 meter di Dusun Balalo’, pembuatan plat dekker 1 unit di Dusun Balalo’ dan pembangunan talut sepanjang 100 meter di Dusun Balalo’,” sebutnya.

Dalam kesempatan itu pula, Kepala Lembang Batualu mengungkapkan bahwa tahun ini Lembang yang dinahkodainya mendapat bantuan modal usaha untuk BumDes-nya sebanyak Rp 50 juta dari pemerintah pusat.

“Kami bersyukur karena tahun ini, lembang kami mendapatkan bantuan modal usaha untuk BumDes kami sebesar Rp 50 juta dari pemerintah pusat,” ungkapnya sembari mengatakan BumDes Batualu bergerak pada bidang usaha percetakan.

Kepala Lembang yang dikenal cukup arif dan bijaksana ini, juga mengatakan bahwa selama dirinya menjadi Kepala Lembang Batualu, pihaknya tidak pernah menyimpan Dana Lembang dan ADL.

“Yaa… kata orang bijak bahwa seorang pemimpin tidak boleh menyimpan uang kasnya. Karena masalah keuangan adalah wewenang bendahara,” tandasnya sembari mengatakan salah satu ciri Kepala Lembang yang tidak korup adalah tidak memegang Dana Lembang dan ADL.

Pada bagian akhir wawancara, Kepala Lembang Batualu mengatakan bahwa di lembangnya para perangkat lembang dan BPL, serta tokoh adat dan tokoh masyarakat sepakat untuk menganggarkan pembangunan fisik secara fokus dan bertahap pada salah satu dusun secara bergantian. Sebagai upaya pemenuhan kebutuhan pembangunan infrastruktur sesuai dengan harapan masyarakat yang berskala prioritas dan tidak berdasarkan pada keinginan semata.

“Jadi pembangunan fisik di lembang kami, fokus dan bertahap. Pembangunannya diantri secara bergantian seperti tahun lalu, kami fokuskan pembangunan fisik di Dusun Tanete, sedangkan tahun ini giliran pembangunan fisik difokuskan pada Dusun Balalo’,” kuncinya.

Penulis   : William Marthom
Editor     : Zottok

No comments:

Post a Comment

.

.