.

.

Wednesday, 28 February 2018

PDAM Torut Kian Berkembang, Dirut Target 11 Ribu Pelanggan dalam Satu Periode

Dirut PDAM Kabupaten Torut Markus Lempang, SE, MM

Markus Lempang, SE, MM : Kendala PDAM Torut adalah Bencana Tanah Longsor dan Pemadaman Listrik

TORAJA, Tabloid SAR- Meski Kabupaten Toraja Utara (Torut) belum genap satu dekade berdiri sendiri sebagai daerah otonomi baru dan baru memasuki usia 10 tahun pasca memekarkan diri dari kabupaten induknya, yakni Kabupaten Tana Toraja (Tator) pada tanggal 21 Juli tahun 2008 lalu. Namun berbagai perkembangan dan prestasi telah berhasil dicapai oleh daerah yang bertagline “Mekar untuk Sejatera” tersebut.

Salah satunya adalah keberhasilan dalam memenuhi kebutuhan air bersih dan pelayanan air minum bagi masyarakatnya, melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Torut.

Meski PDAM Torut belum genap satu dasawarsa berdiri sendiri, setelah resmi memisahkan diri dari PDAM Kabupaten Tator, namun perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan air minum ini, telah berhasil menunjukkan prestasinya dalam pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat Torut.

Bahkan perusahaan milik Pemerintah Daerah (Pemda) Torut tersebut, sudah menjadi salah satu pemasok pendapatan daerah yang setiap tahunnya menghasilkan milliaran rupiah.

Kemajuan PDAM Torut, kian nampak semakin berkembang di bawah kepemimpinan Markus Lempang selaku Direktur Utama (Dirut) PDAM yang berkantor di sekitar Kompleks Pasar Bolu, Kelurahan Tallunglipu, Kecamatan Tallunglipu, Kabupaten Torut ini.

PDAM Torut yang dinahkodai oleh Markus sejak tanggal, 25 November 2016 tersebut, awalnya cuma memiliki pelanggan sekitar 6.300 sambungan rumah. Akan tetapi dengan sejuta pengalaman pada bidang pengelolaan air minum, dalam interval waktu sekitar 15 bulan menjabat sebagai Dirut PDAM Torut, Markus mampu meningkatkan jangkauan pelayanannya dengan menambah jumlah pelanggan hingga 2.335 sambungan rumah.

Berdasarkan jumlah pelanggan diatas berarti saat ini, PDAM Torut telah mampu memasok kebutuhan air bersih bagi 8.635 sambungan rumah di Kabupaten Torut.

Sumber air baku PDAM Torut, selain dari Sungai Sa’dan, juga  dari mata air Limbong Kayu Rame, Wai Re’de Tondon Nanggal, dan Pangala’.

Airbaku tersebut, disalurkan ke- 9 IPA (Instalasi Pengolahan Air) milik PDAM Torut yang tersebar di beberapa titik, lalu kemudian didistribusikan ke sambungan rumah milik pelanggan.

Hal tersebut, diungkapkan oleh Dirut PDAM Torut Markus Lempang saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (23/2/2018) siang.

Menurutnya, air bersih yang dikonsumsi oleh pelanggan PDAM Torut bersumber dari Sungai Sa’ dan sejumlah mata air di Kabupaten Torut.

“Air baku dari berbagai sumber mata air itu, kita kelola menjadi layak konsumsi dengan menggunakan sembilan IPA milik PDAM Torut yang tersebar pada sejumlah titik,” ujar Markus.

Ia menambahkan bahwa semua IPA milik PDAM Torut itu, kapasitasnya rata-rata 20 liter per detiknya.

“Semua IPA di sini, kapasitasnya mampu memproduksi air bersih sebanyak 20 liter per detiknya. Jadi jika 9 IPA dikalikan 20 liter per detik, berarti PDAM Torut saat ini mampu memproduksi air bersih sekitar 180 liter perdetik,” tambahnya.

Lebih lanjut, Markus menyebutkan sembilan IPA milik PDAM Torut dan titik-titik yang dilayani IPA tersebut.

“IPA Bolu melayani pelanggan sebanyak 1.296 sambungan rumah yang tersebar di sekitar kompleks Pasar Balu, Jl. Abdul Gani, dan Jl. Sesean. Sedangkan IPA Tallunglipu melayani 1.108 pelanggan, IPA Pasele 1.037 pelanggan, IPA Rurah 1.054 pelanggan, IPA Singki’ 851 pelanggan, IPA Sopai 329 pelanggan, IPA Tikala 2.163 pelanggan, IPA Tondon 105 pelanggan dan IPA Pangli 442 pelanggan. Sementara pelanggan yang mengkonsumsi air bersih yang diditribusikan PDAM Torut dari mata air Limbong Kayu Rame sebanyak 865 sambungan rumah, Wai Re’de Tondon Nanggal 150 sambungan rumah, dan Pangala’ 221 sambungan rumah,” sebutnya.

Selain itu, mantan Kabag Keuangan Badan Pengelola Air Minum Kabupaten Blitar, Jawa Timur (Jatim) tersebut, menjelaskan pula bahwa sebenarnya pelanggan PDAM Torut pada tahun 2017 lalu, lebih dari 10 ribu atau sebanyak 10.325 pelanggan. Akan tetapi dari 10.325 sambungan rumah tersebut, hanya 8.635 pelanggan yang aktif hingga kini. Sebanyak 1.690 pelanggan lainnya tidak aktif lagi, karena berbagai macam sebab dan akibat.

“Ada beberapa sebab-akibat yang membuat 1.690 pelanggan itu, tidak aktif lagi. Ada diputus karena kedapatan atau ketahuan mencuri air PDAM dan ada pula yang terpaksa kami segel sementara karena menunggak membayar tarif airnya. Selebihnya kami putuskan sambungannya secara permanen karena sudah menumpuk tunggakannya,” jelas Markus.

Dalam kesempatan itu, mantan Direktur Administrasi dan Keuangan PDAM Kabupaten Trenggalek, Jatim tersebut menerangkan bahwa di Torut marak terjadi pencurian air PDAM oleh para pelanggan  yang nakal dan malas bayar tarif air.

“Karena maraknya kasus pencurian air PDAM, maka kami harus kerja ekstra melakukan pengawasan dan menindak tegas para pelakunya jika ketahuan mencuri air. Sanksinya tidak main-main bagi para pelaku pencurian air PDAM, selain sanksi berupa denda hingga jutaan rupiah. Kami juga melakukan pemutusan sambungan airnya untuk sementara hingga pelanggan tersebut, membayar dan melunasi dendanya,” terangnya.

Alumni S1 Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Indonesia Paulus (UKIP) Makassar tahun 1985 ini, mengatakan bahwa pihaknya optimis dapat meningkatkan pendapatan PDAM Torut dengan memaksimalkan pelayanan secara prima bagi para konsumennya, sembari terus menambah jumlah pelanggannya.

“Kalau kita memberikan pelayanan prima kepada konsumen PDAM dengan segera merespon dan menindaklanjuti keluhan atau pengaduannya, maka secara otomatis mereka akan lebih rajin membayar tarif airnya tepat waktu. Sembari kita terus menambah jumlah pelanggan, maka pendapatan PDAM juga akan terus meningkat,” tuturnya.

Lulusan terbaik dengan prestasi comlaude Pasca Sarjana Jurusan Manajemen SDM STIE Pasundan Bandung tersebut, mengatakan bahwa dirinya yakin bisa mencapai 11 ribu pelanggan dalam satu periode (4 tahun- red) kepemimpinannya selaku Dirut PDAM Torut .

“Saya optimis dapat terus meningkatkan pelayanan di bidang pengelolaan air bersih di Torut dan terus menambah jumlah pelanggan PDAM hingga 11 ribu sambungan rumah dalam satu periode (2016-2020) memimpin perusahaan ini,” tandasnya dengan optimis.

Salah satu putra terbaik Torut yang berpengalaman di bidang pengelolaan air bersih selama 18 tahun ini, pernah diminta langsung oleh Bupati Tator Tarsis Kodrat untuk mengelola PDAM Tator pada tahun 1998 dengan tawaran menduduki posisi Direktur Umum ketika masih menjabat sebagai Direktur Administrasi dan Keuangan di PDAM Trenggalek tersebut, mengatakan bahwa berdasarkan pengalamannya baik ketika masih di PDAM Tator maupun setelah mengelola PDAM Torut, kendalanya secara umum adalah masalah bencana alam dan listrik.

“Berdasarkan pengalaman saya selama mengelolah perusahaan air minum di Toraja, baik di Kabupaten Tana Toraja maupun di Toraja Utara, kendalanya sama. Yakni air PDAM tidak mengalir dikarenakan bencana tanah longsor dan pemadaman listrik. Kalau terjadi tanah longsor di sekitar sumber air baku, tentu airnya keruh. Juga terkadang dalam bencana itu, ada sejumlah fasilitas instalasi pipa PDAM rusak. Sedangkan ketika listrik PLN padam, maka secara otomatis pompa air kami tidak bisa beroperasi, sehingga mau tidak mau, air PDAM-nya tidak bisa mengalir kerumah-rumah pelanggan,” tukasnya.        

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun wartawan media ini, menyebutkan bahwa dari 8.635 pelanggan PDAM Torut yang aktif, maka setiap bulannya perusahaan milik daerah tersebut, menghasilkan sekitar Rp 1 miliar lebih. Namun setiap bulannya ada sekitar 13 persen pelanggan yang menunggak atau terlambat membayar tagihan airnya, sehingga PDAM Torut setiap bulannya hanya mampu mengumpulkan tagihan air sekitar Rp 900 juta.

Dengan demikian, dari ratusan juta rupiah tagihan PDAM Torut setiap bulannya. Maka setelah dikurangi biaya perawatan instalasi PDAM dan biaya operasional, serta tunjangan pegawai atau karyawannya dalam setahun perusahaan daerah yang dinahkodai Markus tersebut, dapat menyumbangkan deviden (pembagian laba kepada pemilik saham- red) hingga milliaran rupiah kepada Pemda Torut selaku owner atau pemilik perusahaan.

Penulis   : William Marthom
Editor     : Zottok 

No comments:

Post a Comment

.

.