.

.

Thursday, 22 February 2018

SMK Negeri 3 Torut Siap Melaksanakan Ujian Tahun Ini

Kepala SMK Negeri 3 Torut, Medy Karambe, ST, M.Pd

Medy Karambe, ST, M.Pd : Ujian Bukan Hal yang Baru Karena Itu Sudah Menjadi Rutinitas Tahunan

TORAJA, Tabloid SAR- Sekolah Menegah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Toraja Utara (Torut) yang dulunya bernama SMKN 1 Sesean, siap melaksanakan ujian tahun ini.

Hal tersebut, diungkapkan Kepala SMKN 3 Torut Medy Karambe, ST, MM saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (20/2/2018) pagi.

Menurutnya, setiap sekolah mestinya selalu siap melaksanakan dan mengikuti berbagai macam rangkaian ujian, sebagai syarat untuk menguji kemampuan atau kompetensi para pelajar yang telah menerima materi pembelajaran dari tenaga pengajar atau guru.

“Ujian adalah sebuah keharusan untuk dilaksanakan semua sekolah pada setiap tahap penyelesaian study siswa-siswinya. Oleh karenanya ujian merupakan kewajiban bagi setiap peserta didik pada tahap akhir penyelesaian study-nya,” kata Medy.

Ia menambahkan bahwa ujian akhir wajib diikuti oleh setiap peserta didik karena hal itu, merupakan salah satu indikator penting dalam menguji keberhasilan para pelajar setelah sekian lama mengikuti proses pembelajaran di setiap sekolah.

“Hasil ujian akhir itu, tentunya akan menjadi barometer dalam memberikan penilaian terhadap hasil dari sebuah penyelenggaraan pendidikan tersebut,” tambahnya.

Lebih lanjut, mantan Wakil Kepala SMK Kristen Tagari Bidang Hubungan Industri tersebut, menerangkan bahwa ujian seharusnya tidak menjadi semacam momok yang menakut bagi para pelajar karena hal itu merupakan sebuah keniscayaan.

“Ujian bukan hal yang baru karena itu, sudah menjadi rutinitas tahunan setiap sekolah. Jadi selaku tenaga pendidik, sejak awal kita harus mempersiapkan diri untuk melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan tersebut. Dan para peserta didik mestinya, juga harus siap mengikuti semua tahapan ujian akhir itu, sebagai syarat penyelesaian study-nya,” terang Medy.

Karena melalui ujian kita dapat mengetahui, apakah peserta didik kita sudah dapat dinyatakan tamat atau belum. Jika belum berhasil dalam ujian itu, maka wajib mengulang setahun kemudian, sedangkan bagi yang berhasil melalui ujian mereka dapat melanjutkan pendidikannya pada jenjang berikutnya yang lebih tinggi.

Selain itu, mantan Wakil Kepala SMKN 3 Torut Bidang Kurikulum ini, mengatakan bahwa sekolah yang dinahkodainya sudah mempersiap semua Sapras (sarana dan prasarana- red) untuk melaksanakan seluruh rangkaian tahapan ujian.

“Kami selaku penyelenggara pendidikan di sekolah ini, telah mempersiapkan semua sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam pelaksanaan ujian, seperti menyiapkan 72 unit computer, termasuk fasilitas jaringan internetnya,” ujar Medy.

Alumni S1 Fakultas Teknik Jurusan Mesin Universitas Kristen Indonesia Paulus (UKIP) Makassar tahun 1999 tersebut, menjelaskan pula bahwa tahun ini sebanyak 198 siswa-siswi Kelas XII SMKN 3 Torut telah dipersiap secara matang untuk mengikuti tiga tahapan ujian akhir yang akan diselenggarakan tahun ini.

“Segala daya upaya telah dilakukan dalam mempersiapkan anak didik kami yang akan mengikuti ujian akhir tahun ini. Mulai dari simulasi Ujian Kompetensi Kejuruan (UKK), dan simulasi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), hingga simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK),” jelas Medy seraya mengatakan simulasi tersebut, dilaksanakan pada jam belajar tambahan atau ekstra kurikuler pada sore hari.

Pada kesempatan itu, Alumni Pasca Sarjana Jurusan Penilitian Evaluasi Pendidikan (PEP) Universitas Negeri Makassar tahun 2014 ini, menyatakan bahwa ada sejumlah program prioritas yang dinilai penting untuk segera diterapkan di SMKN 3 Torut pasca dirinya dilantik menggantikan posisi Drs Rannu Palamba’, MM sebagai orang nomor satu di sekolah tersebut.

Program yang dimaksud oleh Instruktur Kurikulum Tahun 2013 (K13) di Sulawesi Selatan ini adalah  kedisiplinan guru dan pegawai, standar isi RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), proses pembelajaran yang terkadang tidak sesuai dengan RPP, guru yang wajib piket saat tidak mengajar, dan peningkatan kompetensi guru melalui Diklat (Pendidikan dan Pelatihan), serta berbagai hal yang dianggap urgen dan mendesak.
Excavator Komatsu PC 100 yang dibeli SMKN 3 Torut untuk dijadikan alat praktek bagi siswa-siswi Jurusan Teknik Kendaraan Berat (TKB)

Untuk diketahui, sebanyak 198 pelajar SMKN 3 Torut akan mengikuti UKK mulai tanggal, 22 Februari hingga 3 Mei 2018 mendatang.

Sebelumnya tim verifikator alat dan bahan dari PT. Toyota Haji Kalla Toraja bersama PT. Unitet Traktor Indonesia (UTI) dan tim dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) telah melakukan pemeriksaan terhadap alat dan bahan yang akan digunakan pada saat UKK dilaksanakan di SMKN 3 Torut.

Sedangkan pelaksanaan USBN di sekolah ini dijadwalkan berlangsung pada tanggal, 12-24 Maret 2018, dan penyelenggaraan UNBK akan dimulai tanggal, 2- 5 April 2018 mendatang.

Dari 625 jumlah keseluruhan peserta didik SMKN 3 Torut, sebanyak 198 orang diantaranya akan mengikuti ujian akhir tahun ini.

Dipastikan pula, ada 20 orang siswa-siswi Kelas XII SMK Penabur Palawa’ dari Kecamatan Sa’dan, Kabupaten Torut, juga akan mengikuti ujian di sekolah yang dipercaya sebagai SMK Model Percontohan di Torut sejak tahun 2016 tersebut.

SMK Model Percontohan di Kabupaten Torut ini, membuka enam program study kejuruan yakni, Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL), Teknik Gambar Bangunan (TGB), Teknik Kendaraan Ringan (TKR) dan Teknik Kendaraan Berat (TKB), termasuk Teknik Sepeda Motor (TSM) yang baru dibuka pada tahun ajaran 2017/2018.

Penulis   : William Marthom & David Luase
Editor     : Zottok        

No comments:

Post a Comment

.

.