.

.

.

Rabu, 21 Februari 2018

Tahun Ini Samsat Torut Target Pembayaran Pajak Kendaraan Rp 27 Milliar

Kepala UPTD Pendapatan Samsat Kabupaten Toraja Utara Emy Sakka' Lebang

Tahun 2017 Lalu Samsat Torut Berhasil Capai Target Hingga 99,7 Persen

TORAJA, Tabloid SAR- Setelah berhasil memaksimalkan pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) hingga mencapai Rp 24 milliar dalam setahun atau 99,7 persen dari target pada tahun 2017 lalu. Maka pada tahun 2018 kali ini, UPTD Pendapatan Samsat Kabupaten Toraja Utara (Torut) menaikkan targetnya menjadi Rp 27 milliar.

Hal tersebut, diungkapkan Kepala UPTD Samsat Kabupaten Torut Emy Sakka’ Lebang.

“Karena tahun lalu, kami berhasil memaksimalkan pembayaran pajak kendaraan bermotor hingga Rp 24 milliar atau sekitar 99.7 persen dari target. Maka tahun ini, kami harus meningkatkan target kami sekitar Rp 3 milliar. Jadi tahun ini, kami menaikkan target menjadi Rp 27 milliar,” kata Emy saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (19/2/2018) siang.

Menurutnya, menaikkan target merupakan salah satu cara untuk memotivasi seluruh jajarannya di UPTD Samsat Kabupaten Torut agar lebih maksimal lagi dalam mengupayakan para wajib pajak kendaraan bermotor di Torut, supaya bisa segera melunasi seluruh tunggakan pajak kendaraannya.

“Di kantor ini (Samsat Torut) kami semua sepakat untuk menaikkan target dalam tahun 2018. Hal itu, kami lakukan sebagai upaya dalam menaikkan pendapatan daerah dari pajak kendaraan bermotor. Sebab dengan target yang meningkat, maka kami semua dituntut dan akan berupaya lebih maksimal lagi,” terangnya.

Lebih lanjut, Emy mengungkapkan bahwa meraka dapat mencapai target pada tahun 2017 lalu hingga 99,7 persen karena upaya dan kerja keras semua pihak yang ada di kantor Samsat Torut.

“Kita berharap agar kerjasama semua pihak yang ada di kantor ini (Dispenda, Kepolisian, dan Jasa Raharja) tetap solid dan kompak, serta lebih inovatif dalam mengupayakan pencapaian target  seperti tahun-tahun sebelumnya. Karena tanpa kerjasama yang baik antar semua unsur yang ada di kantor ini, maka tentu mustahil untuk mencapai target,” tukasnya.

Ia menjelaskan bahwa selama ini, mereka dapat mencapai target secara maksimal hingga rata-rata di atas 90 persen karena kerja keras dan berbagai macam cara yang dinilai ideal untuk memaksimalkan pembayaran pajak.

“Selain kerja keras, berbagai macam inovasi atau terobosan-terobosan kami lakukan untuk memaksimalkan supaya para wajib pajak melunasi pajaknya. Misal dengan cara mendatangi rumah atau kantor wajib pajak yang telah menunggak atau jatuh tempo batas akhir pembayaran pajaknya. Kalau kendaraan milik pribadi, kami datangi rumah atau kediaman pemiliknya. Sedangkan untuk kendaraan dinas kantornya yang kami datangi jika sudah menunggak,” jelas Emy.

Selain itu, orang yang menjabat sejak tahun 2012 sebagai Kepala UPTD Pendapatan Samsat Torut tersebut, menerangkan pula bahwa untuk memaksimalkan pembayaran pajak di Kabupaten Torut, mereka sering melakukan operasi penertiban kendaraan bermotor, serta menggelar sosialisasi dan pelayanan keliling di kecamatan-kecamatan, hingga sampai ketingkat kelurahan dan lembang (desa-red).

“Bukan cuman mendatangi kediaman dan instansi para wajib pajak, tetapi juga hampir setiap bulannya kami (Dispenda, Kepolisian dan Jasa Raharja) melaksanakan operasi penertipan kendaraan bermotor dengan menggelar razia di jalan provinsi maupun jalan-jalan protokoler di Kabupaten Toraja Utara. Jika ada yang terjaring rasia, kita buatkan tanda bukti sita STNK dan kita minta nomor kontaknya, untuk dihubungi supaya lekas datang ke Kantor Samsat melunasi tunggakan pajaknya. Termasuk melaksanakan sosialisasi dan pelayanan pembayaran pajak keliling di kantor-kantor kecamatan, kelurahan dan lembang,” terang Emy.

Untuk diketahui, para wajib pajak dapat membayar langsung pajak kendaraannya di lokasi penertipan jika terjaring razia. Karena pada saat melakukan operasi, pihak Samsat Torut membawa kendaraan Samsat Keliling.

Rata-rata pengendara yang terjaring razia, datang kekantor Samsat Torut untuk melunasi tunggakan pajaknya, dan menebus STNK mereka, paling lama dua minggu setelah terjaring razia.

Penulis   : William Marthom
Editor     : Zottok

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.